HIDAYAH ALLAH : KUNCI KEBAHAGIAN SEJATI DUNIA AKHERAT
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Selasa 11 Jumadil-Akhirah 1447 H /2 Desember 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Setiap insan mendambakan kebahagiaan sejati, sebuah ketenteraman yang tidak lekang oleh ujian zaman, tak pudar oleh gemerlapnya dunia. Dalam ajaran Islam, kunci menuju kebahagiaan hakiki ini tersemat indah dalam genggaman hidayah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Siapa yang dianugerahi hidayah, niscaya akan menemukan jalan menuju keselamatan dan kesuksesan, bukan hanya di persada dunia yang fana ini, melainkan juga di akhirat yang abadi. Ini adalah janji yang sederhana namun begitu agung, berlaku bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh melangkah dalam pencariannya.
Kebenaran janji ini bukanlah sekadar ucapan kosong, melainkan sebuah rumus pasti yang telah Allah firmankan dalam Al-Qur’an:
قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا ۢ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّۚ فَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى ەۙ فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقٰى ١٢٣
Artinya : “Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama. Sebagian kamu (Adam dan keturunannya) menjadi musuh bagi yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, (ketahuilah bahwa) siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thaha [20]: 123).
Ayat mulia ini menjadi mercusuar bagi kita, menegaskan bahwa mengikuti petunjuk Ilahi adalah benteng dari kesesatan dan kegundahan. Sejarah pun telah menorehkan bukti nyata melalui teladan manusia terbaik, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, beserta para sahabat beliau yang mulia, yang hidup mereka adalah cerminan sempurna dari keberkahan hidayah.
Inti dari seluruh kebahagiaan itu bersemayam di dalam hati, dan pemilik hati adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dialah Yang Maha Kuasa membolak-balikkan hati, sekaligus meneguhkannya di atas jalan hidayah. Hanya dengan iman yang kokoh, hati akan merasakan kedamaian dan ketenangan. Ketika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka tak ada satu pun kekuatan di jagat raya yang sanggup menghalangi, begitu pula sebaliknya, tiada musibah yang menimpa melainkan atas izin-Nya, dan Dialah yang berkuasa menolak segala keburukan.
Lantas, mengapa di tengah janji dan kemudahan ini masih banyak hati yang dirundung kegalauan dan keluh kesah? Jawabannya seringkali terletak pada kedekatan diri dengan iman dan Islam yang belum terjalin erat. Boleh jadi, kita belum sungguh-sungguh mengerahkan daya upaya untuk meraih hidayah, layaknya kesungguhan kita mengejar gemerlap dunia. Hidayah adalah cerminan hati yang bersih, jiwa yang ikhlas beriman kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, dan tempat bersandar segala urusan. Cahaya iman hanya akan menerangi jiwa yang telah terbebaskan dari noda-noda penyakit hati, seperti kesombongan yang dapat menolak kebenaran dan meremehkan sesama manusia, sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam.
Oleh karena itu, kebahagiaan sejati hanya dapat dirasakan saat ruhani kita selamat dari segala penyakit hati. Hati yang lapang, yang bebas dari iri, dengki, dan permusuhan, adalah tanda hati yang tersirami hidayah. Ia justru akan senantiasa terdorong untuk berbuat kebaikan dan berbagi manfaat kepada sesama.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Tidaklah salah seorang dari kalian beriman hingga ia menyukai bagi saudaranya apa yang ia sukai untuk dirinya,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menggambarkan betapa indahnya hati seorang mukmin yang mendambakan kebaikan bagi saudaranya seperti halnya ia mendambakan kebaikan bagi dirinya sendiri.
Maka, mari terus bersungguh-sungguh dalam meniti jalan hidayah, membersihkan hati dari segala penyakit, dan senantiasa memohon keteguhan kepada-Nya.
Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam telah mewariskan sebuah doa yang sangat indah, sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Syaddad bin Aus, “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu ketetapan hati dalam segala urusan dan keteguhan kehendak menuju kebenaran. Dan aku memohon agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu tutur kata yang benar, hati yang bersih, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang Engkau ketahui, aku memohon kepada-Mu kebaikan dari apa yang Engkau ketahui, aku memohon ampun kepada-Mu dari apapun yang Engkau ketahui, sesungguhnya hanya Engkau jualah yang Maha Mengetahui yang ghaib.”
Doa ini adalah bekal terindah kita dalam meraih kebahagiaan abadi, dunia dan akhirat.
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar