PANJANGKAN SALAT DAN PENDEKKAN KHUTBAH JUMAT
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Senin 12 Syafar 1448 H /27 Juli 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Salah
satu sunnah yang perlu diperhatikan para khatib jumat adalah memperpendek
khutbah dan memperpanjang salat. Tentunya memperpendek khutbah yang sesuai
dengan kaidah syariat, bukan terlalu pendek. Demikian juga, memperpanjang salat
dengan tetap memperhatikan keadaan jamaah, jangan sampai terlalu panjang dan
membuat jamaah merasa berat.
Perhatikan
hadis berikut yang menganjurkan hal ini,
عَنْ وَاصِلِ
بْنِ حَيَّانَ قَالَ: قَالَ أَبُو وَائِلٍ: خَطَبَنَا عَمَّارٌ فَأَوْجَزَ وَأَبْلَغَ
فَلَمَّا نَزَلَ قُلْنَا يَا أَبَا الْيَقْظَانِ لَقَدْ أَبْلَغْتَ وَأَوْجَزْتَ فَلَوْ
كُنْتَ تَنَفَّسْتَ فَقَالَ: إِنِّي سَمِعْتُ رَسُـولَ الله يَقُولُ إِنَّ طُولَ صَلاَةِ
الرَّجُلِ وَقِصَـرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا
الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنَ الْبَيَانِ لَسِحْرًا.
Artinya
: “Dari Washil bin Hayyan, dia berkata, Abu Wa’il berkata, ‘Ammar pernah
memberi khutbah kepada kami dengan singkat dan padat isinya. Dan ketika turun,
kami katakan kepadanya, ‘Wahai Abu Yaqzhan, sesungguhnya Engkau telah
menyampaikan dan menyingkat khutbah, kalau saja Engkau memanjangkannya.’” Maka
dia menjawab, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya panjangnya salat seseorang dan pendek
khutbahnya itu menjadi ciri pemahaman yang baik dalam agama. Oleh karena itu,
perpanjanglah salat dan perpendeklah khutbah. Dan sesungguhnya di antara bagian
dari penjelasan itu mengandung daya tarik.’.” [HR. Muslim]
Dalam
riwayat lainnya,
خَطَبَنَا
عَمَّارُ بْنِ يَاسِرٍ فَتَجَوَّزَ فِي خُطْبَتِهِ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ:
لَقَدْ قُلْتَ قَوْلاً شِفَاءً فَلَوْ أَنَّكَ أَطَلْتَ فَقَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللهِ
نَهَى أَنْ نُطِيلَ الْخُطْبَةَ
Artinya
: “‘Ammar bin Yasir pernah memberi khutbah kepada kami, lalu dia
menyampaikannya secara singkat, maka ada seseorang dari kaum Quraisy yang
berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya Engkau telah menyampaikan ungkapan yang
singkat lagi padat, kalau saja Engkau memanjangkannya.’ Lalu dia berkata,
‘Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang kami untuk
memanjangkan khutbah’.” [HR. Ahmad]
Khutbah
Yang “To The Point”
Agar
khutbah ringkas dan mengena, perlu disampaikan secara “to the point”.
Artinya, tidak terlalu melebar ke mana-mana dengan pembahasan yang loncat
kesana-kesini. Khutbah seperti ini akan memakan waktu yang sangat panjang dan
menyebabkan jamaah yang mendengar menjadi bosan bahkan mengantarkan ke rasa
kantuk. Hendaknya khutbah disusun dengan cara menyampaikan poin-poin ringkas
atau membatasi pembahasan yang dirasa penting saja.
Khutbah
yang ringkas adalah sunnah. Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah berkata,
وأما قصر
الخطبة : فسنَّة مسنونة ، كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يأمر بذلك
Artinya
: “Adapun memperpendek khutbah, hukumnya sunnah. Dan Nabi shallallahu ‘alahi
wasallam memerintahkan hal tersebut.” [Al-Istizkar, 2: 363]
Ibnu
Hazm rahimahullah melarang memperpanjang khutbah terlalu
panjang. Beliau rahimahullah berkata,
ولا تجوز
إطالة الخطبة
Artinya
: “Tidak boleh memperpanjang khutbah.” [Al-Muhalla, 5: 60]
Salat
yang Panjang, tetapi Tidak Membuat Jamaah Lari
Dalam
beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam membaca
surat yang cukup panjang dalam salat Jumat. Hendaknya kita meneladani beliau
dalam membaca surat-surat ketika salat Jumat.
Yang
paling sering kita dengar adalah membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah,
sebagaimana dalam hadits berikut ini,
قَالَ أَبُو
هُرَيْرَةَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ
بِهِمَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ
Artinya
: “Abu Hurairah berkata, ”Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam membaca keduanya (surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah) pada hari
Jumat” [HR. Muslim].
Beliau
juga pernah membaca surat Al-Jumu’ah kemudian Al-Ghasiyah sebagaimana dalam
hadits berikut ini,
حَدَّثَنَا
الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ضَمْرَةَ بْنِ سَعِيدٍ الْمَازِنِيِّ عَنْ عُبَيْدِ
اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ
أَنَّ الضَّحَّاكَ
بْنَ قَيْسٍ سَأَلَ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ مَاذَا كَانَ يَقْرَأُ بِهِ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَلَى إِثْرِ سُورَةِ
الْجُمُعَةِ فَقَالَ كَانَ يَقْرَأُ بِهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ
Artinya
: “Telah menceritakan kepada kami Al-Qa’nabi dari Malik dari Dhamrah bin
Sa’id Al-Mazini dari ‘Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah bahwa Dhahhak bin Qais
bertanya kepada Nu’man bin Basyir, “Surat apakah yang biasa dibaca Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari Jumat setelah surat Al Jumu’ah?” Dia
menjawab, “Beliau biasa membaca dengan; “Hal ataaka hadiitsul Ghasyiyah.”
[HR. Abu Dawud]
Beliau
juga pernah membaca surat Al-Jumu’ah kemudian Al-Munafiqun sebagaimana dalam
hadits berikut ini,
حَدَّثَنَا
الْقَعْنَبِيُّ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ يَعْنِي ابْنَ بِلَالٍ عَنْ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ
عَنْ ابْنِ أَبِي رَافِعٍ قَالَ
صَلَّى
بِنَا أَبُو هُرَيْرَةَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَرَأَ بِسُورَةِ الْجُمُعَةِ وَفِي الرَّكْعَةِ
الْآخِرَةِ إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالَ فَأَدْرَكْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ حِينَ
انْصَرَفَ فَقُلْتُ لَهُ إِنَّكَ قَرَأْتَ بِسُورَتَيْنِ كَانَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ يَقْرَأُ بِهِمَا بِالْكُوفَةِ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ بِهِمَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ
Artinya
: “Telah menceritakan kepada kami Al-Qa’nabi, telah menceritakan kepada kami
Sulaiman yaitu Ibnu Bilal, dari Ja’far, dari ayahnya, dari Ibnu Abu Rafi’, dia
berkata, ‘Abu Hurairah salat mangimami kami pada hari (salat) Jum’at, lalu dia
membaca surat Al-Jumuah pada raka’at pertama dan “idza jā’akal munāfiqūn” pada
raka’at terakhir. Selesai salat, aku menjumpai Abu Hurairah dan berkata
kepadanya, ‘Sesungguhnya Anda membaca surat sebagaimana yang dibaca oleh Ali
bin Abu Thalib di Kufah.’ Abu Hurairah berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam membaca kedua surat tersebut pada salat Jum’at’.”
[HR. Abu Dawud]
Beliau
juga pernah membaca surat yang cukup panjang, yaitu surat Qaaf.
Diriwayatkan dari Ummu Hisyam binti Haritsah bin an-Nu’man radhiyallahu
anhuma, beliau berkata,
مَا أَخَذْتُ
(ق. وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ) إِلاَّ عَنْ لِسَانِ رَسُـولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَقْرَؤُهَا كُلَّ يَوْمِ جُمُعَةٍ عَلَى الْمِنْبَرِ إِذَا خَطَبَ النَّاسَ.
Artinya
: “Aku mempelajari surat Qāf wal Qur’ānil Majīd hanya dari lisan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang selalu beliau bacakan pada hari Jumat di
atas mimbar ketika berkhutbah di hadapan manusia.” [HR. Muslim]
Terkait
dengan panjangnya salat, perlu kita perhatikan bahwa hendaknya bacaan salat
tidak sampai membuat jamaah lari dan merasa tidak nyaman. Hendaknya kadar
panjang salat dimusyawarahkan dengan ustaz dan pengurus masjid dalam kaidah
syariat.
Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
ﺇِﺫَﺍ ﺻَﻠَّـﻰ
ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻟِﻠﻨَّـﺎﺱِ ﻓَﻠْﻴُﺨَﻔِّﻒْ، ﻓَﺈِﻥَّ ﻓِﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟﻀَّﻌِﻴْﻒَ ﻭَﺍﻟﺴَّﻘِﻴْﻢَ
ﻭَﺍﻟْﻜَﺒِﻴْﺮَ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺻَﻠَّﻰ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻪِ ﻓَﻠْﻴُﻄَﻮِّﻝْ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ
Artinya
: “Jika salah seorang di antara kalian mengimami orang-orang, maka hendaklah
ia meringankannya. Karena di antara mereka ada yang lemah, sakit, dan orang
tua. Akan tetapi, jika dia salat sendirian, maka dia boleh memperpanjang sesuka
hatinya.“ [HR. Bukhari dan Muslim]
Ibnu
Rajab rahimahullah menjelaskan,
ﻓﻴﻪ ﺩﻟﻴﻞ
ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻣﻦ ﺩﺧﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺑﻨﻴﺔ ﺇﻃﺎﻟﺘﻬﺎ، ﻓﻠﻪ ﺗﺨﻔﻴﻔﻬﺎ ﻟﻤﺼﻠﺤﺔ
Artinya
: “Ini adalah dalil bahwa siapa yang ingin salat dengan niat memanjangkan,
boleh baginya meringankan karena suatu maslahat.” [Fathul Bari li Ibni
Rajab, 4: 222]
Ibnu
Daqiq Al-‘Ied rahimahullah juga menjelaskan jika ada alasan (illat),
yaitu berat (masyaqqah) bagi makmum, maka boleh diringankan.
Beliau rahimahullah berkata,
ﻓﻴﻬﺎ ﻣﺬﻛﻮﺭ
ﻣﻊ ﻋﻠﺘﻪ ، ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻤﺸﻘﺔ ﺍﻟﻼﺣﻘﺔ ﻟﻠﻤﺄﻣﻮﻣﻴﻦ ﺇﺫﺍ ﻃﻮﻝ
Artinya : “Pada hadis ini disebutkan alasannya (illat), yaitu rasa berat (masyaqqah) yang akan didapatkan oleh makmum jika dipanjangkan.” [Ihkamul Ihkam, 3: 258]
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel: www.muslim.or.id
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar