Menu

Kamis, 02 Juli 2026

KHOTBAH JUM'AT

KEBAIKAN KECIL YANG BERNILAI BESAR

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Jum'at 18 Muharam 1448 H /3 Juli 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Khutbah Pertama

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ألِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ألِ إِبْرَاهِيْمَ ِفي اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقٌوْنَ، فَقَالَ الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

وَقَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

أَمَّا بَعْدُ

Jama’ah hadirin sidang Shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah ﷻ.

Di awal khutbah ini, mari kita kembali bersyukur kepada Allah ﷻ, Raja di atas segala Raja di muka bumi ini. Dia lah yang telah memberikan segala kenikmatan-Nya kepada kita semua. 

Dengan segala nikmat itu, kita bisa memanfaatkannya untuk meraih kebaikan di dunia maupun di akhirat. 

Shalawat beriring salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi dan Rasul junjungan kita, suri teladan yang terbaik bagi umat ini, yakni Nabi Agung Muhammad ﷺ. 

Seorang Nabi dan juga Rasul yang Allah utus untuk mengajarkan akidah tentang keesaan Allah ﷻ kepada umat manusia di muka bumi ini. 

Tak lupa, khatib juga berwasiat kepada diri khatib pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah ﷻ.

Jama’ah hadirin sidang Shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah ﷻ.

Sering kali kita mengukur amal dengan ukuran manusia: besar atau kecil, terlihat atau tidak terlihat, dipuji atau tidak dipuji.

Padahal, ukuran Allah bukan pada besarnya amal, tetapi pada keikhlasan dan manfaatnya.

Pada khutbah kali ini, mari kita bersama merenungkan satu kisah yang sangat sederhana, namun sarat akan pelajaran iman. 

Yaitu kisah seorang wanita yang hampir tidak dikenal manusia, tapi dicintai Rasulullah.

Beliau adalah seorang wanita berkulit hitam yang hidup di masa Rasulullah ﷺ, dikenal dengan panggilan Ummu Mihjan. 

Ia bukan shahabiyah yang ikut jihad di medan perang, bukan pula penghafal ribuan hadits, bahkan ketiadaannya nyaris tidak dirasakan oleh manusia.

Jama’ah hadirin sidang Shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah ﷻ.

Bagi sebagian besar manusia, amalan Ummu Mihjan akan dianggap sangat sederhana, yaitu membersihkan masjid.

Ia mengumpulkan dedaunan yang jatuh, membersihkan kotoran, lalu membuangnya. 

Tidak ada tepuk tangan, tidak ada sanjungan, tidak ada pula pujian berlebihan.

Namun demikian, dalam kesederhanaan itulah kisahnya diabadikan dalam kitab-kitab hadits shahih; Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan juga kitab-kitab para ulama.

Jama’ah hadirin sidang Shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah ﷻ.

Hingga pada suatu malam, Ummu Mihjan wafat. 

Para sahabat menyalatkan dan menguburkannya tanpa memberitahu Baginda Nabi Rasulullah Muhammad ﷺ karena merasa segan membangunkan beliau di malam hari.

Pada keesokan harinya, Rasulullah ﷺ masuk ke masjid dan merasakan ada yang hilang. 

Lantas beliau bertanya, “Di mana Ummu Mihjan?

Ketika para sahabat menjelaskan bahwa ia telah wafat, Rasulullah ﷺ bersedih, lalu meminta ditunjukkan kuburnya.

Beliau pun menyalatkan dan mendoakan Ummu Mihjan di sisi kuburnya.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

Mari kita resapi. 

Rasulullah ﷺ adalah Nabi dan Rasul, kepala negara, pemimpin umat, dengan urusan yang jauh lebih besar dan kompleks.

Namun beliau kehilangan seorang wanita miskin yang pekerjaannya hanya membersihkan masjid.

Tentu ini adalah pesan yang sangat berharga bagi kita agar jangan sampai meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun.

Rasulullah ﷺ bersabda

لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا

“Jangan sekali-kali engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun.” (HR. Muslim, 2626)

Bahkan Rasulullah ﷺ menyebutkan contoh yang sangat ringan, “Walaupun engkau hanya bertemu saudaramu dengan wajah yang ceria.”

Syaikh Utsaimin رحمه الله menjelaskan, wajah ceria, sapaan yang baik, perhatian sederhana—semuanya menumbuhkan kebahagiaan di hati saudara kita, dan semua itu bernilai ibadah di sisi Allah ketika diniatkan untuk melaksanakan sunah. 

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

Dari kisah tersebut, ada beberapa pelajaran penting tentang amal-amal yang tampak kecil, namun besar pahalanya.

Pertama: Amal Kecil Menjadi Besar karena Keikhlasan

Allah ﷻ tidak menilai amal dari bentuk luarnya, tetapi dari niat yang tersembunyi di dalam hati.

Rasulullah ﷺ bersabda

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ummu Mihjan tidak terkenal, tidak dikenal, bahkan namanya pun tidak jelas. Tetapi ia ikhlas beramal membersihkan rumah Allah ﷻ. 

Amal kecil itu lantas bernilai besar karena niatnya murni untuk Allah ﷻ.

Sebaliknya, betapa banyak amal besar—sedekah besar, jabatan tinggi, aktivitas megah—namun menjadi kecil atau bahkan gugur nilainya karena niat yang rusak.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

Kedua: Amal yang Dilakukan Terus-Menerus Meski Kecil 

Allah menyukai amal yang kontinyu, meskipun kecil.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Membersihkan masjid mungkin tampak remeh, tetapi jika dilakukan setiap hari, dengan istiqamah. Maka itulah yang membuat Ummu Mihjan istimewa.

Istiqamah menunjukkan bukti cinta kepada Allah ﷻ. Bukan banyaknya amal sesekali, tetapi kesetiaan dalam kebaikan.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

Ketiga: Amal yang Memberi Manfaat bagi Orang Lain

Salah satu yang membuat suatu amal itu istimewa adalah pada manfaatnya yang dirasakan orang lain.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Masjid yang bersih membuat orang khusyuk shalat, nyaman beribadah, dan tenang berzikir. 

Bisa jadi ribuan shalat dilakukan dengan lebih khusyuk karena kebersihan yang dijaga.

Betapa banyak pahala yang mengalir tanpa disadari.

Sehingga mari kita perbaiki cara pandang kita terhadap amal. 

Jangan menunggu menjadi besar untuk berbuat baik. Jangan menunggu mampu melakukan amal yang megah.

Jamaah sekalian, kita mungkin tidak akan pernah tercatat di buku sejarah dunia. Nama kita pun mungkin tidak akan dikenal di jagat media sosial. 

Namun, mari belajar dari Ummu Mihjan. Meski ia ‘asing’ di bumi, namanya harum di langit dan dicari oleh Rasulullah ﷺ. 

Jangan remehkan satu sampah yang Anda pungut, jangan remehkan satu senyum yang Anda beri, karena bisa jadi, itulah amalan yang menjadi kunci pembuka pintu surga kita.

Seperti Ummu Mihjan, mari kita terus menebar kebaikan semampu dan sebisa kita, dengan harapan hanya satu: ridha Allah ﷻ.

Dan semoga Allah ﷻ menerima setiap usaha yang kita upayakan dengan ikhlas, istiqamah, serta dirasakan manfaatnya oleh sesama.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ: اتَّقُوا اللَّهَ فَإِنَّ تَقْوَاهُ أَفْضَلُ مُكْتَسَبٍ

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah.

Pada khutbah yang kedua ini, marilah kita bersama-sama berdoa kepada Allah ﷻ.

Semoga dengan doa-doa yang kita panjatkan, Allah ﷻ berkenan untuk memberikan ampunan serta rahmat-Nya kepada kita. 

‎إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعْوَاتِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

اَللّٰهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ وَ يا مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ المُوَحِّدِيْنَ

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏


Sumber https://mahadannur.id/
Editing: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar