CINTA RASULULLAH SEBAGAI BUKTI IMAN KITA
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Kamis 7 Jumadil-Akhirah 1447 H /27 November 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Allah ﷺ telah mengutus Rasulullah ﷺ ke dunia ini, sebagai penutup para
Nabi, pengemban Risalah Dinul Islam yang sempurna.
Ini
adalah salah satu kekhususan serta kemuliaan yang Allah berikan kepada Beliau ﷺ dan tidak diberikan kepada para Nabi sebelumnya.
Banyak
sekali nash-nash Al-Qur’an maupun As-Sunah yang menunjukkan atas kewajiban
seorang mukmin untuk mengimani seluruh berita yang dibawa oleh Beliau.
Serta
menjadikan Rasul ﷺ sebagai suri tauladan dan mencintainya melebihi cinta kepada keluarga, harta
benda dan dari materi dunia.
Allah
ﷺ berfirman,
قُلْ
إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ
وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَآ
أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا
حَتَّى يَأْتِيَ اللهُ بِأَمْرِهِ وَاللهُ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
“Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah: 24)
Begitu pula disebutkan dalam hadits, Rasulullah ﷺ bersabda,
لَا
يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ
أَجْمَعِينَ (رواه البخاري)
“Tidak
akan sempurna iman seseorang, sehingga ia mencintai diriku, melebihi cintanya
kepada anak, orang tua dan manusia seluruhnya.”
Telah
jelas makna lahiriyah dari hadits di atas, bahwa tidak akan sempurna iman
seseorang sehingga menjadikan Rasulullah ﷺ lebih dicintai dari anak, orang tua dan
manusia seluruhnya.
Dalam
riwayat lain, banyak kisah-kisah heroik yang diperankan oleh para sahabat,
dalam melindungi Rasulullah ﷺ karena rasa cinta pada Beliau ﷺ.
Coba
kita tengok sekilas, perjuangan para Sahabat dalam perang Uhud, suatu
peperangan yang sangat menegangkan.
Ketika
itu, Rasulullah ﷺ dalam keadaan terpojok dan terdesak, lantas mereka jadikan
diri mereka sebagai tameng hidup bagi Rasulullah ﷺ.
Kisah
lain menimpa Sahabat Khabbab bin Al-Arth, yang disiksa oleh orang-orang Quraisy
di atas tiang salib sebagai pelampiasan dendam perang Badar hingga akhirnya dia
syahid.
Saat
itu Khabbab ditanya, bagaimana kalau sekiranya Rasulullah ﷺ menggantikan posisinya saat itu.
Maka, ia menjawab dengan ungkapan yang sangat indah.
Jawabannya
menyiratkan suatu kecintaan yang sangat besar kepada Rasulullah ﷺ. Yaitu dia tidak akan ridha sedikitpun
walau hanya satu duri saja yang mengenai kulit beliau ﷺ.
Cinta
Dengan Sebenarnya Cinta
Satu
hal yang perlu kita sadari dan camkan baik-baik. Bahwasanya Rasulullah ﷺ adalah sosok yang harus dicintai
melebihi cinta kita kepada harta maupun keluarga.
Namun
di sisi lain, hendaknya kita juga tahu bahwa Rasulullah ﷺ melarang kita berlebihan dalam
mencintai Beliau.
Sebagaimana
kaum Nasrani yang berlebihan dalam mendudukkan Nabi Isa bin Maryam dengan
mengangkatnya sebagai tuhan yang mereka puja dan mereka sembah.
Padahal,
beliau Nabi Isa ‘alaihissalam hakikatnya adalah utusan dan
hamba Allah ﷺ.
Itulah salah satu contoh kesalahan fatal yang menimpa kaum Nasrani.
Yaitu
menjadikan seseorang hamba Allah yang shaleh, sebagai tandingan Allah ﷺ yang dipuja dan dimintai pertolongan.
Perbuatan
dan sikap pengkultusan terhadap para Rahib dan Pendeta yang mereka lakukan
telah termaktub dalam Al-Qur’an. Allah ﷻ berfirman,
اِتَّخَذُوْا
أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُوْنِ اللهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَ
وَمَآأُمِرُوْا إِلاَّ لِيَعْبُدُوْا إِلَهًا وَاحِدًا لآإِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ
عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
“Mereka
menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain
Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka
hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah (yang berhak
disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS.
At-Taubah: 31)
Itulah
sejarah kesesatan mereka, yang berlanjut hingga hari ini. Sementara mereka
dijuluki dengan julukan khusus dalam Al-Qur’an dengan sebutan orang-orang yang
sesat (الضَالُّون).
Juga
sebaliknya, jangan sampai kita meremehkan Rasulullah ﷺ dan meninggalkan sunah-sunahnya.
Karena, hari ini paham seperti ini tumbuh subur bagai cendawan di musim
hujan.
Khususnya
di kalangan orang-orang yang menamakan dirinya dengan ‘Inkarus Sunah’
(meski hari ini telah berganti baju) yang meyakini kepada pengingkaran terhadap
As-Sunah sebagai sumber kedua dalam Islam setelah Al-Qur’an.
Maka,
agar tidak terjerumus dalam salah satu dari dua keadaan, antara ifrath (berlebih-lebihan)
dan tafrith (meremehkan). Hendaknya kita mengikuti ajaran
Islam dengan berittiba’ kepada Rasulullah ﷺ.
Hal
tersebut sebagaimana tersirat dalam lafadz syahadat,
أَشْهَدُ
أَلاَّ إِلهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
“Saya
bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi, kecuali Allah dan aku
bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” Wallahu a’lam
bishawab.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Sumber : https://mahadannur.id/
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Sumber : https://mahadannur.id/
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar