MENJAGA HAWA NAFSU, YANG AKAN MENYESATKANMU
APAKAH SEMUA YANG DICITA-CITAKAN AKAN TERKABUL SEMUANYA
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Senin 14 Muharam 1448 H /29 Juni 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Peringatan untuk tidak menuruti hawa nafsu sangat mendasar dalam menjalani kehidupan. Mengikuti dorongan nafsu tanpa kendali dapat membutakan hati dan menyesatkan bahkan menjauhkan kita dari kebenaran.
Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman kepada Nabi Dawud ‘Alaihis Salam :
يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
Artinya : “Wahai Dawud, sesungguhnya Kami menjadikan engkau khalifah di bumi. Maka berilah keputusan di antara manusia dengan kebenaran dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang tersesat dari jalan Allah akan mendapatkan azab yang berat karena mereka melupakan hari perhitungan.” (QS. Shaad [38] : 26)
Ayat di atas memberikan pelajaran bahwa mengikuti hawa nafsu akan menyesatkan dan memalingkan manusia dari jalan Allah. Karena itu, Allah memerintahkan Nabi Dawud ‘Alaihis Salam untuk memutuskan perkara di antara manusia dengan benar dan menjauhi hawa nafsu.
Ada sebuah hikayat terkenal tentang Syaikh Abu Yazid Al Busthami Radhiyallahu 'Anhu, konon, saat bermimpi melihat Rabbal Izzah (Allah), ia bertanya kepada-Nya, Bagimana jalan menuju-Mu ? Dia menjawab : Tinggalkan nafsu dirimu dan kemarilah. Abu Yazid pun lantas bertutur : Serta merta aku keluar dari nafsu diriku laksana seekor ular keluar melongsong dari kulit badannya.
Jadi, jelas sudah bahwa kebajikan terletak dalam sikap memusuhi nafsu diri secara umum dalam segala kondisi, ketika kau berada dalam kondisi takwa, maka lawanlah nafsumu dengan keluar dari hal-hal yang haram dan subhat.
وَإِنْ مِّنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلَكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْ، إِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا
Artinya : "Dan, tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka, sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun". (QS. Al Israa : 44)
Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang lain :
فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَٓا أَتَيْنَا طَٓائِعِيْنَ
Artinya : "Lalu, Dia berkata kepada langit dan bumi, datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa, keduanya menjawab, Kami datang dengan suka hati." (QS. Fushshilat : 11)
Mengikuti hawa nafsu menghalangi seseorang dari memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya.
Allah Subhanahu Wa Ta‘ala berfirman :
فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Artinya :“Jika mereka tidak memenuhi panggilanmu, ketahuilah bahwa mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk dari Allah? Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah kepada kaum yang zalim.” (QS. Al-Qasas [28] : 50)
"Perangi hawa nafsumu, kendalikan amarahmu, dan lawan kebiasaan burukmu, maka kamu akan menyucikan dirimu, menyempurnakan akalmu, dan sungguh kamu akan menyempurnakan pahala yang diberikan oleh Rabbmu." (Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah)
Dengan mampu mengendalikan hawa nafsu, kita sebenarnya sedang membebaskan diri dari perbudakan keinginan sesaat dan meraih kedamaian yang sejati.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar