YANG NILAI BAIK DAN BURUK ITU DARI ALLAH, BUKAN DARI MANUSIA
(Pahami Takdir Selalu Indah)
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Senin 10 Jumadil-Akhirah 1447 H /1 Desember 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Ini
faedah yang amat penting sekali yang manfaat untuk kehidupan kita saat
menghadapi takdir. Sesuatu yang Allah sukai kadang datang dengan sesuatu yang
kita benci. Ingat, standar sesuatu itu baik dan buruk hendaklah melihat pada
ketetapan Allah, bukan dari penilaian manusia. Takdir Allah selalu
indah!
Ibnul
Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Al-Fawaid berkata
sebagai berikut.
“Allah Ta’ala berfirman,
كُتِبَ
عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا
وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ
وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَࣖ ٢١٦
Artinya
: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang
kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah
mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)
Dalam
ayat lainnya disebutkan,
فَإِن
كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًا
كَثِيرًا
Artinya
: “Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena
mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan
yang banyak.” (QS. An-Nisaa’: 19)
Ayat
pertama berbicara
tentang jihad yang merupakan puncak dorongan amarah (karena Allah). Sedangkan
ayat kedua membicarakan tentang pernikahan yang merupakan puncak
dorongan hasrat biologis.
Pada
umumnya, seorang hamba tidak suka menghadapi jihad fisik karena ia takut
dirinya dicelakai oleh musuh. Padahal, jihad yang tidak disukainya itu lebih
baik bagi dirinya di dunia dan akhirat. Sebaliknya, ia lebih menyukai berdamai
dengan musuh dan tidak berjihad melawan mereka. Padahal, yang demikian itu
buruk bagi dirinya di dunia maupun akhirat.
Demikian,
terkadang seorang suami tidak suka kepada istrinya karena salah satu sifatnya
sehingga ia pun memutuskan untuk menceraikannya. Padahal, mempertahankan rumah
tangganya bersama istrinya adalah jauh lebih baik bagi dirinya, hanya saja ia
tidak mengetahui hakikat ini. Terkadang pula, seorang suami suka kepada
istrinya karena salah satu sifatnya sehingga ia pun memutuskan untuk tetap
berumah tangga dengannya. Padahal, jika ia tetap bertahan dengan istrinya itu,
maka keburukan yang menyertainya justru lebih banyak, hanya saja ia tidak
mengetahui hakikat tersebut.
Manusia,
sebagaimana yang difirmankan oleh Penciptanya sendiri adalah makhluk yang zhaluum (zalim
pada diri sendiri) dan jahuul (jahil, tidak tahu akibat
dari suatu urusan). Maka manusia tidak pantas menjadikan perasaan suka, tidak
suka, cinta, atau benci sebagai standar dalam menetapkan sesuatu bermanfaat
atau berbahaya. Namun, yang menjadi standar dalam menetapkan hal ini
adalah apa yang Allah pilih melalui perintah dan larangan-Nya.”
________
Catatan: Mengenai manusia yang zhaluum dan jahuul disebutkan
pada firman Allah,
إِنّا
عَرَضنَا الأَمانَةَ عَلَى السَّماواتِ وَالأَرضِ وَالجِبالِ فَأَبَينَ أَن يَحمِلنَها
وَأَشفَقنَ مِنها وَحَمَلَهَا الإِنسانُ إِنَّهُ كانَ ظَلومًا جَهولًا
Artinya
: “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan
gunung-gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka
khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh
manusia. Sungguh, manusia itu amat zalim dan sangat bodoh.” (QS. Al-Ahzab:
72).
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Mukhtashar fii At-Tafsiir, manusia itu zalim pada dirinya sendiri dan bodoh (tidak mengetahui) akibat dari suatu urusan.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Sumber : https://rumaysho.com/
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Sumber : https://rumaysho.com/
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar