MERAIH HIDAYAH ALLAH
Ikhtiar Hati Menuju Kebenaran Abadi
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Ahad 22 Rajab1447 H /11 Januari 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Dalam setiap langkah kehidupan, hati manusia senantiasa merindukan petunjuk yang terang, sebuah kompas yang membimbingnya menuju kebenaran abadi. Inilah esensi dari hidayah, karunia agung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Namun, hidayah bukanlah sekadar anugerah yang datang begitu saja, melainkan hasil dari ikhtiar, sebuah usaha tulus dan sungguh-sungguh dari hamba-Nya. Allah sendiri menegaskan dalam Al Qur’an :
وَمَنْ اَرَادَ الْاٰخِرَةَ وَسَعٰى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَّشْكُوْرًا ١٩
Artinya : "Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik". (QS. Al-Israa’ : 19)
Ini adalah janji yang menguatkan, bahwa setiap upaya kebaikan tidak akan pernah sia-sia di hadapan-Nya.
Hidayah, atau tuntunan Ilahi, adalah Cahaya yang menerangi jalan kehidupan, membedakan antara yang hak dan batil, antara kebaikan dan kemungkaran. Ia adalah pilar utama bagi jiwa yang ingin dekat dengan Penciptanya. Sebagaimana termaktub dalam Surat Az-Zukhruf ayat 27, Allah berfirman bahwa Dia akan memberi hidayah kepada hamba yang menyembah-Nya. Ini menunjukkan bahwa hidayah adalah respons dari Sang Khaliq atas ketulusan hati dan orientasi spiritual seorang mukmin. Lantas, bagaimana kita dapat menempuh ikhtiar terbaik untuk meraih Mutiara Hidayah ini?
Langkah Pertama dalam meraih hidayah adalah dengan membersihkan hati dari sifat sombong atau takabur. Kesombongan adalah hijab tebal yang menghalangi masuknya kebenaran. Kita dianjurkan untuk senantiasa bertutur kata dengan rendah hati, membiasakan ucapan ‘Insyaa Allah’ dalam setiap maksud dan janji.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ ١٨
Artinya : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman : 18)
Ditambah lagi, Allah mengingatkan dalam Al-Hujurat ayat 1 agar kita tidak mendahului Allah dan Rasul-Nya, melainkan bertakwa, karena Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Selain itu, menggunakan akal dan pikiran untuk hal-hal yang ma’ruf, adil, dan benar adalah mutlak. Surat Al-Maaidah ayat 100 mengajak kita untuk bertaqwa agar mendapat keberuntungan, dan Surat Ar-Rum ayat 21 menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya bagi kaum yang berfikir, menekankan pentingnya merenung.
Kedua, memperbanyak dzikir adalah kunci pembuka pintu hati. Mengulang-ulang kalimat tauhid, seperti “Laa Ilaaha Illaallaah Muhammadur Rosuulullaah”, adalah bentuk ikhtiar yang tiada henti untuk mengingat keesaan Allah dan risalah Nabi-Nya. Surat Muhammad ayat 19 memerintahkan, “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (sesembahan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” Kalimat mulia ini adalah fondasi keimanan yang menguatkan jiwa. Sementara itu, kalimat “Muhammadur Rosuulullaah” mengingatkan kita akan teladan terbaik yang diutus Allah, seperti yang tergambar dalam Surat Al-Fath ayat 29, yang melukiskan keteguhan dan kasih sayang para pengikut Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam.
Selain itu, menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an adalah ikhtiar yang tak boleh ditinggalkan. Mengkhatamkan Al-Qur’an, atau setidaknya membacanya secara rutin setiap hari, akan menjadi penerang hati dan pikiran.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
هٰذَا بَلٰغٌ لِّلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوْا بِهٖ وَلِيَعْلَمُوْٓا اَنَّمَا هُوَ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ وَّلِيَذَّكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِࣖ ٥٢
Artinya : "Dan (Al-Qur'an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran." (QS. Ibrahim : 52)
Ayat ini merupakan penjelasan yang sempurna bagi manusia agar mereka diberi peringatan, mengetahui keesaan Tuhan, dan mengambil pelajaran. Ia adalah petunjuk yang tak lekang oleh zaman.
*Terakhir (Ketiga), menjalin Silaturahmi dengan para ulama dan orang-orang saleh merupakan ikhtiar penting. Bergaul dengan mereka akan menginspirasi dan mengarahkan kita kepada kebaikan.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا ٦٩
Artinya : "Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS. An-Nisaa : 69)
Hal ini menjanjikan bahwa mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya akan bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat, yaitu para Nabi, Shiddiqin, Syuhada, dan Shalihin, merekalah teman sebaik-baiknya.
Demikian pula Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَاۤبِّ وَالْاَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ كَذٰلِكَۗ اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ ٢٨
Artinya : "Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun." (QS. Faathir : 28)
Dalam hal ini Allah menegaskan bahwa yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama, orang-orang berilmu yang membimbing dengan hikmah.
Semoga dengan mengamalkan langkah-langkah ikhtiar ini, hati kita senantiasa terbuka lebar untuk menerima setiap tetesan hidayah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sungguh, Dia adalah sebaik-baik Pemberi Petunjuk bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Marilah kita terus berjuang di jalan kebaikan, memohon bimbingan-Nya, dan menjadikan setiap amal sebagai bukti cinta kita kepada-Nya, agar hidup kita dipenuhi keberkahan dan akhirat kita dianugerahi kebahagiaan sejati.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar