HADITS TENTANG 4 GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SURGA
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Rabu 14 Jumadil-Ula 1447 H /5 November 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Setiap Muslim tentu berharap untuk menjadi
bagian dari golongan yang dirindukan surga, yakni golongan yang mendapatkan
tempat mulia di akhirat. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa surga merindukan
empat golongan manusia tertentu. Mereka adalah orang-orang yang memiliki
amalan-amalan khusus yang menjadikan mereka istimewa di mata Allah Subhanahu wa
Ta’ala. Pertanyaannya, siapa saja yang termasuk dalam empat golongan yang
dirindukan surga ini?
Hadits tentang 4 Golongan yang Dirindukan
Surga
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
menerangkan bahwa surga memiliki rasa rindu terhadap orang-orang tertentu yang
memiliki amalan-amalan istimewa. Terdapat empat golongan manusia yang surga
rindukan karena keistimewaan amal kebaikan dan ketakwaan mereka. Berikut ini
adalah hadits yang menjelaskan hal tersebut, sebagaimana dikutip dari buku
Risalah Ramadhan (Risalah dari Perjalanan Malam Ramadhan) karya Furqon
Al-Kalam.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda,
الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ إِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ
: تَالِي الْقُرْآنِ, وَحَافِظِ النِّسَانِ وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ، وَصَائِمٍ فِي
شَهْرِ رَمَضَانَ
Artinya: “Surga itu merindukan empat
golongan: orang yang membaca Al-Qur’an, orang yang menjaga lisan, orang yang
memberi makan orang yang sedang kelaparan, dan orang yang berpuasa pada bulan
Ramadan.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)
Penjelasan Hadits 4 Golongan yang Dirindukan
Surga
Hadits tersebut menjelaskan tentang empat
golongan yang dirindukan surga dan memberikan penjelasan yang mendalam tentang
karakteristik orang-orang yang memperoleh keistimewaan tersebut. Berikut adalah
penjelasan dari hadits mengacu pada sumber sebelumnya.
Salah satu golongan yang dirindukan surga
adalah mereka yang senantiasa mentilawahkan Al-Qur’an dengan tekun. Tidak hanya
membaca, namun juga memahami dan mengamalkan ajaran di dalamnya. Pada hadits
tersebut menggunakan kata talil Qur’an, yang berarti lebih dari sekadar pembaca
biasa. Orang yang masuk golongan ini adalah mereka yang melibatkan hati dan
pikiran dalam setiap tilawahnya, menjadikan Al-Qur’an pedoman dalam kehidupan
sehari-hari, sehingga surga pun merindukan mereka.
Membaca Al-Qur’an adalah salah satu amalan
yang memiliki banyak keutamaan dan alasan mengapa umat Islam harus
melakukannya. Berikut adalah beberapa alasan pentingnya membaca Al-Qur’an
seperti dikutip dari buku Jika Surga Neraka (tak Pernah) Ada tulisan Wawan
Susetya:
Petunjuk hidup. Al-Qur’an adalah kalimat
Allah Subhanahu wa Ta’ala yang terakhir, menjadi pedoman dan tuntunan bagi umat
manusia.
Relevan sepanjang masa. Ajaran Al-Qur’an
tidak akan bertentangan dengan kebenaran ilmu pengetahuan.
Mudah dipahami. Al-Qur’an diturunkan dalam
bahasa yang mudah dimengerti.
Orang yang menjaga ucapannya agar tidak
berkata kasar, mencaci, atau menghina termasuk salah satu golongan yang
dirindukan surga. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan manusia dengan
kemampuan berbicara, dan itu adalah nikmat besar yang harus dijaga dengan baik.
Dalam surah Al-Mu’minun ayat 3, disebutkan bahwa orang yang menjauhkan diri
dari perkataan yang sia-sia dan tidak berguna adalah salah satu syarat untuk
masuk Surga Firdaus.
وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ
ۙ
Artinya: “Orang-orang yang meninggalkan
(perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,” (
Mengontrol lisan memiliki makna yang dalam
karena seseorang yang tidak mampu menjaga ucapannya bisa terjebak dalam
perbuatan dosa seperti dusta, ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), atau
hasud (dengki). Pepatah “diam itu emas” menegaskan betapa pentingnya berbicara
hanya untuk kebaikan.
Jika tidak mampu menjaga ucapan, seseorang bisa jatuh ke dalam sikap buruk yang merusak hati dan amalan, sehingga menjauhkan mereka dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan surga.
3. Orang yang Memberi Makan Mereka yang Kelaparan (Wa Muth’mimul Jii’an)
Mereka yang senantiasa berbagi makanan kepada orang yang kelaparan termasuk dalam golongan yang dirindukan surga. Amal ini jika dilakukan dengan penuh keikhlasan semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, dijanjikan akan dibalas dengan pahala yang melimpah di akhirat. Bahkan, memberi makanan kepada mereka yang berbuka puasa memiliki pahala setara dengan orang yang menjalankan puasa tersebut.
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk
peduli terhadap mereka yang kelaparan dan kurang mampu, karena perhatian ini
menjadi salah satu ibadah yang mendatangkan pahala besar. Di akhirat kelak,
mereka yang menjalankan amal ini dengan penuh keikhlasan akan mendapat tempat
istimewa di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, yakni surga.
Terakhir, golongan yang dirindukan surga
adalah orang-orang yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan penuh
keimanan. Ramadan adalah bulan yang istimewa, seluruh kebaikan terkumpul, doa
dikabulkan, dan dosa diampuni.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
pernah bersabda bahwa jika umatnya mengetahui keutamaan Ramadan, mereka akan
berharap sepanjang tahun adalah bulan Ramadan, “Kalau sekiranya umatku
mengetahui apa-apa (kebaikan) di dalam bulan Ramadan, niscaya mereka
menginginkan agar sepanjang tahun bulan Ramadan.”
Ketaatan dan keikhlasan dalam menjalani puasa selama bulan Ramadan membuat surga merindukan mereka, karena di bulan ini kebaikan, pengampunan, dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala begitu melimpah. Doa yang dipanjatkan akan dikabulkan, dosa yang dilakukan akan diampuni, dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bisa diterima. Sumber https://nabawimulia.co.id/
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Sumber : https://nabawimulia.co.id/
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar