KALIMAT TAUHID, BUKAN SEMBARANG KALIMAT

بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Selasa 6 Syafar 1448 H /21 Juli 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Kalimat
tauhid adalah seruan setiap rasul kepada umatnya
Imam
Asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Ketahuilah, sekelompok
ulama besar Islam meriwayatkan bahwasanya seluruh syariat bersepakat dalam
penetapan tauhid dengan sekian banyak jumlah rasul yang diutus dan sekian
banyak kitab Allah yang diturunkan kepada para nabi.”
Ibnu
Hibban dan Al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanad hasan dari hadis Abu Dzar yang
isinya, “Jumlah nabi ada seratus dua puluh empat ribu orang, sedangkan kitab
suci yang diturunkan adalah sejumlah seratus empat kitab.”
Kemudian
beliau menegaskan, “Oleh sebab itu, tauhid ini adalah agama alam semesta
(umat manusia) dari sejak yang pertama hingga yang terakhir, yang terdahulu
hingga yang paling belakangan…” (lihat Irsyad Ats-Tsiqat ila
Ittifaqi Asy-Syara’i’ ‘ala At-Tauhid wa Al-Ma’aad wa An-Nubuwwaat, hal. 5)
Keutamaan
kalimat tauhid
Syekh
Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Kalimat laa
ilaha illallah adalah kalimat yang agung, meski ringan diucapkan dengan
lisan. Namun, ia memiliki bobot yang amat besar di atas timbangan (amal).
Karena pada hakikatnya, kalimat ini merupakan kandungan agama Islam. Akan
tetapi, kalimat ini bukanlah semata-mata ucapan. Ia memiliki makna dan
konsekuensi. Ia memiliki rukun dan syarat-syarat. Yang semua itu harus
dimengerti…” (lihat Syarh Tafsir Kalimat At-Tauhid, hal. 5)
Kalimat
tauhid ini pula yang mengawali sebuah ayat paling agung di dalam Al-Qur’an,
yaitu ayat Kursi. Imam Muslim meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu
’anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
kepadanya, “Wahai Abul Mundzir! Tahukah kamu ayat manakah di antara
ayat-ayat Kitabullah yang paling agung?” Aku menjawab, “Allahu laa
ilaaha illa huwal hayyul qayyuum.” Ubay berkata, “Kemudian beliau pun
menepuk dadaku seraya berkata, ‘Demi Allah, ilmu benar-benar akan membuatmu
bahagia wahai Abul Mundzir.’ ” (lihat Ayat Al-Kursi wa Barahin
At-Tauhid, karya Syekh Abdurrazzaq Al-Badr, hal. 4)
Syekh
Abdurrazzaq Al-Badr hafizhahullah berkata, “Ya! Sungguh
pendapat yang disampaikan oleh Ubay radhiyallahu ’anhu dalam memilih
ayat ini merupakan pendapat yang sangat jeli dan cermat. Hal itu sekaligus
menunjukkan betapa agungnya kedudukan tauhid dalam hati para sahabat…”
(lihat Ayat Al-Kursi wa Barahin At-Tauhid, hal. 7)
Kalimat
tauhid inilah nikmat terbesar dan anugerah terindah bagi seorang hamba di dalam
hidupnya. Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah mengatakan, “Tidaklah
Allah memberikan nikmat kepada seorang hamba di antara hamba-hamba-Nya dengan
suatu kenikmatan yang lebih besar daripada tatkala Allah perkenalkan mereka
dengan laa ilaha illallah.” (lihat Ayat Al-Kursi wa Barahin
At-Tauhid, hal. 23)
Hamba
Allah yang sejati
Allah Ta’ala berfirman
menceritakan ucapan Ibrahim ‘alaihis salam kepada ayahnya,
یَـٰۤأَبَتِ
لَا تَعۡبُدِ ٱلشَّیۡطَـٰنَۖ إِنَّ ٱلشَّیۡطَـٰنَ كَانَ لِلرَّحۡمَـٰنِ عَصِیࣰّا
Artinya
: “Wahai ayahku, janganlah engkau menyembah setan. Sesungguhnya setan itu
kepada Ar-Rahman adalah senantiasa durhaka.” (QS. Maryam: 44)
Ibnu
Rajab rahimahullah mengatakan, “Maka barangsiapa yang tidak
merealisasikan ubudiyah (penghambaan) kepada Ar-Rahman dan
benar-benar patuh kepada-Nya, itu artinya dia telah beribadah kepada setan
yaitu dengan bentuk ketaatan kepadanya. Dan tidaklah bisa bersih dan terbebas
dari penghambaan kepada setan, kecuali orang-orang yang mengikhlaskan
ubudiyahnya kepada Ar-Rahman. Mereka itulah yang Allah sebutkan tentangnya,
إِنَّ عِبَادِی
لَیۡسَ لَكَ عَلَیۡهِمۡ سُلۡطَـٰنٌ
Artinya
: “Sesungguhnya hamba-hamba-Ku itu, tiada kekuasaan atasmu untuk
mencelakakan mereka.” (QS. Al-Hijr: 42)
Kemudian, Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan, “Mereka itulah orang-orang yang merealisasikan ucapan laa ilaaha illallah dengan sebenarnya, ikhlas dalam mengucapkannya, perbuatan mereka pun mencerminkan apa yang mereka ucapkan, sehingga mereka tidak berpaling dan memuja kepada selain Allah, apakah dalam bentuk kecintaan, harapan, takut, ketaatan, maupun tawakal. Mereka itulah orang-orang yang jujur dalam mengucapkan laa ilaaha illallah, dan mereka itulah para hamba Allah yang sejati.” (lihat Kitab At-Tauhid, Risalah Kalimat Al-Ikhlash, hal. 57)
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel: www.muslim.or.id
Editing: Ndik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar