Menu

Sabtu, 20 Desember 2025

BULAN RAJAB

5 KEISTIMEWAAN BULAN RAJAB

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini Ahad 1 Rajab 1447 H /21 Desember 2025

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Umat Islam di seluruh dunia kini menyambut bulan Rajab. Bulan ini merupakan bulan ketujuh dalam kalender hijriah setelah Jumadil Akhir. Menurut kalender hijriah yang dikeluarkan Kementerian Agama RI, 1 Rajab 1448 H jatuh pada 21 Desember 2025.

Dalam agama Islam, bulan Rajab memiliki keistimewaannya tersendiri. Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٣٦

Artinya : Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah ayat 36)

Sejarah Bulan Rajab

Dosen Pendidikan Agama IslamDartim, S.Pd., M.Pd., mengatakan bulan haram sebagaimana dimaksud dalam ayat tersebut dimaknai sebagai bulan yang memiliki larangan-larangan khusus. Keempat bulan itu adalah Dzulqa'dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Dartim mengatakan, sebelum hadirnya Islam, orang-orang Arab secara tradisi memiliki hobi berperang. Orang Arab akhirnya bersepakat untuk tidak berperang pada waktu-waktu tertentu, salah satunya bulan Rajab. 

“Maka Rajab itu sering disebut bulan kosong atau sepi. Orang-orang Arab (di bulan Rajab) itu diam dan damai,” ujar pengampu mata kuliah Sejarah Islam itu.

Keistimewaan Bulan Rajab

Bulan Rajab adalah waktu terjadinya momentum penting dalam perkembangan Islam. Sejumlah peristiwa penting pada masa kenabian Muhammad SAW terjadi pada bulan ini. 

Ada 5 alasan mengapa bulan Rajab istimewa, yakni:

1.    Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.

Isra Mikraj adalah peristiwa perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan Sidratul Muntaha. Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab tahun kesepuluh kenabian. 

2.    Perintah mengubah arah kiblat

Umat Islam awalnya memiliki kiblat di Baitul Maqdis atau Yerusalem, Palestina. Mengutip Almanhaj.com, Rasulullah mendapat perintah untuk mengubah kiblat ke kabah di Masjidil Haram pada bulan Rajab tahun 2 Hijriah. 

3.    Perintah salat lima waktu

Perintah salat lima waktu diturunkan kepada Rasulullah SAW saat berada di Sidratul Muntaha. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan Isra Mikraj.

4.    Kemenangan Islam dalam perang Tabuk

Perang Tabuk adalah peperangan antara umat Islam melawan bangsa Romawi yang terjadi pada bulan Rajab tahun 9 Hijriah. Perang ini terjadi di Tabuk yang terletak di antara Wadil Qura dan Syam.  Bangsa Romawi akhirnya berdamai dan bersedia membayar upeti. Perang Tabuk sekaligus menjadi perang terakhir yang diikuti Nabi Muhammad SAW.

5.    Hijrah pertama ke Habasyah

Sebelum peristiwa hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW pernah mengajak umat Islam untuk hijrah ke Habasyah pada bulan Rajab tahun kelima kenabian. Peristiwa ini bertujuan untuk melindungi umat Islam dari gangguan kaum kafir Quraisy.

Amalan Ibadah Bulan Rajab

Dartim menyebut Ibnu Abbas RA, ahli tafsir Al-Qur’an yang hidup semasa Nabi Muhammad SAW, pernah menafsirkan Surah At Taubah ayat 36. Ibnu Abbas memandang perbuatan maksiat yang dilakukan umat Islam pada bulan Rajab membuat dosa pelaku maksiat dilipatgandakan dibanding bulan lainnya.

“Sebenarnya bulan ini kita disuruh meninggalkan maksiat. Apalagi lanjutan dari At Taubah ayat 36, ‘Janganlah kamu menzalimi dirimu sendiri’. Ini motivasi buat kita,” terang Dartim. 

Meskipun tidak ada ayat yang menyebut amalan khusus di bulan Rajab, Dartim mengajak umat Islam untuk tetap meningkatkan ibadah di bulan yang istimewa ini. Baik salat lima waktu, puasa sunah, puasa ayyamul bidh, maupun amalan saleh lainnya. 

Dartim juga mendorong umat Islam untuk bermuhasabah atau merefleksikan diri. Umat Islam harus merenungi segala dosa, kesalahan, dan kekhilafan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Apalagi bulan Rajab terbilang dekat menuju datangnya bulan suci Ramadan yang membuat umat Islam harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. 

Disinggung mengenai makna filosofis, Dartim memandang peristiwa hijrah Rasulullah SAW yang terjadi di bulan Rajab memiliki makna perubahan ke arah yang lebih baik. Hijrah secara bahasa berarti berpindah.

“Kita bisa maknai bulan Rajab adalah bulan kita berhijrah. Hijrah dari keadaan yang tidak baik menjadi baik. Hijrah dari awalnya senantiasa bermaksiat, ya kita hentikan bermaksiat,” tandasnya. 



Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Al Habiib Josy Asheva
Sumber : https://www.ums.ac.id/


-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏



Artikel Abah Luky
Edit:  Ndik

#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar