ISLAM DAN BUDAYA DALAM PERUBAHAN ZAMAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Jum'at 17 Sya'ban 1447 H /6 Februari 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Khutbah
I
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ
الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ
اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَام أَمَّا بَعْدُ:
فَيَاأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ, اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ
اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ, وَاشْكُرُوْهُ عَلَى مَا هَدَاكُمْ لِلإِسْلاَمِ،
وَأَوْلاَكُمْ مِنَ الْفَضْلِ وَالإِنْعَامِ، وَجَعَلَكُمْ مِنْ أُمَّةِ ذَوِى اْلأَرْحَامِ.
قَالَ تَعَالَى : وَمَا أَرْسَلْنَاك إِلَّا رَحْمَة لِلْعَالَمِينَ
Jamaah
Jumat rahimakumullah
Menjadi
kewajiban bagi setiap khatib untuk selalu mengingatkan kepada seluruh jamaah wa
bil khusus kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan
kepada Allah swt.
Oleh
karena itu, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah
SWT dalam artian menjalankan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi
larangan-larangan-Nya. Dengan langkah ini mudah mudahan kehidupan kita di dunia
akan senantiasa mendapatkan ridha dan petunjuk dari Allah swt.
Pada
momentum mulia ini juga mari kita bersama-sama menata niat, menata hati kita
hadir di majelis ini untuk semata-mata beribadah kepada Allah swt melalui
rangkaian khutbah dan shalat Jumat berjamaah. Jangan sampai niatan kita hadir
pada majelis ini karena keterpaksaan atau hanya untuk persinggahan beristirahat
sementara.
Apalagi
memanfaatkan waktu ketika khatib menyampaikan materi khutbah untuk tidur dan
ngobrol di dalam majelis Jumat. Semestinya kita mendengar dan memahami
dengan seksama serta melaksanakan apa yang selalu disampaikan oleh para bilal
atau muazin Jumat.
Setelah
adzan pertama sebelum khatib naik mimbar mereka mengingatkan kita dengan
beberapa hadits Rasulullah mengenai kewajiban untuk mendengarkan khatib dan
tidak berbicara ketika khatib sedang berkhutbah. Salah satunya disebutkan dalam
hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :
إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ
وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْت
Artinya:
“Apabila engkau katakan kepada temanmu pada hari Jumat (kata) 'diamlah' sewaktu
imam menyampaikan khutbah, maka sesungguhnya hilanglah Jumatmu.”
Jamaah
Jumat rahimakumullah
Dalam
kehidupan kita di dunia ini, petunjuk dari Allah swt sangatlah penting sebagai
pedoman untuk menuntun kita ke arah kehidupan yang teratur dan terarah.
Dengan
petunjuk dan tuntunan ini, kita akan memiliki rambu-rambu dalam menempuh
kehidupan ini, sekaligus apa yang kita lakukan nantinya akan senantiasa ada
yang menjaga dan mengarahkannya. Terlebih di tengah perubahan zaman yang
sangat cepat dan di era globalisasi informasi seperti sekarang ini, petunjuk
Allah melalui Rasulullah harus kita pegang lebih kuat lagi. Saat ini kita
bisa rasakan bersama dunia sudah tak ada lagi batasan waktu dan tempat. Dunia
seakan akan sudah tidak ada batasnya lagi. Dunia seakan akan sudah ada dalam
genggaman kita.
Melalui
berbagai macam penemuan dan inovasi alat-alat elektronik yang dari hari ke hari
semakin canggih, apa yang sekarang sedang terjadi di ujung dunia bisa kita
ketahui dalam hitungan jam, menit, bahkan detik.
Konsekuensinya,
segala informasi, baik itu positif dan negatif akan mudah di dapat. Dan
tentunya petunjuk dan tuntunan dari Allah swtmelalui agama Islam sangat berguna
dan bermanfaat untuk menghadapi perubahan dunia ini.
Pepatah
bijak mengatakan: "Dengan teknologi hidup menjadi mudah. Dengan seni
hidup menjadi indah, dan dengan agama hidup menjadi terarah." Dengan
adanya agama yang kita pegang kuat maka akan mengarahkan kita untuk mengetahui
mana informasi yang baik dan mana informasi yang buruk saat bermuamalah di
dunia.
Jamaah
Jumat rahimakumullah
Di
era informasi tanpa batas seperti ini, memang kita perlu waspada, mawas diri
dan berhati hati terhadap berbagai macam informasi yang muncul di berbagai
media baik cetak maupun elektronik, khususnya media elektronik yaitu internet.
Internet ibarat dua sisi mata uang koin yang memiliki dua sisi.
Di
satu sisi, internet sangat bermanfaat bagi kita untuk pemenuhan kebutuhan akan
informasi. Namun di sisi lain, dunia internet dapat membawa dan menjerumuskan
kita kepada hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama kita. Jika
diibaratkan lebih luas, internet itu seperti hutan belantara.
Jika
kita hendak masuk dan menyusuri isinya, kita harus menyiapkan diri dengan
pengalaman dan bekal yang cukup agar tidak tersesat di dalamnya. Di
internet, khususnya di media sosial, banyak sekali informasi informasi yang
menyesatkan, tidak bertanggung jawab, provokatif, tendensius yang disebarkan
oleh pihak-pihak tertentu dengan motif dan misi kepentingan diri dan
kelompoknya.
Tentunya
ini akan sangat berbahaya bila kita dengan mentah-mentah menerima dan
meyakininya. Kita mestinya harus lebih selektif dengan meneliti sumber berita
atau dari mana dan dari siapa informasi tersebut berasal. Apalagi
keterkaitannya dengan pemahaman pemahaman agama Islam yang berkembang sekarang
ini. Melalui situs pencari data di internet seperti google dan mesin pencari
data sejenisnya, banyak sekali kita temukan beragam informasi yang disebarkan
dengan motif provokasi, menyerang, dan menyalahkan yang lainnya. Tentunya
jika tidak selektif maka ini dapat menjerumuskan diri kita kepada pemahaman
yang tidak benar dalam beragama. Terlebih jika kita hanya memahami agama
berdasarkan penafsiran dan logika kita sendiri tanpa mencari guru sebagai
sumber perbandingan dan penjelasan.
Bagi
mereka yang sudah memiliki dasar kuat dengan modal ilmu yang sudah dipelajari
semenjak kecil, paham keagamaan dan aliran yang muncul di tengah-tengah
masyarakat sekarang ini, mungkin tidak begitu mengagetkan dan berpengaruh bagi
mereka. Namun bagi yang tidak atau belum memiliki modal pengetahuan agama
mendalam atau mereka yang baru saja terbuka hatinya untuk belajar dan mendalami
Islam, kondisi ini tentu rawan sekali.
Oleh
sebab itu, kita haruslah waspada dan mawas diri serta selalu bertanya
kepada para alim-ulama tentang pengetahuan Islam dan berbagai macam aliran yang
muncul di zaman sekarang ini. Jangan sampai kita belajar dan meyakini
dasar-dasar islam hanya dari proses pencarian lewat google atau internet saja
tanpa mengkaji terlebih dahulu dengan para alim ulama yang sudah jelas silsilah
keilmuannya.
Apalagi
sekarang sudah mulai banyak generasi muda dan para pelajar yang dengan gampang
menerima serta meyakini aliran-aliran baru yang dasarnya belum mereka pahami.
Mereka gampang terbawa pemahaman baru dengan mencari dasar hanya melalui
internet saja. Apa yang telah diberikan oleh orang tua dan guru ngajinya selama
ini hilang begitu saja berganti dengan pemahaman-pemahaman yang dapat membuat
mereka dengan mudahnya menyalahkan orang lain serta menganggap pemahaman
merekalah yang paling benar.
Sifat toleransi, saling menghargai, dan menghormati yang merupakan ciri khas budaya Indonesia sejak zaman dulu sudah mulai hilang berganti dengan keangkuhan, ekstrem, eksklusif, dan tertutup, serta mulai tidak menghargai budaya ketimuran. Hal ini tentu sangat berbahaya karena dengan sedikit saja doktrin dan polesan pemahaman ekstrem, maka dengan mudah mereka bisa mengikuti pemahaman keras seperti terorisme dan lain sebagainya. Sehingga penting bagi kita untuk menjaga diri dan juga keluarga kita dari berbagai macam pemahaman dan aliran-aliran baru yang banyak muncul sekarang ini. Modali diri kita dan keluarga kita dengan pemahaman islam yang baik sehingga mudah-mudahan semua terhindar dari siksa api neraka.
Allah berfirman dalam Al-Quran
surat At Tahrim ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari
api neraka." (QS
Jamaah
Jumat rahimakumullah
Selanjutnya kita perlu menyadari bahwa, Islam adalah agama rahmatan lil alamin yakni agama yang membawa rahmat bagi semesta alam. Semua manusia dengan berbagai macam latar belakang budaya, bahasa, warna kulit ada dalam Islam. Oleh karena itu dalam kehidupan umatnya, Islam sangat menjunjung tinggi perbedaan budaya. Selama budaya kita tidak bertentangan dengan nilai nilai ajaran Islam, maka budaya tersebut hendaklah tetap dijaga untuk mencirikan keberagaman manusia.
Allah berfirman dalam Al-Quran Al Hujarat 13 :
يٰٓاَيُّهَا
النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ
لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ
خَبِيْرٌ
Artinya:
"Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di
antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Mahateliti."
Jamaah
Jumat rahimakumullah
Sebagai
bangsa yang berbudaya dan memiliki sejarah, kita haruslah sadar dengan melihat
fakta bahwa kita saat ini hidup di Indonesia. Sebuah negara yang masyarakatnya
memiliki kultur budaya yang berbeda beda. Perlu kita sadari juga bahwa kita
bisa menikmati manisnya ajaran Islam seperti sekarang ini merupakan buah dari
perjuangan para alim-ulama, Walisongo yang telah mensyiarkan Islam di
Nusantara. Mereka dengan bijaksananya memasukkan nilai nilai ajaran Islam
melalui budaya masyarakat Indonesia dengan hikmah dan tanpa kekerasan.
Para wali benar-benar bijaksana dan mempu berdakwah dengan kearifan serta
memegang firman Allah swt dalam Al-Qur'an surat An-Nahl 125 :
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ
الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ
بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Artinya:
"Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang
baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu
Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang
paling tahu siapa yang mendapat petunjuk."
Oleh
sebab itu, marilah kita sebagai umat Islam Indonesia senantiasa menjadi orang
Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang hanya tinggal di
Indonesia. Sekali lagi "menjadi orang Indonesia yang beragama Islam,
bukan orang Islam yang hanya tinggal di Indonesia ".
Artinya
mari kita memegang teguh agama Islam dengan tidak meninggalkan kearifan budaya
Indonesia yang kita miliki. Jangan sampai kita mengaku orang Islam, namun
menafikan budaya Indonesia sendiri dengan memaksakan budaya-budaya lain yang
tidak sesuai dengan budaya Nusantara.
Mari
pegang prinsip dan kaidah: "Almuhafadzatu alal qadimis shalih, wal akhdu
biljadidil ashlah" yaitu mempertahankan kebiasaan baik yang telah ada
selama ini dan mengambil hal-hal yang baru dan baik yang berkembang.
Dengan
prinsip ini, mudah mudahan kita akan dapat mewujudkan dengan sungguh sungguh
konsep Islam sebaga rahmatan lil alamin yaitu agama yang membawa rahmat untuk
seluruh manusia dan semesta alam.
Dengan
prinsip ini juga kita berharap keislaman kita semakin kuat dengan tidak
menghilangkan budaya luhur di tengah cepatnya perubahan zaman. Amin ya mujibas
sailin...
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ
وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ
مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا
فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْن
Khutbah II
الْحَمْدُ
لِلّٰهِ الْاَحَدِ الصَّمَدِ الَّذِيْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ
كُفُوًا أَحَدٌ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِتِّحَادِ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ دَعَانَا بِحُبِّ الْبِلَادِ.
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَمَوْلَانَا
مُحَمَّدٍ الَّذِيْ أَرْسَلَ لِلْعَالَمِيْنَ اِلَى يَوْمِ الْمَعَادِ
أَمَّا
بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللٰهِ فَقَدْ فَازَ
الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللٰهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ
عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ
وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ
وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ.
وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ
وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا
خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ
النَّارِ
عِبَادَ
اللٰهِ اِنَّ اللٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللٰهَ الْعَظِيْمَ
يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللٰهِ اَكْبَرُ
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Oleh : H Muhammad Faizin,
Editor: Alhafiz Kurniawan Penulis: Muhammad Faizin
Sumber: https://nu.or.id/
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar