BERSYUKUR KEPADA MANUSIA
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Senin 5 Syafar 1448 H /20 Juli 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Syariat
Islam memerintahkan kepada kita untuk senantiasa berterima kasih kepada sesama
manusia atas berbagai kebaikan, keutamaan, dan peran mereka dalam kehidupan
kita. Sangat banyak orang yang berperan dalam kehidupan kita, mulai dari
keluarga (terutama kedua orang tua), kerabat, guru, teman, dan orang-orang baik
lainnya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,
لاَ يَشْكُرُ
اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ
Artinya
: “Tidaklah bersyukur kepada Allah, orang yang tidak bersyukur (berterima
kasih) kepada manusia.” (HR. Abu Dawud no. 2970, Ahmad no. 7926
dengan isnad sahih, lihat Al-Shahih no. 417)
Terkait
hadis di atas, Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah mengatakan
ada dua makna:
Makna
pertama, orang yang belum bisa bersyukur kepada manusia, maka
syukurnya kepada Allah itu dinilai belum sempurna.
Makna
kedua, orang yang tidak pandai bersyukur kepada manusia, maka ia
juga tidak pandai bersyukur kepada Allah. (Lihat A’malul
Qulub, hal. 310)
Jika
tangan terlalu pendek untuk membalas, maka panjangkanlah lisan untuk mendoakan
Nabi shallallahu
‘alaihi wassallam memerintahkan kepada kita untuk berterima kasih
kepada orang yang telah memberikan kebaikan, apa pun itu bentuknya sebagaimana
dalam hadis dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu,
مَنْ أُعْطِىَ
عَطَاءً فَوَجَدَ فَلْيَجْزِ بِهِ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُثْنِ بِهِ فَمَنْ أَثْنَى
بِهِ فَقَدْ شَكَرَهُ وَمَنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ
Artinya
: “Barangsiapa yang diberikan sebuah hadiah, lalu ia mendapati kecukupan,
maka hendaknya ia membalasnya. Jika ia tidak mendapati
(sesuatu untuk membalasnya), maka pujilah ia. Barangsiapa yang
memujinya, maka sungguh ia telah bersyukur kepadanya. Barangsiapa
menyembunyikannya, sungguh ia telah kufur.” (HR. Abu Daud dengan sanad
sahih, lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 617)
Memuji
seperti apa yang dimaksud dalam hadis di atas? Hal ini sebagaimana sabda
Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam dalam hadis yang lain,
عَنْ أُسَامَةَ
بْنِ زَيْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ
مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِى الثَّنَاءِ
».
Artinya : Usamah bin Zaid berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang mendapatkan kebaikan, lalu ia mengatakan kepada pelakunya, ‘Jazakallah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh ia telah benar-benar meninggikan pujian.’” (HR. Tirmidzi, lihat Shahih Al-jami’ no. 6368)
Syukur
yang paling ditekankan
Dan
secara khusus kita ditekankan dalam syariat untuk berterima kasih kepada kedua
orang tua.
Allah Ta’ala berfirman,
أَنِ ٱشْكُرْ
لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ
Artinya
: “ … Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya
kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)
Dalam
Al Qur’an yang secara tegas tekankan untuk bersyukur adalah kepada Allah dan
kepada kedua orang tua. Hikmahnya adalah sebagaimana tabiat manusia dalam
pepatah bahasa Arab,
ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﻤﺴﺎﺱ
ﺗزيل ﺍﻻﺣﺴﺎﺱ
“Terlalu sering berinteraksi, menghilangkan sensitifitas.”
Contohnya
adalah dalam masalah nikmat Allah. Saking banyaknya nikmat yang Allah berikan
kepada kita, menghilangkan sensitifitas kita untuk melihat berbagai macam
nikmat tersebut. Nikmat yang mana yang harus kita syukuri? Karena semuanya
adalah nikmat Allah. Dari detik ke detik yang lainnya adalah nikmat
Allah. Begitu pula dengan orang tua. Saking banyaknya jasa dan kebaikan mereka
kepada kita, sampai terkadang kita tidak sadar dan lupa akan kebaikan-kebaikan
mereka. Sama halnya ketika terlalu sering melihat aurat atau melakukan suatu
dosa, maka hatinya akan biasa saja.
Mengharapkan
terima kasih dari orang lain
Seorang
muslim ketika dapat memberikan sesuatu (berjasa) kepada orang lain, tidak
selayaknya ia berharap dan menunggu balasan (ucapan) terima kasih dari orang
lain. Cukuplah yang ditunggu adalah balasan pahala dari Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman,
فَمَن يَعْمَلْ
مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
Artinya :“Barangsiapa
yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat
(balasan)nya.” (QS.
Az-Zalzalah: 7)
Namun, jika kita sebagai penerima hadiah dan kebaikan dari orang lain, maka tetap dianjurkan untuk mendokan dan memuji orang tersebut sebagaimana hadis yang telah disampaikan sebelumnya.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel: Muslim.or.id
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar