5 KEISTIMEWAAN BULAN RAJAB
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Ahad 1 Rajab 1447 H /21 Desember 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Umat Islam di seluruh dunia kini
menyambut bulan Rajab. Bulan ini merupakan bulan ketujuh dalam kalender hijriah
setelah Jumadil Akhir. Menurut kalender hijriah yang dikeluarkan Kementerian Agama
RI, 1 Rajab 1448 H jatuh pada 21 Desember 2025.
Dalam
agama Islam, bulan Rajab memiliki keistimewaannya tersendiri. Bulan Rajab
adalah salah satu dari empat bulan haram dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam
Surah At-Taubah ayat 36:
اِنَّ عِدَّةَ
الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ
السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ
ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً
كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
٣٦
Artinya
: Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan,
(sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan
langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama
yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan
perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu
semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang
bertakwa. (QS. At-Taubah
ayat 36)
Sejarah
Bulan Rajab
Dosen Pendidikan Agama Islam, Dartim, S.Pd.,
M.Pd., mengatakan bulan haram sebagaimana dimaksud dalam ayat tersebut
dimaknai sebagai bulan yang memiliki larangan-larangan khusus. Keempat bulan
itu adalah Dzulqa'dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Dartim
mengatakan, sebelum hadirnya Islam, orang-orang Arab secara tradisi memiliki
hobi berperang. Orang Arab akhirnya bersepakat untuk tidak berperang pada
waktu-waktu tertentu, salah satunya bulan Rajab.
“Maka
Rajab itu sering disebut bulan kosong atau sepi. Orang-orang Arab (di bulan
Rajab) itu diam dan damai,” ujar pengampu mata kuliah Sejarah
Islam itu.
Keistimewaan
Bulan Rajab
Bulan Rajab adalah waktu terjadinya
momentum penting dalam perkembangan Islam. Sejumlah peristiwa penting pada masa
kenabian Muhammad SAW terjadi pada bulan ini.
Ada
5 alasan mengapa bulan Rajab istimewa, yakni:
1.
Isra
Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Isra Mikraj adalah peristiwa perjalanan
Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan Sidratul Muntaha.
Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab tahun kesepuluh kenabian.
2.
Perintah
mengubah arah kiblat
Umat Islam awalnya memiliki kiblat di
Baitul Maqdis atau Yerusalem, Palestina. Mengutip Almanhaj.com, Rasulullah
mendapat perintah untuk mengubah kiblat ke kabah di Masjidil Haram pada bulan
Rajab tahun 2 Hijriah.
3.
Perintah
salat lima waktu
Perintah salat lima waktu diturunkan
kepada Rasulullah SAW saat berada di Sidratul Muntaha. Peristiwa ini terjadi
bersamaan dengan Isra Mikraj.
4.
Kemenangan
Islam dalam perang Tabuk
Perang Tabuk adalah peperangan antara
umat Islam melawan bangsa Romawi yang terjadi pada bulan Rajab tahun 9 Hijriah.
Perang ini terjadi di Tabuk yang terletak di antara Wadil Qura dan Syam.
Bangsa Romawi akhirnya berdamai dan bersedia membayar upeti. Perang Tabuk
sekaligus menjadi perang terakhir yang diikuti Nabi Muhammad SAW.
5.
Hijrah
pertama ke Habasyah
Sebelum peristiwa hijrah ke Madinah,
Rasulullah SAW pernah mengajak umat Islam untuk hijrah ke Habasyah pada bulan
Rajab tahun kelima kenabian. Peristiwa ini bertujuan untuk melindungi umat
Islam dari gangguan kaum kafir Quraisy.
Amalan
Ibadah Bulan Rajab
Dartim menyebut Ibnu Abbas RA, ahli
tafsir Al-Qur’an yang hidup semasa Nabi Muhammad SAW, pernah menafsirkan Surah
At Taubah ayat 36. Ibnu Abbas memandang perbuatan maksiat yang dilakukan umat
Islam pada bulan Rajab membuat dosa pelaku maksiat dilipatgandakan dibanding
bulan lainnya.
“Sebenarnya
bulan ini kita disuruh meninggalkan maksiat. Apalagi lanjutan dari At Taubah
ayat 36, ‘Janganlah kamu menzalimi dirimu sendiri’. Ini motivasi buat kita,”
terang Dartim.
Meskipun
tidak ada ayat yang menyebut amalan khusus di bulan Rajab, Dartim mengajak umat
Islam untuk tetap meningkatkan ibadah di bulan yang istimewa ini. Baik salat
lima waktu, puasa sunah, puasa ayyamul bidh, maupun amalan saleh lainnya.
Dartim
juga mendorong umat Islam untuk bermuhasabah atau merefleksikan diri. Umat
Islam harus merenungi segala dosa, kesalahan, dan kekhilafan untuk menjadi
pribadi yang lebih baik. Apalagi bulan Rajab terbilang dekat menuju datangnya
bulan suci Ramadan yang membuat umat Islam harus mempersiapkan diri sebaik
mungkin.
Disinggung
mengenai makna filosofis, Dartim memandang peristiwa hijrah Rasulullah SAW yang
terjadi di bulan Rajab memiliki makna perubahan ke arah yang lebih baik. Hijrah
secara bahasa berarti berpindah.
“Kita
bisa maknai bulan Rajab adalah bulan kita berhijrah. Hijrah dari keadaan yang
tidak baik menjadi baik. Hijrah dari awalnya senantiasa bermaksiat, ya kita
hentikan bermaksiat,” tandasnya.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Sumber : https://www.ums.ac.id/
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar