Menu

Kamis, 19 Maret 2026

Hari ke-30

MERAMADHANKAN SELURUH BULAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Kamis 30 Ramadan 1447 H /20  Maret 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Kini kita berada di hari-hari terakhir bulan Ramadhan. Di saat seperti ini, idealnya semangat ibadah kita semakin memuncak. Laksana kuda yang mengencangkan larinya menjelang garis finish.

“Seekor kuda pacu jika sudah mendekati garis finish, dia akan mengerahkan seluruh tenaganya agar meraih kemenangan. Jangan sampai engkau kalah cerdas dibanding kuda,” Ibnul Jauzi rahimahullah mengingatkan.

____________________________________________________________________
Doa Romadhan Hari Ke- 30

بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِي فِيهِ بِالشُّكْرِ وَالْقَبُولِ عَلَى مَا تَرْضَاهُ وَيَرْضَاهُ الرَّسُولُ مُحْكَمَةً فُرُوعُهُ بِالْأُصُولِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ الطَّاهِرِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Latin:
Allâhummaj'al shiyâmî fîhi bisysyukri wal qabûli 'alâ mâ tardhâhur Wayardlâhurrasûlu muhkamatan furû'uhu bil ushuli bihaqqi sayyidinâ muhammadin wa âlihit Al-Thâhirîn wal hamdu lillahi rabbil'âlamin.

Artinya:
"Ya Allah, terimalah puasaku di bulan ini dengan penuh rasa syukur. Jadikan puasaku mendatangkan ridha-Mu dan ridha para rasul. Engkau kuatkan furu'-nya (cabang) dengan ushul (pokok). Demi junjungan kami Muhammad dan keluarganya yang suci. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam".

_________________________________________________________________

“Sesungguhnya amalan itu ditentukan oleh penutupnya. Karenanya,  ketika kamu termasuk orang yang tidak baik dalam penyambutan, semoga  kamu bisa melakukan yang terbaik saat perpisahan.”

Maka, di akhir-akhir Ramadhan ini hendaknya kita kuatkan lagi semangat ibadah kita. Kita perbanyak doa-doa. Karena di antara tanda sukses Ramadhan ada dua. Pertama, baik di penghujungnya. Kedua, berdampak pada bulan-bulan berikutnya.    

Penentu amal ada di penghujungnya

Jika kita ingin mengevaluasi apakah Ramadhan kita sukses atau tidak, indikator utamanya antara lain pada bagaimana penghujungnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat Nabi adalah orang-orang yang Ramadhannya  paling sukses. Penghujung Ramadhan mereka lebih baik daripada permulaannya. Sebab di akhir Ramadhan, mereka i’tikaf sepuluh hari penuh.

Bagaimana dengan kita yang tidak bisa i’tikaf penuh? Kita upayakan agar penghujung Ramadhan ini bukan penurunan. Perlu kita pastikan bahwa hari-hari terakhir Ramadhan ini suasana ibadah dan kedekatan dengan Allah benar-benar terasa. Kita ingat dan resapi sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

وَإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِهَا

Sesungguhnya nilai amal itu ditentukan oleh penghujungnya. (HR. Ibnu Hibban dan As Suyuthi; shahih)

Senada dengan Ibnul Jauzi, Ibnu Rajab rahimahullah juga mengingatkan, “Wahai para hamba Allah, sungguh bulan Ramadhan ini akan segera pergi dan tidaklah tersisa waktunya kecuali sedikit. Karena itu, siapa saja yang telah beramal baik di dalamnya hendaklah dia menyempurnakannya dan siapa saja yang telah menyia-nyiakannya hendaklah ia mengakhirinya dengan yang  terbaik.”

Rabbani, bukan ramadhani

Indikator kedua kesuksesan Ramadhan adalah dampaknya pada bulan-bulan berikutnya. Jika setelah Ramadhan kita kembali banyak bermaksiat dan malalaikan ibadah, Ramadhan kita belum berhasil. Namun, jika kita semakin taat dan ketaqwaan meningkat, ini adalah tanda kesuksesan Ramadhan kita. Bukankah tujuan utama puasa Ramadhan adalah membentuk taqwa?

Jika kita hanya bisa qiyamul lail saat Ramadhan, hanya bisa tilawah saat Ramadhan, hanya shalat berjamaah saat Ramadhan, lalu semuanya tak berbekas setelah kepergian Ramadhan, kita baru menjadi hamba yang ramadhani. Hanya baik di bulan Ramadhan.

Namun, jika kita berhasil membawa semangat ibadah dan kebaikan Ramadhan ke bulan-bulan berikutnya, kita menjadi hamba yang rabbani. Tilawah Al-Qur’an setiap hari, sholat tahajud setiap malam. Inilah yang Allah perintahkan dan inilah  maksud meramadhankan seluruh bulan.

وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ

… Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya … (QS. Ali Imran: 79)

Kita tidak tahu kapan ajal tiba. Lihatlah sekeliling kita. Tetangga dan teman-teman kita. Mereka yang tahun lalu masih bersama kita, sebagiannya sudah tidak ada. Sebagiannya telah meninggal dunia di usia yang masih muda.

Meramadhankan seluruh bulan adalah ikhtiar membawa  semangat ibadah dan amal shalih Ramadhan ke bulan-bulan berikutnya. Dengan begitu, semoga ketika sewaktu-waktu Allah memanggil kita, kita menghadap-Nya dengan husnul khatimah.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي أَخِيرَهُ ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِمَهُ ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاك

Ya Allah, jadikan usia terbaikku ada di penghujungnya, amal terbaikku ada di penutupnya, dan hari terbaikku ketika aku bertemu dengan-Mu.

Semoga, doa Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu ini juga menjadi semangat kita. Sehingga, kita semakin bersemangat mengoptimalkan ibadah pada akhir Ramadhan ini dan kemudian meramadhankan seluruh bulan. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]

Wallahu'alam Bishshowab
Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah......!! "terimalah puasaku di bulan ini dengan penuh rasa syukur. Jadikan puasaku mendatangkan ridha-Mu dan ridha para rasul. Engkau kuatkan furu'-nya (cabang) dengan ushul (pokok). Demi junjungan kami Muhammad dan keluarganya yang suci. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam"

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏

Sumber : Aplikasi taujiah kultum Ramadhan
Penulis : Abah Luki & Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar