TAKUT TERKENA SYIRIK
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Rabu 12 Jumadil-Akhirah 1447 H /3 Desember 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Di
antara bab yang sangat penting dalam pembahasan tauhid adalah wajibnya seorang
muslim merasa takut terjerumus dalam perbuatan atau keyakinan syirik. Hal ini
telah dituangkan oleh Syekh Muhammad at-Tamimi rahimahullah dalam Kitab
Tauhid-nya dalam bab al-khouf minasy syirki; takut terhadap
syirik.
Bukanlah
perkara yang sepele, sehingga seorang imam ahli tauhid sekelas Nabi
Ibrahim ‘alaihis salam pun berdoa kepada Allah agar dijauhkan
dari menyembah berhala. Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذْ
قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـذَا الْبَلَدَ آمِناً وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ
أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ
Artinya
: “Dan (Ibrahim berkata), ‘Jauhkanlah aku dan anak keturunanku dari
menyembah patung/berhala …’” (QS. Ibrahim: 35)
Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,
“Ibrahim ‘alaihis salam bahkan mengkhawatirkan syirik menimpa
dirinya, padahal beliau adalah kekasih ar-Rahman dan imamnya orang-orang yang
hanif (bertauhid). Lalu bagaimana menurutmu dengan orang-orang seperti kita
ini?! Maka janganlah kamu merasa aman dari bahaya syirik. Jangan merasa dirimu
terbebas dari kemunafikan. Sebab tidaklah merasa aman dari kemunafikan kecuali
orang munafik. Dan tidaklah merasa takut dari kemunafikan kecuali orang
mukmin.” (Lihat al-Qaul al-Mufid ‘ala Kitab at-Tauhid, 1: 72;
cet. Maktabah al-‘Ilmu)
Demikianlah
sifat orang yang saleh; ia khawatir jika dirinya tertimpa keburukan.
Sebagaimana diungkapkan oleh sahabat Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu
’anhu, “Manusia dahulu bertanya kepada Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam tentang kebaikan. Sedangkan aku bertanya kepada beliau
tentang keburukan, karena aku khawatir kalau-kalau aku terjerumus di dalamnya.” (Lihat Hasyiyah
Kitab Tauhid, hal. 48)
Syekh
Muhammad at-Tamimi rahimahullah dalam risalahnya yang sangat
masyhur Tsalatsah al-Ushul telah menjelaskan bahwa perintah
terbesar dari Allah adalah tauhid, sedangkan larangan Allah yang paling besar
adalah syirik. Allah Ta’ala berfirman,
وَاعْبُدُواْ
اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً
Artinya
: “Dan beribadahlah kepada Allah, dan janganlah kalian mempersekutukan
dengan-Nya sesuatu apapun.” (QS. an-Nisa’: 36)
Sebelumnya,
di dalam Kitab Tauhid-nya Syekh at-Tamimi juga membawakan dalil
lain dari al-Qur’an yang menunjukkan wajibnya untuk merasa takut akan bahaya
syirik. Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ اللّهَ
لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ
Artinya
: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya dan akan
mengampuni dosa-dosa lain yang ada di bawahnya bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS.
an-Nisa’: 48)
Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Dosa besar yang paling besar
adalah engkau menjadikan bagi Allah sekutu (sesembahan) tandingan, padahal
hanya Dia yang menciptakan dirimu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang
yang melakukan syirik, maka dia telah merusak ibadah dan keimanannya. Syekh
Muhammad at-Tamimi rahimahullah dalam al-Qawa’id
al-Arba’ menegaskan, “Ibadah tidaklah disebut sebagai ibadah
kecuali apabila disertai dengan tauhid. Apabila syirik mencampuri suatu ibadah
pasti merusaknya sebagaimana hadats yang mencampuri thaharah (bersuci)…”
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَقَدْ
أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ
عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Artinya
: “Sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelum kamu,
‘Apabila kamu berbuat syirik, pasti lenyap seluruh amalmu dan benar-benar kamu
akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. az-Zumar: 65)
Di
antara sebab yang mewajibkan kita untuk waspada dan khawatir terjerumus dalam
syirik adalah karena di antara bentuk syirik itu ada yang samar atau
tersembunyi.
Salah
seorang ulama senior di Madinah Syekh Shalih bin Sa’ad as-Suhaimi hafizhahullah dalam Ithaf
al-Kiram al-Bararah bi Syarhi Nawaqidh al-Islam al-’Asyarah menjelaskan,
“Syirik adalah dosa paling besar di antara bentuk kedurhakaan (maksiat) kepada
Allah yang lain. Ia lebih samar dalam pandangan kita daripada bekas rayapan
semut di dalam gelapnya malam di atas batu hitam. Oleh sebab itu, hendaklah
kita waspada dari syirik. Terlebih lagi ia semakin tersebar luas semenjak abad
keempat hijriah. Syirik ini tersebar di tengah umat dan kian bertambah hari
demi hari.
Anda
bisa menjumpai di banyak negeri kaum muslimin kubah-kubah yang disembah,
kubur-kubur yang diagungkan dan dipersembahkan nadzar untuk penghuninya,
dipersembahkan sembelihan demi mereka selaku sekutu bagi Allah. Sumpah-sumpah
pun disebutkan dengan menyebut nama mereka -penghuni kubur- dengan penuh
keyakinan ketika keadaan terjepit dan kesusahan melanda.”
Syirik
adalah kezaliman terberat yang menjadi sebab tercabutnya rasa aman dan pudarnya
hidayah. Syirik disebut sebagai kezaliman disebabkan pelakunya telah menujukan
ibadah kepada sesuatu yang tidak berhak menerimanya. Adakah kezaliman yang
lebih berat daripada orang yang mempersembahkan ibadah kepada selain Allah?
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ الشِّرْكَ
لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Artinya
: “Sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang sangat besar.” (QS.
Luqman: 13)
Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ إِنَّمَا
أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَن
كَانَ يَرْجُو لِقَاء رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ
رَبِّهِ أَحَداً
Artinya
: “Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku ini adalah manusia seperti kalian yang
diberikan wahyu kepadaku, bahwa sesembahan kalian -yang benar- hanyalah satu
sesembahan Yang Mahaesa. Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan
Rabbnya, hendaklah dia melakukan amal saleh dan tidak mempersekutukan dalam
beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apapun.’” (QS. al-Kahfi: 110)
Terlebih
pada zaman kita sekarang ini sebab-sebab untuk terjerumus dalam syirik semakin
banyak dan terbuka lebar. Sudah semestinya kita semakin waspada dan
berhati-hati dari berbagai jerat dan jebakan setan yang akan mengantarkan
manusia kepada jurang-jurang syirik dan kehancuran. Wal ‘iyadzu billaah…
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Penulis: Ari Wahyudi
Artikel Muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Penulis: Ari Wahyudi
Artikel Muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar