TIGA AMALAN PALING DICINTAI ALLAH
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Jum'at 6 Rajab1447 H /26 Desember 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا
قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ
يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا
اَللهُمّ
صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
فَيَا عِبَادَ
اللّٰه، أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
وَقَالَ تَعَالَى: يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Jama’ah shalat Jum’at rahimani wa rahimakumullah.
Sungguh
tiada wasiat yang lebih mulia di muka bumi ini selain wasiat ketakwaan. Marilah
kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ, dimanapun dan kapanpun kita
berada. Mari kita lihat diri kita, masihkah kita melakukan hal-hal yang
dilarang oleh Allah dan sudahkan kita kita mengerjakan apa yang diperintahkan
oleh Allah.
Jika
ternyata kita masih mengerjakan larangan-Nya dan meninggalkan perintah-Nya,
berarti kita belum layak disebut sebagai hamba yang bertakwa. Maka dari itu
marilah senantiasa berbenah dan memperbaiki diri selagi Allah masih memberi
kita kesempatan.
Dalam
kehidupan sehari-hari banyak sekali amalan ibadah yang kita kerjakan. Yang mana
mengerjakannya adalah sarana untuk menjadi seorang yang bertakwa. Dari sekian
banyak amalan-amalan itu, semuanya memiliki keutamaan dan fadhilah yang
berbeda.
Dan
di antaranya ada tiga amalan yang paling dicintai oleh Allah ﷻ. Hal tersebut
pernah ditanyakan oleh sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu kepada
Rasulullah ﷺ.
أَيُّ الْعَمَلِ
أَحَبُّ إلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ ؟ قَلَ: الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِها, قُلْتُ: ثُمَّ
أَيُّ؟ قَلَ : ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قُلْتٌ : ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ ثُمَّ
جِهَادُ فِي سَبِيْلِ الله
“Wahai
Rasulullah, amalan apa yang paling dicintai Allah ﷻ?” Beliau Rasulullah ﷺ
bersabda, “Shalat tepat pada waktunya.”
“Lalu
apa lagi,” lanjutnya. Beliau pun menjawab, “Berbakti kepada kedua
orang tua.” “Kemudian apa lagi?” Maka beliau menjawab, “Berjihad di
Jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Shalat
Tepat Waktu
Jama’ah shalat Jum’at rahimani wa rahimakumullah.
Kita
semua pastinya sudah mengetahui bahwa shalat fardhu adalah rukun Islam yang
kedua dan wajib untuk dilaksanakan. Apalah arti dari berislam tanpa mengerjakan
ibadah shalat, karena shalat merupakan tiang dari agama. Shalat juga amalan
yang pertama kali dihisab oleh Allah ﷻ dan shalat jugalah yang membedakan
seorang muslim dan kafir.
Amalan
yang paling dicintai Allah adalah ketika seorang hamba melaksanakan shalat
tepat pada waktunya, artinya tidak menunda-nunda. Selagi tidak ada hal-hal yang
mengharuskan ia menunda shalat maka hendaknya melakukannya dengan tepat waktu.
Selain itu seseorang yang selalu menjaga shalatnya akan diberikan cahaya di
sisi-Nya.
Berdasarkan
hadits riwayat Ahmad, dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu bahwasanya
Nabi ﷺ mengingatkan tentang shalat pada suatu hari, kemudian bersabda
مَنْ
حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا، وَبُرْهَانًا، وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ،
وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ، وَلَا بُرْهَانٌ، وَلَا نَجَاةٌ
، وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ، وَفِرْعَوْنَ، وَهَامَانَ، وَأُبَيِّ
بْنِ خَلَفٍ
“Siapa
saja yang menjaga shalat maka dia akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan
keselamatan pada hari Kiamat. Sedangkan, siapa saja yang tidak menjaga shalat,
dia tidak akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan. Dan pada hari
Kiamat nanti, dia akan dikumpulkan bersama dengan Qarun, Firaun, Haman, dan
Ubay bin Khalaf.” (HR.
Ahmad)
Berbakti
Pada Orang Tua
Jama’ah shalat Jum’at rahimani wa rahimakumullah.
Perintah
berbakti kepada orang tua adalah perintah langsung dari Allah ﷻ. Bahkan
perintah untuk berbakti pada keduanya Allah letakkan setelah perintah untuk
bertauhid mengesakan Allah ﷻ. Menghormati dan berbakti kepada kedua orang
tua adalah salah satu kewajiban yang tak terbantahkan dalam Islam.
Sekalipun
kedua orang tua kita masih dalam kekufuran, selagi tidak memerintahkan dalam
perbuatan yang diharamkan Allah, maka harus tetap kita taati. Allah ﷻberfirman
وَٱعْبُدُوا۟
ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ
وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ
بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا
يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
“Sembahlah
Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat
baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang
miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu
sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An-Nisa: 36)
Nabi
Muhammad ﷺ juga pernah bersabda, “Ridha Allah ada pada ridha kedua
orang tua dan murka Allah ada pada murka kedua orang tua.”
Orang
tua adalah sosok yang telah berkorban dan berjuang untuk kita sejak awal
kehidupan kita. Kita berhutang budi kepada mereka atas segala kebaikan dan
kasih sayang yang telah diberikan. Oleh karena itu, kita harus memuliakan,
menyayangi, dan menjaga kebutuhan mereka sepanjang hidup kita.
Berbakti
kepada orang tua adalah pintu surga yang paling dekat dengan kita. Maka, bagi
siapapun yang orangtuanya masih ada, jangan sia-siakan kesempatan ini. Karena
jika pintu surga tersebut telah tertutup untuk selama-lamanya, tak akan guna
sesal dan tangis darah kita.
Jihad
di Jalan Allah
Jama’ah shalat Jum’at rahimani wa rahimakumullah.
Berjihad
di jalan Allah adalah upaya yang sungguh-sungguh untuk memperjuangkan kebenaran
dan melawan kebatilan di dunia ini. Baik dengan berperang di medan juang,
berdakwah, mengerjakan amal ma’ruf nahi munkar maupun dengan
menuntut ilmu.
Jihad
adalah perjuangan yang dilandasi niat suci untuk menegakkan agama Islam di muka
bumi dan memperoleh ridha Allah. Dalam banyak ayat di Al-Qur’an, Allah ﷻ telah
janjikan balasan yang besar bagi mereka yang berjihad di jalan-Nya. Allah ﷻ
berfirman
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَوا۟ وَّنَصَرُوٓا۟
أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
“Dan
orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah dan
orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada
orang-orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman.
Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al-Anfal: 74)
وَلَئِنْ
قُتِلْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَحْمَةٌ
خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
“Dan
sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah
dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan” (QS. Ali ‘Imran: 147)
Demikianlah
tiga amalan yang istimewa dan dicintai oleh Allah ﷻ, semoga kita termasuk ke
dalam golongan hamba-Nya yang senantiasa menjaga shalat, berbakti kepada kedua
orang tua, dan juga berjuang di jalan Allah ﷻ.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ
مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ،
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ
للهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ
لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى
اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا
اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا
صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ
رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ
اَللَّهُمَّ
أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً
وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
رَبَّنَا
هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ
إِمَامًا
رَبَّنَا
اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَ وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا
رَبَّنَا
اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ
فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ
رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Oleh Rosyid As-Sabahi (Mahasantri Ma’had Aly li Ta’hil Al-Mudarrisin)
Sumber : https://www.darusyahadah.com
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Sumber : https://www.darusyahadah.com
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar