KEJAHATAN, KEHINAAN DI DUNIA DAN KEGELAPAN DI AKHIRAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Rabu 9 Muharam 1448 H /24 Juni 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Dikisahkan bahwa ada beberapa pelayan
raja yang menemukan anak kecil di jalan. Lantas mereka memungutnya. Raja
memerintahkan mereka agar anak tersebut dirawat dan disatukan dengan keluarga
raja. Raja pun menamainya Ahmad al-Yatim. Ketika anak tersebut mulai tumbuh
dewasa, nampak pada dirinya tanda-tanda kepandaian dan kecerdasan. Lalu raja
mendidiknya dan mengajarinya.
Tatkala sang raja hendak meninggal
dunia, beliau mewasiatkan anak tersebut kepada putra mahkota. Raja
menggabungkan anak tersebut kepada putra mahkota, memilihnya dan mengambil
janji agar dia menjadi orang yang setia dan menjadi pelayan yang jujur. Setelah
itu, dia memulai pekerjaannya. Sehingga, dia menjadi kepala pelayan raja dan
orang yang mengatur segala urusan istana.
Pada suatu hari raja memerintahkan
agar dia mengambilkan seseuatu dari salah satu kamarnya. Dia pun bergegas untuk
mengambilkan barang tersebut. Tiba-tiba dia melihat salah seorang dayang khusus
raja bersama seorang pemuda dari kalangan pelayan kerajaan sedang berbuat
kefasikan dan berbuat zina. Dayang itu memohon kepadanya agar merahasiakan
kejadian itu. Si dayang menjanjikan akan memberikan apa saja yang dia minta dan
merayunya dengan menyerahkan dirinya. Tujuannya, agar si dayang selamat dari
tindakannya (melaporkan kepada raja).
Lalu dia berkata kepada dayang
tersebut, “Aku mohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari
berkhianat kepada raja dengan berbuat zina padahal beliau telah berbuat baik
kepadaku.’ Kemudian dia meninggalkan dayang tersebut dan berlalu dengan tetap
menyembunyikan rahasia tersebut. Akan tetapi, dayang tersebut merasa khawatir
sendiri dan mengira bahwa Ahmad al-Yatim akan melaporkan perbuatannya kepada
raja.
Dayang tersebut menunggu raja sampai
beliau datang di istana. Kemudian dia menghadap raja sambil menangis dan
mengadu. Lalu sang raja bertanya kepadanya tentang apa yang terjadi. Si dayang
menjawab bahwa Ahmad al-Yatim telah merayu dirinya bahkan dia memaksanya untuk
berbuat zina.
Ketika sang raja mendengar hal
tersebut, kontan beliau marah besar dan bertekad untuk membunuh Ahmad al-Yatim.
Kemudian sang raja mengatur siasat untuk membunuhnya secara diam-diam, sehingga
orang-orang tidak mengetahui pembunuhan tersebut serta penyebabnya. Dia berkata
kepada anak buah seniornya, “Jika saya mengutus seseorang kepadamu dengan
membawa nampan dan meminta kepadamu ini dan itu, maka penggallah kepalanya dan
letakkan kepalanya pada nampan tersebut, lalu bawa potongan kepala itu
kepadaku.” Anak buahnya pun menerima dan menyanggupinya.
Pada suatu hari raja memanggil Ahmad
al-Yatim dan berkata kepadanya, “Temui fulan si pelayan dan katakan padanya,
‘Raja meminta ini dan itu.” Dia pun berangkat melaksanakan perintah raja
tersebut. Akan tetapi, di tengah jalan dia bertemu beberapa pelayan. Mereka
ingin menjadikan Ahmad sebagai penengah di dalam suatu perkara yang terjadi di
antara mereka. Ahmad al-Yatim meminta maaf dan berkata bahwa dia sedang
mendapat tugas untuk melaksanakan perintah raja. Mereka berkata, “Kami akan
mengutus seorang pelayan yang akan menggantikanmu untuk melaksanakan tugasmu.
Sehingga, engkau dapat memutuskan persoalan di antara kita.”
Ahmad al-Yatim mengabulkan permintaan
mereka. Lantas mereka mengutus salah seorang di antara mereka, yaitu pemuda
yang telah berbuat zina dengan si dayang. Ketika dia sampai, pimpinan pelayan
menariknya ke tempat yang telah dipersiapkan kemudian dia memenggal lehernya
secara tiba-tiba, lalu dia letakkan potongan kepala tersebut di atas nampan dan
ditutupi. Kemudian dia membawanya ke hadapan raja.
Ketika sang raja melihat nampan
tersebut, dengan segera dia membuka tutupnya, maka dia melihat potongan kepala
bukan kepala Ahmad al-Yatim. Selanjutnya raja memanggil Ahmad al-Yatim dan
menanyakan tentang apa yang telah dilakukannya. Lantas Ahmad menceritakan apa
yang telah terjadi. Kemudian raja bertanya, “Apakah kamu tahu dosa pelayan
ini?” Dia menjawab, “Iya. Dia telah melakukan ini dan itu bersama seorang
dayang. Keduanya meminta saya dengan bersumpah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
agar saya merahasiakan berita ini.”
Ketika sang raja mendengar hal itu,
maka beliau memerintahkan agar si dayang dibunuh juga. Beliau kembali mencintai
dan memuliakan Ahmad al-Yatim seperti sedia kala. Demikianlah akibat memenuhi
janji dan ujung dari khianat.
“Rencana yang jahat hanya akan menimpa
orang yang merencanakannya sendiri. “ Allah Subahanu Wata’ala berfirman (QS.
Fathir: 43)
ࣙاسْتِكْبَارًا
فِى الْاَرْضِ وَمَكْرَ السَّيِّئِۗ وَلَا يَحِيْقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ اِلَّا بِاَهْلِهٖۗ
فَهَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّا سُنَّتَ الْاَوَّلِيْنَۚ فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ
تَبْدِيْلًا ەۚ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَحْوِيْلًا ٤٣
Artinya : “karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana jahat mereka. Akibat (buruk) dari rencana jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanya menunggu ketetapan (yang berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka, kamu tidak akan mendapatkan perubahan atas ketetapan Allah dan tidak (pula) akan menemukan penyimpangan bagi ketetapan Allah itu.” (QS. Fathir: 43)
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Editing: Ndik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar