KIAT-KIAT IKHLASKAN NIAT, GANDAKAN PAHALA
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Ahad 4 Syafar 1448 H /19 Juli 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Meskipun
sumber daya kita dalam beribadah kepada Allah terbatas dalam hal waktu, tenaga
maupun harta, ada cara-cara agar pahala yang kita dapatkan bisa
sebesar-besarnya. Niat adalah modal untuk mengumpulkan dan memetik pahala di
akhirat nanti. Semakin ikhlas seseorang dalam beramal, maka semakin besar
pahala yang akan didapatkan.
Abdullah
ibnul Mubarak rahimahullah berkata,
رُبّ عمل
صغير تُعظمه النيۃ ورب عملٍ كبير تصغره النيۃ.
Artinya
: “Berapa banyak amalan yang kecil berubah menjadi besar karena niat, dan
berapa banyak amalan yang besar berubah menjadi kecil karena niat.” (Lihat Jami’ Al-Ulum
wa Al-Hikam fii Syarhi Khamsina Hadisan min Jawami’ Al-Kalim, hal.
13)
Ada
beberapa cara untuk meningkatkan keikhlasan, di antaranya:
Pertama,
Berdoa meminta keikhlasan
Agar
kita dimudahkan untuk mengikhlaskan amalan ibadah yang dilakukan, maka
perbanyaklah doa kepada Allah Ta’ala dengan bacaan doa sesuai
kemampuan. Di antara doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam dalam hal ini, yaitu:
اللَّهُمَّ
إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَناَ أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ مِمَّا
لاَ أَعْلَمُ
Artinya
: “Ya Allah, Sungguh Aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu
dalam keadaan tahu, dan Aku memohon ampunan dari apa yang tidak saya ketahui.” (HR.
Bukhâri dalam Al-Adab Al-Mufrad)
Menyekutan
Allah (riya’) adalah lawan dari keikhlasan. Oleh karenanya, Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam berdoa dan berlindung dari perbuatan riya’.
Di
antara doa yang dipanjatkan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu,
اللهُمَّ
اجْعَلْ عَمَلِيْ كُلَّهُ صَالِحًا و اجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصاً
“Allahummaj’al ‘amali kullahu shalihan, waj’alhu liwajhika khalishan
Artinya : [Ya
Allah, jadikanlah seluruh amalanku adalah amalan saleh dan jadikanlah
setiap amalanku ikhlas hanya mengharapkan wajahmu.]” (HR. Ahmad)
Kedua,
Menyembunyikan amalan
Seseorang
yang beramal dalam kondisi yang tersembunyi akan membantu ia untuk semakin
ikhlas. Suatu amalan yang dikerjakan secara sembunyi-sembunyi lebih besar
pahalanya daripada yang dilakukan secara terang-terangan. Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
سَبْعَةٌ
يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ
وَرَجُلٌ
تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ
Artinya
: “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya
pada hari di mana tidak ada naungan, kecuali hanya naungan-Nya semata: (salah
satunya) Seseorang yang bersedekah lalu menyembunyikannya sehingga
tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya …” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Dari
hadis di atas dapat kita ketahui bahwa saking seseorang itu menyembunyikan
sedekahnya, bahkan tangan kirinya saja tidak mengetahui apa yang ia sedekahkan,
apalagi orang lain. Oleh karena itu, pahala yang Allah berikan sangatlah besar.
Begitu
pula dengan salat sunah yang dikerjakan secara sembunyi (di rumah) lebih utama
daripada yang dikerjakan di masjid. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
عَلَيْكُمْ
بِالصَلَاةِ فِيْ بُيُوْتِكُمْ ، فَإِنَّ خَيْرَ صَلَاةِ المَرْءِ فِيْ بَيْتِهِ إلَّا
الصَلَاةَ المَكْتُوْبَةَ
Artinya
: “Hendaknya kalian mengerjakan salat di rumah-rumah kalian, karena
sesungguhnya sebaik-baik salat seseorang adalah di rumahnya,
kecuali salat maktubah (fardu)”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam
sabda beliau yang lain,
صلاة الرجل
تطوعًا حيث لا يراه الناس تعدل صلاته على أعين الناس خمسًا وعشرين درجة
Artinya
: “Salat sunah yang dikerjakan seseorang di tempat yang tidak
dilihat orang lain, senilai 25 kali derajat salat sunah yang
dia kerjakan di tengah banyak orang.” (HR. Abu Ya’la. Lihat Shahih
Al-Jami, no. 7269).
Ketiga,
Meyakini bahwa sekecil apapun amalan, pasti Allah akan balas
Allah Ta’ala telah
menegaskan dalam firman-Nya,
فَمَن يَعۡمَلۡ
مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرٗا يَرَهُۥ
Artinya
: “Maka, barangsiapa mengerjakan kebajikan seberat żarrah, niscaya dia
akan melihat (balasan)nya.” (QS.
Al Zalzalah: 7)
Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam juga bersabda,
مَن هَمَّ
بحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْها، كُتِبَتْ له حَسَنَةً، ومَن هَمَّ بحَسَنَةٍ فَعَمِلَها،
كُتِبَتْ له عَشْرًا إلى سَبْعِ مِئَةِ ضِعْفٍ، ومَن هَمَّ بسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْها،
لَمْ تُكْتَبْ، وإنْ عَمِلَها كُتِبَتْ
Artinya
: “Barangsiapa yang berniat melakukan suatu kebaikan, namun tidak jadi
dilakukan, maka ditulis baginya 1 kebaikan. Barangsiapa yang berniat
melakukan suatu kebaikan, dan jadi dilakukan, maka ditulis
baginya 10x sampai 700x kebaikan. Siapa yang berniat melakukan
suatu keburukan, namun tidak jadi dilakukan, maka tidak ditulis keburukan
tersebut. Dan jika dilakukan, ditulis 1 keburukan.” (HR.
Muslim)
Maksud
hadis “baginya dengan 10 kebaikan hingga 700 kali lipat”, bukan untuk
pembatasan, karena Allah Ta’ala akan melipatgandakan bagi
siapa saja yang dikehendaki-Nya dan memberikan dari sisi-Nya apa yang tak
terhitung dan tak terhingga, bahkan berkali-kali lipat. Hal ini juga
menunjukkan betapa luasnya karunia dan rahmat Allah Ta’ala. Balasan
yang banyak tersebut diberikan karena kekuatan iman seorang hamba dan kesempurnaan
keikhlasan. Semakin ikhlas amalan seseorang, maka semakin dikalikan pula
pahalanya, baik 10, 700, maupun tak terhingga. Karenanya, tak diragukan lagi,
setiap kebaikan hendaknya didasari pada keimanan serta keikhlasan yang kuat
semata-mata karena Allah Ta’ala. (Lihat Tafsir As-Sa’di ketika
menafiskan surah Al-Baqarah ayat 261)
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi diri penulis dan kaum muslimin pada umumnya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang ikhlas.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel: Muslim.or.id
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar