AKIBAT LALAI TERHADAP WAKTU
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Senin 19 Jumadil-Ula 1447 H /10 November 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Akibat
lalai terhadap waktu meliputi penyesalan di masa depan, stres, masalah
kesehatan mental, hingga dampak yang lebih mendalam seperti terputus dari
spiritualitas dan kerugian di akhirat. Secara duniawi, lalai waktu bisa
menyebabkan ketidakdisiplinan, tugas yang terbengkalai, kinerja buruk, bahkan
kehilangan pekerjaan.
Saudaraku
seiman, dalam hiruk-pikuk dunia yang serba cepat ini, waktu terasa berlalu
begitu saja. Hari berganti hari, pekan berganti pekan, tanpa terasa usia kita
pun bertambah. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan merenungi: untuk
apa saja waktu yang telah berlalu itu digunakan? Apakah untuk hal-hal
yang mendatangkan rida-Nya atau justru untuk kelalaian yang menjerumuskan?
Sebuah
peringatan sangat keras dan mendalam disampaikan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah.
Beliau berkata,
إضاعةُ
الوقت أشدُّ من الموت ؛ لأنَّ إضاعة الوقت تقطعك عن الله والدار الآخرة، والموتُ يقطعك
عن الدنيا وأهلها
“Menyia-nyiakan
waktu lebih berbahaya dari kematian. Karena menyia-nyiakan waktu akan
memutuskanmu dari Allah dan negeri akhirat, sedangkan kematian hanya memutuskan
dirimu dari dunia dan penduduknya.” (Al-Fawaid, hal.
44)
Subhanallah! Betapa tajam dan dalamnya nasihat
ini. Beliau menyamakan kelalaian akan waktu dengan sebuah bahaya yang
tingkatannya bahkan melebihi kematian. Mengapa bisa demikian?
Kematian
adalah kepastian, kelalaian adalah pilihan
Kematian
adalah sesuatu yang pasti datangnya. Karena kematian adalah ajaibul
ajal (peristiwa yang telah ditentukan) yang akan memutuskan setiap
makhluk dari kehidupan dunianya, serta sebagai takdir yang harus dijalani.
Namun, menyia-nyiakan waktu adalah pilihan. Sadar atau tidak, kita memalingkan
amanah waktu dari pengisian yang benar. Berbuat dosa karena terlena adalah
pilihan. Bermalas-malasan dari ibadah adalah pilihan. Inilah yang membuatnya
sangat berbahaya karena kita akan dimintai pertanggungjawaban atas pilihan kita
tersebut.
Allah Ta’ala telah
memberikan kita akal dan hidayah untuk membedakan antara yang haq dan
batil. Setiap detik yang berlalu, kita sebenarnya sedang membuat pilihan:
memilih untuk taat atau maksiat, memilih untuk berzikir atau berlalu, memilih
untuk menuntut ilmu atau menghabiskan waktu dengan hiburan yang melalaikan.
Dalam hadits qudsi, Allah berfirman,
يَا عِبَادِي
إِنَّكُمْ تُخْطِئُوْنَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَناَ أَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعاً،
فَاسْتَغْفِرُوْنِي أَغْفِرْ لَكُمْ
“Wahai
hamba-Ku, sesungguhnya kalian semuanya melakukan dosa pada malam dan siang
hari, padahal Aku Maha mengampuni dosa semuanya. Maka mintalah ampun kepada-Ku,
niscaya akan Aku ampuni kalian.” (HR. Muslim)
Hadis
ini menunjukkan bahwa pintu untuk memilih tobat dan mengisi waktu dengan
kebaikan selalu terbuka lebar selama nyawa masih dikandung badan.
Rasulullah
ﷺ telah memperingatkan tentang dua nikmat yang sering dilalaikan oleh
kebanyakan manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang. Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
نِعْمَتَانِ
مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada
dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan
waktu luang.” (HR.
Bukhari)
Kelalaian
terhadap waktu adalah bentuk ketidaksyukuran kita terhadap nikmat Allah yang
paling mendasar. Kita diberikan modal kehidupan, namun kita sia-siakan modal
itu untuk hal-hal yang tidak menghasilkan ‘keuntungan’ untuk kehidupan abadi
kita kelak. Betapa meruginya seorang pedagang yang menyia-nyiakan modal
utamanya.
Oleh
karena itu, ketika ajal menjemput, tidak ada lagi pilihan. Saat itu, berakhir
sudah semua kesempatan untuk beramal. Namun, selama jantung masih berdetak,
pilihan untuk bertobat, berubah, dan memanfaatkan waktu dengan optimal masih
sepenuhnya berada di tangan kita. Kelalaian adalah kezaliman kita terhadap diri
sendiri karena menyia-nyiakan kesempatan emas yang Allah berikan.
Dampak
kelalaian
Kematian
memutuskan kita dari dunia yang fana dan mengakhiri kesempatan kita untuk
beramal. Sedangkan menyia-nyiakan waktu memutuskan hubungan kita dengan
Allah dan akhirat selagi kita masih hidup dan memiliki kesempatan untuk
berubah. Orang yang lalai akan waktunya, hatinya bisa menjadi keras, sulit
menerima kebenaran, dan menjauh dari mengingat Allah. Ini adalah ‘kematian’
dalam kehidupan, kematian hati sebelum kematian jasad. Na’udzubillah
min dzalik.
Dampak
dari kelalaian ini bersifat gradual dan seringkali tidak disadari. Seperti
besi yang berkarat secara perlahan, hati yang tidak pernah dirawat dengan zikir
dan ibadah akan menjadi kotor dan berkarat. Allah berfirman,
كَلَّا
ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
“Sekali-kali
tidak! Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifin: 14)
Setiap
kali kita memilih untuk melalaikan waktu, sekat antara kita dan Allah akan
semakin menebal, membuat kita semakin sulit merasakan manisnya iman dan
lezatnya ketaatan.
Inilah
yang disebut dengan ghaflah (lalai) dalam terminologi
Al-Qur’an. Allah menggambarkan keadaan orang-orang yang lalai sebagai
orang yang tidur, tetapi mata hati mereka tertutup sehingga tidak dapat melihat
tanda-tanda kebesaran Allah. “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka
Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak
dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)…” (QS. Al-A’raf: 179). Mereka
hidup, bernafas, dan beraktivitas, tetapi hakikatnya mereka telah ‘mati’ karena
hati mereka tidak terhubung dengan Penciptanya.
Oleh
karenanya, kematian jasad hanya memindahkan seseorang dari satu keadaan kepada
keadaan lain sesuai amalnya. Sedangkan kematian hati dalam kelalaian
adalah sebuah kemunduran dan kehancuran yang terjadi di dunia, yang menjadi
penyebab utama kesengsaraan di akhirat. Maka, berbahagialah orang yang selalu
memeriksa hatinya dan menjaganya dari kelalaian dengan selalu mengingat Allah.
Bersambung Bag, 2…….
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Penulis: Fauzan Hidayat
Artikel Muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/109842-akibat-lalai-terhadap-waktu.html
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Sumber: https://muslim.or.id/109842-akibat-lalai-terhadap-waktu.html
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar