SESUATU, HANYA ALLAH YANG MAHA MENGETAHUI
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Ahad 10 Jumadil-Akhirah 1447 H /30 November 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Ungkapan
"baik buruknya manusia hanya Allah yang tahu" berarti
bahwa penilaian akhir atas diri seseorang berada di tangan Allah SWT,
karena hanya Dia yang Maha Mengetahui segalanya, termasuk isi hati dan niat
manusia. Manusia seringkali hanya bisa menilai berdasarkan lahiriah, sementara
yang sebenarnya dinilai adalah keimanan dan ketakwaan yang hanya diketahui oleh
Allah. Oleh karena itu, lebih baik fokus memperbaiki diri daripada menghakimi
orang lain.
Ibnul
Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Al-Fawaid berkata
sebagai berikut.
“Allah Ta’ala berfirman,
كُتِبَ
عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا
وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ
وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَࣖ ٢١٦
Artinya
: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh
jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah
mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)
Masih
tentang surah Al-Baqarah ayat 216. Di dalam ayat ini terkandung banyak hikmah,
rahasia, dan kemaslahatan bagi seorang hamba. Di antaranya adalah
apabila seorang hamba mengetahui bahwa sesuatu yang dibencinya terkadang justru
mendatangkan sesuatu yang dicintai. Sebaliknya, sesuatu yang dicintainya
terkadang justru mendatangkan sesuatu yang dibenci. Maka ia tidak akan
merasa aman dari bahaya pada saat dianugrahi kebahagiaan. Begitu pula, ia tidak
akan putus asa untuk memperoleh kebahagiaan ketika ditimpa kesulitan. Hamba
itu bersikap demikian karena ia tidak mengetahui kesudahan di balik semua itu.
Hanya Allah yang Mengetahuinya sebagaimana Allah mengetahui hal-hal lainnya
yang tidak diketahui oleh hamba-Nya.
Pengetahuan
seorang hamba bahwa sesuatu yang dibenci terkadang mendatangkan sesuatu yang
dicintai dan sesuatu yang dicintai terkadang mendatangkan sesuatu yang dibenci,
ini semua menuntutnya untuk melakukan: (1) melaksanakan perintah Allah
meskipun terasa berat, (2) menyerahkan semua urusan kepada Allah, (3)
mengosongkan hati dari segala kesibukan.”
Pelajaran
Penting: Allah Yang Tahu Akhir Segala Sesuatu, Bukan Manusia
Coba
direnungkan ayat berikut,
فَأَمَّا
الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي
أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ
رَبِّي أَهَانَنِ (16)
Artinya
: “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan
diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.
Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata:
“Tuhanku menghinakanku“. (QS. Al Fajr: 15-16)
Syaikh
‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di dalam kitab tafsirnya (Tafsir As-Sa’di,
hlm. 970) menjelaskan tentang ayat ini,
َيُخْبِرُ
تَعَالَى عَنْ طَبِيْعَةِ الإِنْسَانِ مِنْ حَيْثُ هُوَ، وَأَنَّهُ جَاهِلٌ ظَالِمٌ،
لاَ عِلْمَ لَهُ بِالعَوَاقِبِ، يَظُنُّ الحَالَة الَّتِي تَقَعُ فِيْهِ تَسْتَمِرُّ
وَلاَ تَزُوْل،
Artinya : “Allah mengabarkan tabiat manusia dari segi manusia itu sendiri. Manusia adalah sosok bodoh dan zalim, yang tidak mengetahui akhir berbagai hal. Ia mengira kondisi yang ada padanya akan terus berlanjut dan tidak akan hilang.” Artinya, ia mengira bahwa kalau saat ini hidup susah, maka akan hidup susah selamanya. Padahal tidak seperti itu.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Sumber : https://rumaysho.com/
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Sumber : https://rumaysho.com/
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar