SUNAH YANG SERING DITINGGALKAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Jum'at 2 Syafar 1448 H /17 Juli 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Khotbah Pertama
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ
اللهِ وَبَركَاتُهُ
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ
إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
عَلٰى مَحَمَّدِ نِالْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى.
أَمَّا بَعْدُ
فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ!
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى
فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ
كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا
رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ
مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ
وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Ma’asyiral muslimin, jemaah masjid yang dimuliakan Allah.
Mengawali khotbah kali ini, khatib
berwasiat kepada diri khatib pribadi dan para jemaah sekalian agar kita
senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Ta’ala dengan
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dan di antara bentuk
menaati serta menjalankan perintah Allah Ta’ala di dalam
kehidupan sehari-hari adalah menghidupkan sunah-sunah nabi-Nya Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam di setiap gerakan kita, masa luang kita, dan di
setiap perkataan maupun perbuatan kita. Sehingga setiap titik dan inci
kehidupan kita selaras dengan sunah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallam dari terbitnya mentari hingga tenggelamnya. Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ
اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ
غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya : “Katakanlah (Muhammad),
‘Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan
mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Mahapengampun lagi
Mahapenyayang.” (QS. Ali Imran: 31)
Imam Hasan Al-Basri rahimahullah pernah
berkata,
“Tanda cintanya para ulama’ kepada Nabi
Muhammad itu terlihat dari bagaimana seriusnya mereka di dalam mengikuti
sunah-sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Kedudukan seorang mukmin itu diukur dari
sejauh mana ia mengikuti sunah nabinya. Maka, semakin banyak mereka mengikuti
sunah beliau, semakin tinggi kedudukannya di sisi Allah dan semakin mulia.
Berpegang teguh di dalam mengikuti sunah nabi memiliki beberapa keutamaan, di
antaranya adalah:
- Meraih
cinta Allah Ta’ala.
- Menutup
kekurangan dan ketidaksempurnaan seorang hamba pada ibadah wajib.
- Terhindar
dari terjerumus ke dalam perbuatan bid’ah.
- Mengagungkan
syiar Allah Ta’ala.
Jemaah Jum’at yang dicintai Allah Ta’ala,
marilah kita menghidupkan sunah sunah Rasulullah di kehidupan kita sehari-hari.
Kalau bukan kita yang melakukan, lalu siapa lagi? Karena itu merupakan bukti
kecintaan kita terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Berikut
ini adalah beberapa sunah yang sering ditinggalkan dan dilupakan oleh
kebanyakan manusia, semuanya benar telah datang dari nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam:
Pertama, menjilati jari-jemari setelah selesai
makan sebelum mencucinya, berdasarkan hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu
‘anhuma, sesungguhnya nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
إذا أكل أحدكم؛ فلا يمسح
يده؛ حتَّى يَلعقها أو يُـلعقها
Artinya : “Jika salah seorang dari
kalian telah selesai dari makannya, maka janganlah ia mencuci tangannya,
kecuali sesudah ia menjilati jari-jemarinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kenapa kita dianjurkan melakukan hal
itu? Karena kita tidak tahu letak keberkahan makanan kita ada di mana. Bisa
jadi makanan yang ada di jari jemari kita itulah yang berkah.
Kedua, mengambil napas ketika minum sebanyak
tiga kali di luar gelas. Dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,
beliau berkata,
كان رسول الله صلَّى الله
عليه وسلَّم يتنفَّس في الشَّراب ثلاثاً ويقول:(إنَّه أروى، وأبرأ، وأمْرأ)
Artinya : “Bahwasannya Rasulullah
bernapas sebanyak tiga kali ketika minum. Lalu ia bersabda, ‘Sesungguhnya
dengan begini haus lebih hilang, lebih lepas, dan lebih enak.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Ketiga, memperbanyak istighfar/ meminta
ampun ketika sedang bermajelis. Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
إن كنَّا نعد لرسول الله
صلَّى الله عليه وسلَّم، في المجلس الواحد مائة مرة: رب اغفر لي، وتب عليَّ، إنَّك
أنت التَّواب الرَّحيم
Artinya : “Sesungguhnya kami pernah
menghitung Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sekali majelis
mengucapkan istigfar sebanyak seratus kali, yaitu: Rabbighfir li wa tub
‘alayya, innaka antat tawwabur rahim. (Artinya: Ya Tuhanku, ampunilah saya
serta terimalah taubat saya, sesungguhnya Engkau adalah Mahapenerima taubat
lagi Mahapenyayang).” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Keempat, bersedekah semampu kita ketika bertobat
dari sebuah dosa. Imam Bukhari dan Muslim menuturkan kisah Ka’ab radhiyallahu
‘anhu, bahwasanya ia berkata,
قلت: يا رسول الله!! إنَّ
من توبتي أن أنخلع من مالي صدقة إلى الله وإلى رسوله، قال رسول الله: أمسك عليك بعض
مالك، فهو خيرٌ لك
Artinya : “Aku berkata kepada
Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya termasuk bagian dari tobatku, aku
ingin melepaskan semua hartaku sebagai sedekah untuk Allah dan Rasul-Nya.’
Rasulullah pun bersabda, ‘Sisihkan sebagian hartamu, maka itu lebih baik.”
Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan
di kitabnya Zaadul Ma’ad, “Perkataan Ka’ab ini merupakan
dalil akan disunahkannya bersedekah ketika bertobat semampunya.”
Kelima, tidak melepas tangan kita saat berjabat
tangan dengan orang lain, kecuali orang tersebut yang melepasnya lebih dahulu.
Dari sahabat Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
كان رسول الله صلَّى الله
عليه وسلَّم إذا صافح رجلاً لم يترك يده؛ حتَّى يكون المصافح هو التَّارك ليد رسول
الله صلَّى الله عليه وسلَّم
Artinya : “Dahulu, jika Rasulullah
menjabat tangan seseorang, ia tidak akan melepaskan tangannya, kecuali orang
yang dijabat tangannya itu melepasnya terlebih dahulu.”
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا
وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ
Khotbah
Kedua.
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى،
وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ
أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ،
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ
اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ
الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،
اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ
وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ
الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ
بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى
كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا
إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ
عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ
وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى
الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ
الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا
فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Penulis: Muhammad Idris, Lc.
Artikel: www.muslim.or.id
Editing: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar