Menu

Rabu, 26 November 2025

CINTA RASULULLAH

CINTA RASULULLAH SEBAGAI BUKTI IMAN KITA


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini Kamis  7 Jumadil-Akhirah 1447 H /27 November 2025

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Allah  telah mengutus Rasulullah  ke dunia ini, sebagai penutup para Nabi, pengemban Risalah Dinul Islam yang sempurna.

Ini adalah salah satu kekhususan serta kemuliaan yang Allah berikan kepada Beliau  dan tidak diberikan kepada para Nabi sebelumnya. 

Banyak sekali nash-nash Al-Qur’an maupun As-Sunah yang menunjukkan atas kewajiban seorang mukmin untuk mengimani seluruh berita yang dibawa oleh Beliau. 

Serta menjadikan Rasul  sebagai suri tauladan dan mencintainya melebihi cinta kepada keluarga, harta benda dan dari materi dunia.

Allah ﷺ berfirman,

قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللهُ بِأَمْرِهِ وَاللهُ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah: 24)


Begitu pula disebutkan dalam hadits, Rasulullah  
bersabda,

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (رواه البخاري)

Tidak akan sempurna iman seseorang, sehingga ia mencintai diriku, melebihi cintanya kepada anak, orang tua dan manusia seluruhnya.”

Telah jelas makna lahiriyah dari hadits di atas, bahwa tidak akan sempurna iman seseorang sehingga menjadikan Rasulullah  lebih dicintai dari anak, orang tua dan manusia seluruhnya.

Dalam riwayat lain, banyak kisah-kisah heroik yang diperankan oleh para sahabat, dalam melindungi Rasulullah  karena rasa cinta pada Beliau .

Coba kita tengok sekilas, perjuangan para Sahabat dalam perang Uhud, suatu peperangan yang sangat menegangkan. 

Ketika itu, Rasulullah  dalam keadaan terpojok dan terdesak, lantas mereka jadikan diri mereka sebagai tameng hidup bagi Rasulullah .

Kisah lain menimpa Sahabat Khabbab bin Al-Arth, yang disiksa oleh orang-orang Quraisy di atas tiang salib sebagai pelampiasan dendam perang Badar hingga akhirnya dia syahid. 

Saat itu Khabbab ditanya, bagaimana kalau sekiranya Rasulullah   menggantikan posisinya saat itu. Maka, ia menjawab dengan ungkapan yang sangat indah. 

Jawabannya menyiratkan suatu kecintaan yang sangat besar kepada Rasulullah . Yaitu dia tidak akan ridha sedikitpun walau hanya satu duri saja yang mengenai kulit beliau .

Cinta Dengan Sebenarnya Cinta

Satu hal yang perlu kita sadari dan camkan baik-baik. Bahwasanya Rasulullah  adalah sosok yang harus dicintai melebihi cinta kita kepada harta maupun keluarga.

Namun di sisi lain, hendaknya kita juga tahu bahwa Rasulullah  melarang kita berlebihan dalam mencintai Beliau.

Sebagaimana kaum Nasrani yang berlebihan dalam mendudukkan Nabi Isa bin Maryam dengan mengangkatnya sebagai tuhan yang mereka puja dan mereka sembah.

Padahal, beliau Nabi Isa ‘alaihissalam hakikatnya adalah utusan dan hamba Allah . Itulah salah satu contoh kesalahan fatal yang menimpa kaum Nasrani. 

Yaitu menjadikan seseorang hamba Allah yang shaleh, sebagai tandingan Allah  yang dipuja dan dimintai pertolongan.

Perbuatan dan sikap pengkultusan terhadap para Rahib dan Pendeta yang mereka lakukan telah termaktub dalam Al-Qur’an. Allah berfirman,

اِتَّخَذُوْا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُوْنِ اللهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَآأُمِرُوْا إِلاَّ لِيَعْبُدُوْا إِلَهًا وَاحِدًا لآإِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At-Taubah: 31)

Itulah sejarah kesesatan mereka, yang berlanjut hingga hari ini. Sementara mereka dijuluki dengan julukan khusus dalam Al-Qur’an dengan sebutan orang-orang yang sesat (الضَالُّون).

Juga sebaliknya, jangan sampai kita meremehkan Rasulullah  dan meninggalkan sunah-sunahnya. Karena, hari ini paham seperti ini tumbuh subur bagai cendawan di musim hujan. 

Khususnya di kalangan orang-orang yang menamakan dirinya dengan ‘Inkarus Sunah’ (meski hari ini telah berganti baju) yang meyakini kepada pengingkaran terhadap As-Sunah sebagai sumber kedua dalam Islam setelah Al-Qur’an.

Maka, agar tidak terjerumus dalam salah satu dari dua keadaan, antara ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (meremehkan). Hendaknya kita mengikuti ajaran Islam dengan berittiba’ kepada Rasulullah 

Hal tersebut sebagaimana tersirat dalam lafadz syahadat,

أَشْهَدُ أَلاَّ إِلهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Saya bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi, kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” Wallahu a’lam bishawab.

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

Penulis: Budi Yahya
Sumber : https://mahadannur.id/

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏



Sumber : https://mahadannur.id/
Edit:  Ndik

#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar