RASULULLAH DIUTUS SEBAGAI RAHMAT BAGI SELURUH ALAM
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Jum'at 9 Syafar 1448 H /24 Juli 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Khotbah pertama
السَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ.
إِنّ الْحَمْدَ
ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ .
اَللّٰهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى مَحَمَّدِ نِالْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ
التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ
بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى
فَقَالَ
اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا
زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي
تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Ma’asyiral
Muslimin, jemaah
masjid yang dimuliakan Allah Ta’ala.
Pertama-tama,
khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan para jemaah sekalian agar
senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala. Sesungguhnya
orang yang bertakwa kepada-Nya akan dimudahkan untuk mengerjakan kebaikan dan
dilindungi dari segala keburukan dan kejelekan. Allah Ta’ala berfirman,
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَاٰمِنُوْا بِرَسُوْلِهٖ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ
مِنْ رَّحْمَتِهٖ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ نُوْرًا تَمْشُوْنَ بِهٖ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ
غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۙ
Artinya
: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah
kepada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua
bagian, dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat
berjalan serta Dia mengampuni kamu. Dan Allah Mahapengampun, Mahapenyayang.” (QS.
Al-Hadid: 28)
Jemaah
salat Jumat yang senantiasa dirahmati Allah Ta’ala.
Barangsiapa
yang merenungi dan menyelami makna Al-Qur’an, maka akan mendapati bahwa
Allah Ta’ala mengangkat derajat penyebutan nama Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam. Di antaranya ia berfirman,
اَلَمْ
نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ ، وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ ، الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ
، وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ
Artinya
: “Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)? Dan Kami pun telah
menurunkan bebanmu darimu, yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan
sebutan (nama)mu bagimu.” (QS. As-Syarh: 1-4)
Di
dalam kitab “Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir” karya Syekh Dr.
Muhammad Sulaiman Al-Asyqar, pengajar tafsir Universitas Islam Madinah
disebutkan,
“‘Dan
Kami tinggikan bagimu sebutan namamu di dunia dan di akhirat dengan berbagai
hal, seperti keharusan bagi orang-orang beriman jika mereka mengucapkan ‘Aku
bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah’, maka mereka juga mengucapkan ‘dan aku
bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah’, dan penyebutan namanya pada
lafadz azan, dan dalam selawat kepadanya.”
Sungguh
harum dan tinggi nama beliau. Tidak ada waktu luang terlewat, kecuali ada lisan
yang senantiasa berselawat kepadanya setiap dibacakan namanya. Tidak pernah
kosong sebuah majelis ilmu, kecuali disebutkan di dalamnya hadis-hadis beliau.
Dan akan selalu ada hati yang menjadi tenang karena mendengar kisah hidup dan
akhlak beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.
Kaum
muslimin yang mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Di
ayat tersebut, Allah Ta’ala sertakan juga salah satu sebab
tingginya kedudukan beliau. Di awal surah ini Allah Ta’ala sebutkan
bahwa salah satu karakteristik Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah
lapang dada. Hati beliau ini sangatlah luas sehingga bisa mengayomi seluruh
alam semesta ini. Hatinya terbuka untuk anak-anak kecil dan orang dewasa, orang
kaya maupun orang miskin, laki-laki maupun perempuan.
Di
beberapa kisah nabi yang sahih, bahkan juga menggambarkan bagaimana akhlak dan
sikap beliau terhadap tumbuhan dan hewan, yang jelas-jelas mereka adalah
makhluk yang tidak berakal. Di antara kisahnya adalah kisah beliau dengan
sebuah batang kurma. Bagaimana kisahnya?
Ada
seorang wanita Anshor berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Wahai Rasulullah, bolehkah saya membuatkan sesuatu untukmu sehingga engkau
dapat duduk di atasnya? Sesungguhnya anak saya adalah seorang tukang kayu.”
Rasulullah pun menjawab, “Silakan jika engkau mau.”
Maka,
wanita tersebut pun membuatkan beliau sebuah mimbar. Pada hari Jumat, Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam pun duduk di atas mimbar yang telah dibuatkan
tadi. Lalu, batang kurma yang biasa beliau gunakan untuk berkhotbah menangis
keras, hingga hampir-hampir saja batang kurma itu terbelah.
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam pun turun kemudian memegang dan memeluknya.
Setelah itu, mulailah batang pohon itu mengerang seperti erangan anak kecil
yang sedang diredakan tangisannya sampai ia terdiam. Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam lalu bersabda, “Ia menangis karena zikir yang dulu biasa ia dengar.” (HR. Bukhari no. 2095)
Lihatlah
bagaimana lembutnya sikap beliau kepada sebuah tanaman, yang menunjukkan bahwa
kasih sayang dan karunia beliau mencakup seluruh alam semesta ini.
Tidak
ada satu pun dari mereka yang pernah mempelajari biografinya dan kisah hidupnya
dengan serius, kecuali pasti akan setuju dengan tingginya dan mulianya
kedudukan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Sungguh benar
firman Allah Ta’ala,
وَمَآ
اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
Artinya
: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi)
rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)
Jemaah
yang dimuliakan Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala telah
menyifati Nabi-Nya dengan satu sifat yang wajib direnungi oleh setiap muslim
yang cerdas. Allah Ta’ala berfirman,
لَقَدْ
جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ
عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Artinya
: “Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat
terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan
dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang
beriman.” (QS. At-Taubah: 128)
Allah
menjelaskan bahwa Rasulullah merupakan manusia layaknya kita, merasakan apa
yang dirasakan oleh manusia lainnya. Nabi pun sedih dan sempit dadanya karena
perkataan yang menyakitinya. Hanya saja beliau memilih bersabar karena
Allah Ta’ala, membalas perkataan yang buruk dengan perkataan yang
baik, merealisasikan firman Allah Ta’ala,
وَلَا تَسْتَوِى
الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ
بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ
Artinya
: “Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu)
dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara
kamu dan dia akan seperti teman yang setia.” (QS. Fussilat: 34)
Oleh
karena itulah, beliau termasuk orang-orang yang sabar serta mendapatkan
ganjaran yang besar. Allah Ta’ala melanjutkan firman-Nya,
وَمَا يُلَقّٰىهَآ
اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْاۚ وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا ذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ
Artinya
: “Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan, kecuali kepada
orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan, kecuali kepada orang-orang yang
mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS. Fussilat: 35)
Hikmah
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diciptakan adalah agar
beliau bisa dijadikan sebagai panutan dan teladan, baik itu di dalam menyambung
silaturahmi dengan orang yang memutusnya, memaafkan orang yang menzalimi kita
ataupun berbuat baik terhadap orang yang menyakiti kita. Allah Ta’ala berfirman,
لَقَدْ
كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ
وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Artinya
: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari
Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Jemaah
Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala,
Di
antara bukti kasih sayang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada
kita adalah perhatian beliau yang sangat besar kepada umatnya. Syariat yang
beliau bawa semuanya membawa kemudahan, jauh dari hal-hal yang menyusahkan dan
menyulitkan berdasarkan firman Allah Ta’ala,
وَمَا جَعَلَ
عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍۗ
Artinya
: “Dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama.” (QS.
Al-Hajj: 78)
Sungguh,
dakwah agama ini mengedepankan dan memperhatikan kemanusiaan. Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
يَسِّرُوا
ولا تُعَسِّرُوا، وبَشِّرُوا، ولا تُنَفِّرُوا.
Artinya
: “Permudahlah dan jangan persulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat
orang lari.” (HR. Bukhari no. 69 dan Muslim no. 1734)
أقُولُ
قَوْلي هَذَا وَأسْتغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ لي وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوهُ
يَغْفِرْ لَكُمْ إِنهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ، وَادْعُوهُ يَسْتجِبْ لَكُمْ إِنهُ
هُوَ البَرُّ الكَرِيْمُ.
Khotbah kedua
اَلْحَمْدُ
للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ.
Jemaah
yang berbahagia, tentu mereka yang beragama Islam pasti mengakui bahwa dirinya
mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, hanya saja
apakah cinta yang mereka dengung-dengungkan itu sudah benar dan jujur?
Sesungguhnya
di antara realisasi kecintaan kita terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam adalah dengan menanamkan juga rasa cinta ini kepada anak cucu
kita. Beberapa sarananya adalah dengan menceritakan kepribadian beliau dan
bagaimana sikap-sikap beliau saat terjadinya sebuah kejadian. Karena di
dalamnya terdapat sikap dan akhlak Nabi terhadap mereka yang lebih tua,
bagaimana sayangnya beliau terhadap anak kecil, bagaimana baiknya beliau kepada
fakir miskin, perhatian beliau kepada orang-orang yang membutuhkan, dan
bagaimana beliau mendakwahkan agama ini kepada seluruh manusia. Karena sungguh beliau
adalah rahmat dan karunia bagi seluruh alam semesta ini.
Sarana
lainnya untuk menanamkan rasa cinta ini di hati kita dan anak-anak kita adalah
dengan menanamkan sikap rendah hati serta terjun langsung mempraktikkannya di
dalam kehidupan bermasyarakat, baik di waktu senang mereka maupun di waktu
susah mereka, karena hal ini akan membekas di hati masyarakat. Bahkan praktik
langsung kita terhadap petunjuk yang beliau ajarkan dan berakhlak dengan akhlak
beliau merupakan bukti terkuat kecintaan kita kepada beliau shallallahu
‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ اِنْ
كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya
: “Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku,
niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Mahapengampun,
Mahapenyayang.” (QS. Al-Imran: 31)
فَيَا أَيُّهَا
الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ
عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،
اللهم ادْفَعْ
عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ
وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا
بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً،
إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
رَبّنَا
لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا
إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا
مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا
فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ
إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
اللهمّ
أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ
الآخِرَةِ
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
وَالْحَمْدُ
للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel: www.muslim.or.id
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar