MENGUATKAN HATI DALAM UJIAN DENGAN IMAN DAN SABAR
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Sabtu 12 Sya'ban 1447 H /31 Januari 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Ujian hidup adalah panggilan Allah tuk menguatkan iman. Hadapi dengan ridha takdir, sabar, dan yakin ada hikmah. Pahala tanpa batas menanti hamba yang teguh.
Adakalanya, badai kehidupan datang tak henti, menguji setiap sudut kesabaran dan keimanan kita. Di saat-saat seperti itu, seringkali kita bertanya, mengapa ujian ini terus mendera? Namun, sebagai hamba yang beriman, marilah kita memandang setiap cobaan bukan sebagai penghalang, melainkan sebagai panggilan mesra dari Allah Azza wa Jalla, sebuah cara-Nya untuk membersamai dan menguatkan hati kita. Setiap jiwa pasti akan merasakan gejolak dan tekanan, namun perbedaan terletak pada bagaimana kita menyikapinya: apakah dengan keluh kesah, ataukah dengan ketegaran, optimisme, dan keyakinan bahwa di balik setiap ujian, ada rencana terindah dari Sang Pencipta. Ini adalah inti dari iman kepada takdir, sebuah landasan yang akan menuntun kita pada keridhaan sejati.
Landasan utama untuk menghadapi derai cobaan adalah keimanan yang kokoh kepada takdir Allah. Sesungguhnya, segala sesuatu yang menimpa kita telah ditetapkan oleh Allah Azza wa Jalla jauh sebelum penciptaan langit dan bumi. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim).
Pemahaman ini, sebagaimana diungkapkan oleh Ibnul Qayyim, adalah kunci setiap kebaikan: mengetahui bahwa apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak akan pernah terjadi. Iman kepada takdir akan melapangkan hati kita, menjadikannya ridha atas segala ketetapan-Nya, betapa pun beratnya ujian yang dihadapi.
Keyakinan akan adanya hikmah di balik setiap takdir adalah pilar keimanan yang tak tergoyahkan. Setiap Mukmin diajarkan untuk mengimani bahwa tidak ada satu pun ciptaan atau ketetapan Allah yang sia-sia atau tanpa tujuan. Allah berfirman, (QS. Al Mu’minun: 115-116).
اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ ١١٥
115, Apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (QS. Al Mu’minun: 115).
فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ ١١٦
116. Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya. Tidak ada tuhan selain Dia, pemilik ‘Arasy yang mulia. (QS. Al Mu’minun: 116).
Ayat ini, bersama dengan QS. Ad Dukhan: 38-39
وَمَا خَلَقْنَا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَ ٣٨
38, Tidaklah Kami ciptakan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya secara main-main. (QS. Ad Dukhan: 38)
مَا خَلَقْنٰهُمَآ اِلَّا بِالْحَقِّ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ ٣٩
39. Tidaklah Kami ciptakan keduanya, kecuali dengan hak. Akan tetapi, kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. (QS. Ad Dukhan: 39)
Ayat ini menegaskan bahwa ciptaan-Nya adalah dengan haq, menguatkan bahwa di balik setiap kesulitan, tersembunyi pelajaran dan kemuliaan yang mungkin belum kita pahami sepenuhnya.
Untuk menguatkan hati, marilah kita mengingat teladan agung Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Musibah yang menimpa beliau, mulai dari cemoohan, cacian, hingga siksaan fisik, jauh melebihi apa yang mungkin kita alami. Mengingat beratnya ujian Nabi kita akan meringankan beban musibah kita sendiri, sebagaimana sabda beliau, “Musibah yang menimpaku sungguh akan menghibur kaum Muslimin.” (Shahih Al Jami’).
Bahkan, intensitas ujian adalah cerminan kekuatan iman. “Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya,” demikian sabda Rasulullah Shalallahu 'AlaihiWasallam (HR. Tirmidzi). Ini menunjukkan bahwa ujian adalah tangga menuju penyucian dosa dan peninggian derajat.
Dalam kegelapan cobaan, selalu ada cahaya harapan. Allah Azza wa Jalla telah menjanjikan dengan tegas dalam Surat Al Insyirah, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” Janji ini adalah penyejuk hati yang tak terhingga. Maka, mari kita hadapi dengan kesabaran, yang oleh Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu, diibaratkan sebagai kepala pada jasad; tanpa kepala, jasad tak berarti. Sabar yang hakiki adalah menahan hati dan lisan dari keluh kesah, serta menahan anggota badan dari perilaku emosional, terutama saat benturan musibah pertama kali datang. “Yang namanya sabar seharusnya dimulai ketika awal ditimpa musibah,” sabda Rasulullah 'Alaihi Wasallam (HR. Bukhari).
Ketahuilah, pahala bagi mereka yang bersabar sungguh tak terhingga. Allah Azza wa Jalla berfirman, (QS. Az Zumar: 10).
قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌۗ وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ ١٠
“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan.” (QS. Az Zumar: 10).
Ini adalah janji kemuliaan dan derajat tinggi, bahkan surga, bagi orang-orang yang teguh dalam kesabarannya. Mengamalkan doa seperti yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada Ummu Salamah, “Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khairan minhaa,” akan mendatangkan ganjaran besar dan pengganti yang lebih baik dari Allah. Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, agar kita selalu istiqamah, ridha pada takdir-Nya, dan sabar dalam setiap ujian, demi meraih ridho dan cinta-Nya yang tak terbatas.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar