JANGAN MUDAH BERKATA KOTOR
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Jum'at 14 Jumadil-Akhirah 1447 H /5 Desember 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Khotbah pertama
السَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ.
إِنّ الْحَمْدَ
ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ .
اَللّٰهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى مَحَمَّدِ نِالْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ
التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ
بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى
فَقَالَ
اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا
زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي
تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Ma’asyiral
muslimin, jemaah
Jumat yang dimuliakan Allah Ta’ala.
Pertama-tama,
khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan para jemaah sekalian agar
senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala, karena
dengan ketakwaan, seorang muslim akan dimudahkan dalam setiap urusan dan akan
diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَنْ
يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ * وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ
“Barangsiapa
bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari
arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. At-Talaq: 2-3)
Jemaah
salat Jumat yang semoga senantiasa dirahmati Allah Ta’ala.
Sesungguhnya
di antara perkara yang paling agung yang dibawa agama Islam terhadap
kemanusiaan adalah akhlak yang mulia. Dan inilah salah satu tujuan diutusnya
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
بُعِثتُ لأُتَمِّمَ صالِحَ الأخْلاقِ
“Aku
diutus untuk menyempurnakan akhlak yang luhur.” (HR. Ahmad no. 8952 dan Al-Bukhari
dalam Adaabul Mufrad no. 273. Dinilai sahih oleh Al-Albani
dalam Shahih Adaabul Mufrad)
Akhlak
yang sempurna dan luhur inilah yang menjadi salah satu sebab Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mendapatkan pujian dari
Allah Ta’ala. Sebuah pujian yang belum pernah Allah Ta’ala berikan
kepada makhluk selainnya. Allah Ta’ala berfirman,
وَاِنَّكَ
لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
“Dan
sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (QS. Al-Qalam: 4)
Dengan
akhlak dan budi pekerti yang mulia inilah beliau bisa mengambil banyak hati
manusia. Begitu banyak manusia yang akhirnya mencintai Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam dan masuk Islam karena melihat akhlak beliau yang
mulia ini. Betapa banyak kalimat dan kata-kata yang baik yang keluar dari mulut
beliau sehingga dapat mengobati hati yang sedang sakit, meredakan fitnah, dan
menyebabkan terjalinnya persahabatan dan persaudaraan.
Begitu
agung penggambaran Al-Qur’an terhadap perkataan yang baik, seakan-akan ia
adalah tali penyambung antara bumi dan langit dan merupakan jalan untuk meraih
keridaan Allah Sang Pemilik kenikmatan dan kemuliaan. Karena ucapan yang baik
adalah buah dari ibadah kita dan hasil darinya. Allah Ta’ala berfirman,
اَلَمْ
تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا
ثَابِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَاۤءِۙ * تُؤْتِيْٓ اُكُلَهَا كُلَّ حِيْنٍ ۢبِاِذْنِ
رَبِّهَاۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ
“Tidakkah
kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik
seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,
(pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan
Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.” (QS. Ibrahim: 24-25)
Jemaah
yang semoga senantiasa dalam lindungan Allah Ta’ala.
Sebaliknya,
ucapan yang kotor dan buruk merupakan salah satu perkara yang tidak disukai
Allah Ta’ala. Tidaklah ia membuahkan sesuatu, melainkan
permusuhan dan perpecahan, menjadi sebab rusaknya tali persaudaraan dan
putusnya sebuah hubungan. Tak terhitung jumlahnya, putusnya hubungan orang tua
dan anak dan hilangnya keharmonisan antara pasangan suami dan istri dikarenakan
ucapan yang kotor dan buruk.
Al-Qur’an
telah menggambarkan perkataan yang kotor dan buruk ini bagaikan pohon yang
buruk, pohon yang tidak memberikan manfaat serta kebaikan apapun bagi
pemiliknya. Bahkan ia membuahkan keburukan dan kerusakan. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَثَلُ
كَلِمَةٍ خَبِيْثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيْثَةِ ِۨاجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْاَرْضِ مَا
لَهَا مِنْ قَرَارٍ
“Dan
perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut
akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.” (QS. Ibrahim: 26)
Setelah
memberikan permisalan 2 pohon, Al-Qur’an memberi kita sinyal dan mengajarkan
bahwa ucapan dan perkataan yang baik merupakan tanda jujurnya keimanan
seseorang dan pertanda bahwa dirinya telah mencapai derajat rida Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,
يُثَبِّتُ
اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى
الْاٰخِرَةِۚ وَيُضِلُّ اللّٰهُ الظّٰلِمِيْنَۗ وَيَفْعَلُ اللّٰهُ مَا يَشَاۤءُ ࣖ
“Allah
meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam
kehidupan) di dunia dan di akhirat. Dan Allah menyesatkan orang-orang yang
zalim. Dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27)
Ma’asyiral
mukminin yang
berbahagia,
Ketahuilah
sesungguhnya hasil dari ucapan yang baik adalah terjaganya rumah tangga. Jika
seorang suami berkata dengan perkataan yang indah, maka bertambah pula kadar
kecintaan dan kasih sayang antara suami dengan istrinya, semakin baik pula
perlakuannya terhadap yang lain. Dan kapan pun seorang istri cerdas di dalam
memilih kata, maka itu adalah pondasi untuk membangun rumah yang yang tenang
lagi damai.
Jika
kita cermati dengan baik, akan kita dapati bahwa di antara sebab rusaknya
hubungan suami istri adalah ucapan dan perkataan yang kotor lagi buruk.
Kata-kata yang tidak disadari ternyata dapat menyebabkan rusaknya hubungan,
kata-kata yang akhirnya dapat merusak keharmonisan dalam keluarga, kata-kata
yang mengubah kebahagiaan menjadi kesedihan. Hubungan yang biasanya dipenuhi
dengan kasih sayang berubah dipenuhi dengan kekerasan dan sikap acuh tak acuh
karena kata-kata kotor yang keluar dari mulut pelakunya. Padahal, Nabi hallallahu
‘alaihi wasallam telah memberikan petunjuk yang indah dalam perkara
ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ كَانَ
يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت
“Barang
siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik
atau hendaklah ia diam.” (HR.
Bukhari no. 6018 dan Muslim no.47)
An-Nawawi rahimahullah menyebutkan
dalam Syarah Arbain, bahwa Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Jika
seseorang hendak berbicara, maka hendaklah dia berpikir terlebih dahulu. Jika
dia merasa bahwa ucapan tersebut tidak merugikannya, silakan diucapkan. Jika
dia merasa ucapan tersebut ada mudharatnya atau ia ragu, maka ditahan (jangan
bicara).”
أقُولُ
قَوْلي هَذَا وَأسْتغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ لي وَلَكُمْ،
فَاسْتغْفِرُوهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنهُ هُوَ الغَفُورُ
الرَّحِيمُ، وَادْعُوهُ يَسْتجِبْ لَكُمْ إِنهُ هُوَ البَرُّ الكَرِيْمُ.
------------------------------------------------------
Khotbah
kedua
اَلْحَمْدُ
للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ.
Jemaah
yang dimuliakan Allah Ta’ala.
Sungguh
menjaga ucapan serta tidak berkata kotor dan buruk merupakan salah satu perkara
penting yang harus diperhatikan oleh para orang tua, ayah dan ibu. Karena
anak-anak pastilah akan memperhatikan dan meniru ucapan orang tuanya. Saat
engkau dapati ada anak yang memiliki tutur kata yang baik, ketahuilah bahwa itu
adalah buah dan hasil dari apa yang ia dengar dari orangtuanya. Oleh karena
itu, wajib hukumnya bagi setiap orang tua untuk memperhatikan tutur kata dan
tingkah lakunya.
Salah
seorang ulama masa silam, Muqatil bin Muhammad Al-‘Ataki berkata, “Aku pernah
hadir bersama ayah dan saudaraku menemui Abu Ishak Ibrahim Al-Harbi. Maka,
beliau bertanya kepada ayahku, ‘Mereka ini anak-anakmu?’ Ayahku menjawab,
‘Iya.’ (Maka), beliau berkata (kepada ayahku), ‘Hati-hatilah! Jangan sampai
mereka melihatmu melanggar larangan Allah, sehingga (wibawamu) jatuh di mata
mereka.’” (Shifatush Shafwah, 2: 409)
Seorang
penyair juga pernah berkata dalam bait syairnya,
الأم مدرسة
إذا أعددتَها، أعددتَ شَعْباً طَيِّبَ الأعراق
“Ibu
adalah sebuah madrasah (tempat pendidikan) yang jika kamu
menyiapkannya, berarti kamu menyiapkan (lahirnya) sebuah masyarakat yang
baik budi pekertinya.”
Jemaah
yang dimuliakan Allah Ta’ala.
Perbaikan
akhlak (dan termasuk di dalamnya menjaga lisan kita dari perkataan kotor dan
tidak pantas) merupakan kunci kesuksesan di dalam mendidik, baik itu pendidikan
orang tua terhadap anaknya, pendidikan seorang guru terhadap murid-muridnya,
ataupun pendidikan dan dakwah seorang ulama terhadap pengikutnya. Ada sebuah
ungkapan Arab terkenal berbunyi,
فاقِدُ
الشَّيْءِ لا يُعْطِيْهِ
“Orang
yang tidak punya sesuatu, tidak mungkin memberi sesuatu itu.”
Semoga
Allah Ta’ala senantiasa menjaga lisan kita dari berucap dan
berbicara dengan sesuatu yang kotor lagi buruk. Semoga Allah Ta’ala hiasi
lisan kita ini dengan ucapan yang baik lagi indah. Karena lisan kita merupakan
salah satu anggota badan yang akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat
kelak. Serta tidaklah kita berucap melainkan pasti ada malaikat yang akan
mencatatnya. Allah Ta’ala berfirman,
مَا يَلْفِظُ
مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tiada
suatu kalimat pun yang diucapkan, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas
yang selalu hadir.” (QS.
Qaf: 18)
فَيَا أَيُّهَا
الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ
عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،
اللهم ادْفَعْ
عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ
وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا
بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً،
إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
رَبّنَا
لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا
إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا
مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا
فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ
إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
اللهمّ
أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ
الآخِرَةِ
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
وَالْحَمْدُ
للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
عِبَادَ
اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى
ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Penulis: Muhammad Idris, Lc.
Sumber: https://muslim.or.id/
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Penulis: Muhammad Idris, Lc.
Sumber: https://muslim.or.id/
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar