Menu

Jumat, 28 November 2025

JANJI ALLAH

MENGETUK JANJI ALLAH DENGN DO'A


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini Sabtu 9 Jumadil-Akhirah 1447 H /29 November 2025

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Mengetuk janji Allah dengan doa berarti berdoa dan yakin akan janji-Nya yang akan mengabulkan permohonan, sebagaimana tertera dalam Al-Qur'an dan hadis. Allah dekat dengan hamba-Nya yang berdoa dan akan menjawabnya, dengan tiga kemungkinan pahala: dikabulkan langsung, disimpan untuk akhirat, atau dijauhkan dari keburukan

Do’a bukan kekuatan cadangan, tapi senjata utama bagi mereka yang beriman. Secara istilah, do'a adalah permohonan seorang hamba kepada Tuhannya. Do'a merupakan aktifitas ibadah yang paling agung. Bahkan ia adalah mukhul ibadah atau inti dari ibadah. Do'a juga bisa mengubah sesuatu yang tidak mungkin bagi menjadi mungin.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu ’Alaihi Wa sallam menjelaskan bahwa takdir yang Allah Ta’aala telah tentukan boleh berubah. Dan faktor yang dapat mengubah takdir ialah doa seorang hamba.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي)

Artinya : "Bersabda Rasulullah Shalallahu ’Alaihi Wasallam : 'Tidak ada yang dapat menolak takdir (ketentuan) Allah Subhanahu Wa Ta’ala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR. At Tirmidzi No. 2065)

Setiap Do'a Pasti Dikabulkan

Setiap doa akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Entah segera ataupun ditangguhkan. Mengenai kapan dikabulkan do’a adalah hak prerogatif Allah Subhanahu Wa Ta’ala selaku pemilik kehidupan. Bersabarlah jika sedang menunggu doa untuk dikabulkan. Teruslah berdo'a, sebutkanlah semua permintaan kita di hadapanNya dan teruslah berusaha. Karena kita tidak pernah tahu do'a yang mana mana yang akan Allah kabulkan, dan kita juga tidak pernah tahu usaha kita yang mana yang Allah lihat.

Yakinlah bahwa Allah akan menggenggam semua do'a-do'a kita dan melepaskannya di saat yang tepat. Diwaktu yang kita butuhkan dimana apa yang kita minta itu akan terasa sangat nikmat untuk disyukuri.

Jangan Lelah Untuk Berdo'a

Tiada lelah berdo'a adalah bentuk penghambaan yang begitu murni, ikhlas dan patut dijadikan landasan kita dalam berbuat dan beramal dalam menjalankan tugas di bumi Allah ini.

Sampai-sampai ‘Umar bin Khaththab berkata tentang do’a (yang maknanya), “Aku tidak takut jika do’aku tidak di kabulkan, namun yang ku takutkan adalah jika aku tak diberi taufiq (atau bimbingan) untuk terus berdo’a selalu”.

Jangan Pernah Pesimis Atas Dikabulkannya Do'a 

Setiap mukmin harus membangun jiwa optimis agar mampu meraih yang terbaik. Hanya saja kita perlu intropeksi diri dan muhasabah. Sudahkah kita memenuhi syarat agar doa' kita dikabulkan? Berdo'a kepada Allah harus disertai dengan upaya memenuhi seruan-seruan-Nya, terikat dengan syariat-Nya,dan mengikuti Rasul-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang Artinya : “...Dan hendaklah kamu memenuhi seruan-Ku dan berimanlah kepada-Ku agar kamu mendapatkan petunjuk” (QS Al-Baqarah : 186).

Ia berdo'a kepada Allah, tapi makanan dan minumannya dari barang yang diharamkan, maka bagaimana mungkin akan dikabulkan doanya. (HR. Muslim).

At-Tirmidzi telah mengeluarkan sebuah hadits, ia berkata, “Hadits ini  hasan.” Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

"Ada tiga orang yang do'anya tidak akan di tolak, yaitu orang yang shaum hingga buka, imam yang adil, dan do'a orang yang dizhalimi. Allah akan mengangkat do'anya hingga ada di atas awan dan akan dibukakan baginya pintu-pintu langit. Dan Allah pun berfirman, “Demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu kapan saja.”

Keberadaan do'a sebagai suatu ibadah bukan berarti bahwa kita boleh meninggalkan kaidah kausalitas.

Sebagai contoh, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam telah menyiapkan pasukan untuk perang Badar. Beliau mengatur pasukan masing-masing di tempatnya. Beliau juga telah menyiapkan mereka dengan persiapan yang baik. Kemudian setelah itu beliau masuk ke bangsalnya seraya meminta pertolongan kepada Allah. Beliau pada saat itu banyak sekali berdo'a, hingga Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah!, sebagian dari do'amu ini telah cukup.

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam beraktivitas dengan menggunakan kaidah kausalitas agar kita mengikutinya. Pada saat beliau berdo'a, bermunajat kepada Allah agar diselamatkan dari kejaran kafir Quraisy dan agar Allah menolak makar mereka dengan membinasakan mereka; Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam pun keluar dari rumahnya di waktu malam dan mendapati kaum Quraisy sedang mengepung rumahnya. Beliau kemudian menebarkan tanah pasir ke wajah-wajah mereka.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَـكُمْ  ؕ  اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Artinya : Dan Rabbmu berfirman, “Berdo'alah kepada-Ku, niscaya pasti akan Aku kabulkan untukmu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau beribadah kepadaKu akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir : Ayat 60).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjamin bagi orang-orang yang mau berdo'a meminta kepada-Nya untuk diperkenankan do'anya.

Bahkan Allah mengancam kepada orang-orang yang tak mau berdo'a kepadaNya bahwa dia itulah orang yang sombong, dan baginya neraka Jahannam.

Maka siapa saja yang menginginkan kemulian di dunia dan di akhirat serta kembalinya kejayaan Islam dalam waktu dekat, maka ia tidak boleh merasa cukup dengan hanya berdo'a untuk mewujudkan keinginannya itu. Melainkan ia harus berupaya berjuang bersama orang-orang yang tengah beraktivitas untuk mewujudkannya.

Dia juga harus berdo'a kepada Allah, memohon pertolongan untuk mewujudkankembali perdaban islam dan mempercepat terwujudnya. Ia pun harus terus-menerus berdo'a dengan ikhlas, dengan tetap berpegang pada kaidah kausalitas.

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏



Artikel Abah Luky
Edit:  Ndik

#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar