Menu

Selasa, 03 Februari 2026

SABAR DAN SYUKUR (Bag. 2)

KONSEP SABAR DAN SYUKUR DALAM PANDANGAN ISLAM

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini Rabu 16 Sya'ban 1447 H /4 Februari 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Sabar dalam Islam adalah kekuatan batin untuk menahan diri dari keluh kesah, emosi negatif, dan godaan, serta tetap teguh menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan Allah, menghadapi ujian dengan ikhlas dan tawakal, yang merupakan pondasi keimanan dan jalan menuju kedamaian serta pertolongan Allah, dengan implementasi berupa pengendalian diri dalam ibadah, menjauhi dosa, menghadapi musibah, berdakwah, dan menunggu pertolongan-Nya. 

1. Konsep Sabar dalam Islam: Makna dan Implementasi

A. Definisi Sabar

Secara bahasa, kata ṣabr (الصَّبْرُ) berasal dari akar kata ṣabara (صَبَرَ) yang berarti menahan atau bertahan. Dalam istilah syariat, sabar adalah kemampuan menahan diri dari keputusasaan dalam menghadapi cobaan, menahan diri dari maksiat, serta tetap istiqamah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah.

Imam Al-Ghazali menjelaskan:

 “Sabar adalah keteguhan hati dalam menghadapi sesuatu yang tidak disukai dengan tetap mengharapkan ridha Allah."

B. Dalil-dalil tentang Sabar

1. Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah selalu bersama orang-orang yang sabar:

وَٱصْبِرُوا۟ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

"Dan bersabarlah! Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Anfal [8]: 46)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang bersabar tidak pernah sendirian. Allah selalu bersamanya, memberikan ketenangan hati dan kekuatan dalam menghadapi cobaan.

2. Pahala besar bagi orang yang bersabar:

إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan disempurnakan pahalanya tanpa batas." (QS. Az-Zumar [39]: 10)

Ayat ini menunjukkan bahwa kesabaran dalam menghadapi kesulitan memiliki ganjaran tak terbatas di sisi Allah, karena sabar adalah bukti keteguhan iman.

3. Hadits Nabi tentang keutamaan sabar:

Rasulullah SAW. bersabda:

وَاعْلَمْ أَنَّ فِي الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْرًا كَثِيرًا


"Ketahuilah, bahwa dalam kesabaran atas sesuatu yang tidak kamu sukai terdapat banyak kebaikan." (HR. Ahmad)

Hadits ini menegaskan bahwa sabar bukan sekadar bertahan, tetapi juga merupakan proses yang mendatangkan kebaikan bagi seseorang, baik secara duniawi maupun ukhrawi.

C. Sabar sebagai Terapi Jiwa

Dalam konteks depresi dan stres, sabar membantu seseorang untuk:

1. Mengelola emosi: Tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan saat emosi memuncak.

2. Menerima kenyataan: Tidak semua hal berjalan sesuai keinginan, tetapi semua ada hikmahnya.

3. Menumbuhkan optimisme: Percaya bahwa setelah kesulitan akan datang kemudahan, sebagaimana firman Allah:

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah [94]: 5-6)

2. Konsep Syukur dalam Islam: Kunci Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa

A. Definisi Syukur

Syukur berasal dari kata شَكَرَ (syakara) yang berarti memuji atau menghargai nikmat. Secara istilah, syukur adalah mengakui nikmat Allah dengan hati, lisan, dan perbuatan. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata:

“Syukur terdiri dari tiga unsur: mengenali nikmat dengan hati, mengucapkan pujian dengan lisan, dan menggunakannya dalam kebaikan."

B. Dalil-dalil tentang Syukur

1. Syukur membawa tambahan nikmat:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu’." (QS. Ibrahim [14]: 7)

Syukur bukan hanya mengakui nikmat, tetapi juga menjadikannya bertambah. Dalam konteks psikologi, orang yang selalu bersyukur cenderung lebih bahagia dan jarang mengalami stres.

2. Rasulullah SAW. mencontohkan syukur dalam kehidupan sehari-hari:

أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا

"Tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur?" (HR. Bukhari & Muslim)

Rasulullah SAW. selalu bersyukur dalam setiap kondisi, bahkan ketika menghadapi kesulitan. Ini menunjukkan bahwa syukur bukan hanya pada saat senang, tetapi juga ketika diuji.

C. Syukur sebagai Terapi Jiwa

Dalam menghadapi depresi dan stres, syukur memiliki beberapa manfaat:

1. Mengalihkan fokus dari masalah ke nikmat yang masih dimiliki.

2. Menjaga optimisme bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari rencana Allah.

3. Meningkatkan kesehatan mental, sebagaimana penelitian menunjukkan bahwa bersyukur dapat mengurangi kecemasan dan depresi.

Sehingga dengan demikian , maka sabar dan syukur adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi. 

Sabar dibutuhkan saat menghadapi kesulitan, sementara syukur diperlukan agar tidak larut dalam penderitaan dan tetap melihat sisi positif dari kehidupan. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Qayyim:

“Iman itu terbagi dua: setengahnya adalah sabar, dan setengahnya lagi adalah syukur."

Dengan menerapkan konsep sabar dan syukur dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak hanya mampu mengatasi stres dan depresi, tetapi juga meraih ketenangan dan kebahagiaan sejati. 

Islam telah memberikan solusi komprehensif untuk kesehatan mental, tinggal bagaimana kita mengamalkannya dengan penuh keyakinan.

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏



Artikel : Prof. Dr. H. Munawir K., S.Ag., M.Ag.
Sumber : https://uin-alauddin.ac.id/
Edit:  Ndik

#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar