Menu

Minggu, 09 November 2025

WAKTU BAG. 1

AKIBAT LALAI TERHADAP WAKTU


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini Senin 19 Jumadil-Ula 1447 H /10 November 2025

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Akibat lalai terhadap waktu meliputi penyesalan di masa depan, stres, masalah kesehatan mental, hingga dampak yang lebih mendalam seperti terputus dari spiritualitas dan kerugian di akhirat. Secara duniawi, lalai waktu bisa menyebabkan ketidakdisiplinan, tugas yang terbengkalai, kinerja buruk, bahkan kehilangan pekerjaan. 

Saudaraku seiman, dalam hiruk-pikuk dunia yang serba cepat ini, waktu terasa berlalu begitu saja. Hari berganti hari, pekan berganti pekan, tanpa terasa usia kita pun bertambah. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan merenungi: untuk apa saja waktu yang telah berlalu itu digunakan? Apakah untuk hal-hal yang mendatangkan rida-Nya atau justru untuk kelalaian yang menjerumuskan?

Sebuah peringatan sangat keras dan mendalam disampaikan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah. Beliau berkata,

إضاعةُ الوقت أشدُّ من الموت ؛ لأنَّ إضاعة الوقت تقطعك عن الله والدار الآخرة، والموتُ يقطعك عن الدنيا وأهلها

“Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya dari kematian. Karena menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu dari Allah dan negeri akhirat, sedangkan kematian hanya memutuskan dirimu dari dunia dan penduduknya.” (Al-Fawaid, hal. 44)

Subhanallah! Betapa tajam dan dalamnya nasihat ini. Beliau menyamakan kelalaian akan waktu dengan sebuah bahaya yang tingkatannya bahkan melebihi kematian. Mengapa bisa demikian?

Kematian adalah kepastian, kelalaian adalah pilihan

Kematian adalah sesuatu yang pasti datangnya. Karena kematian adalah ajaibul ajal (peristiwa yang telah ditentukan) yang akan memutuskan setiap makhluk dari kehidupan dunianya, serta sebagai takdir yang harus dijalani. Namun, menyia-nyiakan waktu adalah pilihan. Sadar atau tidak, kita memalingkan amanah waktu dari pengisian yang benar. Berbuat dosa karena terlena adalah pilihan. Bermalas-malasan dari ibadah adalah pilihan. Inilah yang membuatnya sangat berbahaya karena kita akan dimintai pertanggungjawaban atas pilihan kita tersebut.

Allah Ta’ala telah memberikan kita akal dan hidayah untuk membedakan antara yang haq dan batil. Setiap detik yang berlalu, kita sebenarnya sedang membuat pilihan: memilih untuk taat atau maksiat, memilih untuk berzikir atau berlalu, memilih untuk menuntut ilmu atau menghabiskan waktu dengan hiburan yang melalaikan. Dalam hadits qudsi, Allah berfirman,

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُوْنَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَناَ أَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعاً، فَاسْتَغْفِرُوْنِي أَغْفِرْ لَكُمْ

Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian semuanya melakukan dosa pada malam dan siang hari, padahal Aku Maha mengampuni dosa semuanya. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni kalian.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa pintu untuk memilih tobat dan mengisi waktu dengan kebaikan selalu terbuka lebar selama nyawa masih dikandung badan.

Rasulullah ﷺ telah memperingatkan tentang dua nikmat yang sering dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Kelalaian terhadap waktu adalah bentuk ketidaksyukuran kita terhadap nikmat Allah yang paling mendasar. Kita diberikan modal kehidupan, namun kita sia-siakan modal itu untuk hal-hal yang tidak menghasilkan ‘keuntungan’ untuk kehidupan abadi kita kelak. Betapa meruginya seorang pedagang yang menyia-nyiakan modal utamanya.

Oleh karena itu, ketika ajal menjemput, tidak ada lagi pilihan. Saat itu, berakhir sudah semua kesempatan untuk beramal. Namun, selama jantung masih berdetak, pilihan untuk bertobat, berubah, dan memanfaatkan waktu dengan optimal masih sepenuhnya berada di tangan kita. Kelalaian adalah kezaliman kita terhadap diri sendiri karena menyia-nyiakan kesempatan emas yang Allah berikan.

Dampak kelalaian

Kematian memutuskan kita dari dunia yang fana dan mengakhiri kesempatan kita untuk beramal. Sedangkan menyia-nyiakan waktu memutuskan hubungan kita dengan Allah dan akhirat selagi kita masih hidup dan memiliki kesempatan untuk berubah. Orang yang lalai akan waktunya, hatinya bisa menjadi keras, sulit menerima kebenaran, dan menjauh dari mengingat Allah. Ini adalah ‘kematian’ dalam kehidupan, kematian hati sebelum kematian jasad. Na’udzubillah min dzalik.

Dampak dari kelalaian ini bersifat gradual dan seringkali tidak disadari. Seperti besi yang berkarat secara perlahan, hati yang tidak pernah dirawat dengan zikir dan ibadah akan menjadi kotor dan berkarat. Allah berfirman,

كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak! Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifin: 14)

Setiap kali kita memilih untuk melalaikan waktu, sekat antara kita dan Allah akan semakin menebal, membuat kita semakin sulit merasakan manisnya iman dan lezatnya ketaatan.

Inilah yang disebut dengan ghaflah (lalai) dalam terminologi Al-Qur’an. Allah menggambarkan keadaan orang-orang yang lalai sebagai orang yang tidur, tetapi mata hati mereka tertutup sehingga tidak dapat melihat tanda-tanda kebesaran Allah. “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)…” (QS. Al-A’raf: 179). Mereka hidup, bernafas, dan beraktivitas, tetapi hakikatnya mereka telah ‘mati’ karena hati mereka tidak terhubung dengan Penciptanya.

Oleh karenanya, kematian jasad hanya memindahkan seseorang dari satu keadaan kepada keadaan lain sesuai amalnya. Sedangkan kematian hati dalam kelalaian adalah sebuah kemunduran dan kehancuran yang terjadi di dunia, yang menjadi penyebab utama kesengsaraan di akhirat. Maka, berbahagialah orang yang selalu memeriksa hatinya dan menjaganya dari kelalaian dengan selalu mengingat Allah.

Bersambung Bag, 2…….

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Penulis: Fauzan Hidayat
Artikel Muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/109842-akibat-lalai-terhadap-waktu.html

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏



Sumber: https://muslim.or.id/109842-akibat-lalai-terhadap-waktu.html
Edit:  Ndik

#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar