DURHAKA KEPADA ORANG TUA TERMASUK DOSA BESAR
Oleh : Ummu Salamah As-Salafiyyah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Senin 24 Syawal 1447 H /13 April 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin
al-‘Ash Radhiyallahu anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau
bersabda:
اَلْكَبَائِرُ اْلإِشْرَاكُ بِاللهِِ، وَعُقُوْقُ
الْوَالِدَيْنِ، وَقَتْلُ النَّفْسِ، وَالْيَمِينُ الْغَمُوسُ.
“Dosa besar itu adalah syirik
kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa seseorang, dan
sumpah palu.’” [HR. Al-Bukhari].
Dari Abu Bakrah Radhiyallahu
anhu, dia berkata, “Pernah disebutkan dosa-dosa besar di dekat Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda:
اَلإِشْرَاكُ بِاللهِِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ”،
وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَقَالَ، وَشَهَادَةُ الزُّورِ أَوْ قَوْلُ الزُّورِ
“Syirik kepada Allah dan
durhaka kepada kedua orang tua.’ Dan beliau bersandar lalu beliau duduk seraya
berkata, ‘Dan kesaksian palsu atau ucapan dusta.’” [Muttafaq ‘alaih].
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin
al-‘Ash Radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
telah bersabda:
مِنَ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ.
“Yang termasuk dosa besar
adalah celaan seseorang terhadap kedua orang tuanya.”
Mereka bertanya:
يَا رَسُولَ اللهِ وَهَلْ يَشْتُمُ الرَّجُلُ
وَالِدَيْهِ؟
“Wahai Rasulullah, apakah ada
orang yang mencela kedua orang tuanya?”
Beliau menjawab:
نَعَمْ، يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ
أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ.
“Ya, seseorang mencela ayah
orang lain, maka berarti dia telah mencela ayahnya sendiri. Dan dia mencela ibu
orang itu berarti dia telah mencela ibunya sendiri.” [HR. Bukhari dan
Muslim].
Dari al-Mughirah bin Syu’bah
Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ
اْلأُمَّهَاتِ وَمَنْعًا وَهَاتٍ وَوَأْدَ الْبَنَاتِ، وَكَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ
وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ.
“Sesungguhnya Allah Ta’ala
mengharamkan kalian untuk durhaka kepada ibu-ibu kalian, man’an wa haatin
(menolak kewajiban dan menuntut yang bukan haknya), mengubur hidup-hidup anak
perempuan. Dan Allah membenci kalian dalam hal menyebar kabar yang tidak benar,
banyak meminta-minta, dan menyianyiakan harta.” [HR. Al-Bukhari dan
Muslim].
Imam Ahmad meriwayatkan dari
hadits Abud Darda’ dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَاقٌّ وَلاَ مُدْمِنُ
خَمْرٍ وَمُكَذِّبٌ بِقَدَرٍ.
“Tidak akan masuk Surga orang
yang durhaka, pecandu khamr, dan orang yang mendustakan takdir.”
Ini adalah hadits hasan
sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab ash-Shahiih al-Musnad mimmaa
Laisa fii ash-Shahiihain.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“Tidak ada yang berbicara di dalam buaian, kecuali hanya tiga orang, yaitu: ‘Isa putera Maryam, bayi yang menyelamatkan Juraij. Juraij adalah seorang yang taat beribadah. Dia membangun tempat ibadah dan dia selalu berada di dalamnya.
Suatu saat, ibunya datang
sedang dia tengah mengerjakan shalat. Sang ibu berkata, ‘Hai Juraij.’ Juraij
berkata (di dalam hati), ‘Ya Rabb-ku, ibuku atau aku teruskan shalatku?’
Lalu dia meneruskan shalatnya
sedang ibunya kembali pulang. Dan pada keesokan harinya ibunya datang lagi dan
dia pun tengah mengerjakan shalat. Ibunya memanggil, ‘Hai Juraij.’ Juraij
pun berkata (di dalam hati), ‘Ya Rabb-ku, ibuku atau aku teruskan sha-latku?’
Maka ia tetap meneruskan shalatnya.
Dan pada hari berikutnya,
ibunya datang lagi pada waktu Juraij tengah mengerjakan shalat. Maka ibunya pun
memanggil, ‘Hai Juraij.’ Juraij pun berkata, ‘Wahai Rabb-ku, ibuku atau aku
teruskan shalatku?’
Lalu dia tetap meneruskan
shalatnya. Maka ibunya berdo’a, ‘Ya Allah, janganlah Engkau mematikannya
sehingga dia melihat wajah (berurusan dengan) pelacur.’
Kemudian orang-orang Bani
Israil memperbincangkan Juraij ini dan ibadahnya. Pada waktu itu ada seorang
wanita pelacur yang kecantikannya menjadi idola. Pelacur itu berkata,
‘Seandainya kalian menghendaki, niscaya aku sanggup menguji Juraij.’
Kemudian wanita itu datang dan
mengganggu Juraij, tetapi dia tidak sedikit pun menoleh kepadanya.
Selanjutnya wanita itu datang
kepada seorang penggembala dan mengajaknya ke tempat ibadah Juraij dengan
menyerahkan diri kepada penggembala itu untuk dizinai. Dan penggembala kambing
itu pun mau memenuhi ajakan wanita tersebut hingga akhirnya wanita itu hamil.
Ketika wanita itu melahirkan seorang bayi, dia berkata, ‘Bayi ini adalah hasil
hubunganku dengan Juraij.’
Kemudian orang-orang Bani
Israil itu datang kepada Juraij dan memaksanya untuk turun, lalu mereka
menghancurkan tempat ibadahnya itu serta memukulinya. Juraij berkata, ‘Mengapa
kalian berbuat seperti ini?’
Mereka menjawab, ‘Engkau telah
berbuat zina dengan pelacur itu sehingga dia melahirkan seorang bayi dari
dirimu.’ Juraij bertanya, ‘Mana bayi itu?’
Mereka membawa anak bayi itu
dan Juraij berkata, ‘Tunggu dulu, saya akan mengerjakan shalat.’
Juraij pun shalat dan setelah
selesai, Juraij datang kepada bayi itu, lalu dia tekan perut bayi tersebut
sambil bertanya, ‘Wahai bayi, siapakah bapakmu?’ Bayi itu menjawab, ‘Si Fulan,
seorang penggembala.’
Kemudian orang-orang Bani
Israil itu menerima perkataan Juraij, lalu mencium dan meminta maaf kepada
Juraij seraya berkata, ‘Kami akan membangunkan sebuah tempat ibadah dari emas
untukmu.’
‘Jangan, bangunkan kembali
tempat ibadahku dari tanah seperti semula,’ sahut Juraij. Maka mereka pun
membangunkan tempat ibadah untuk Juraij. [HR. Al-Bukhari dan Muslim].
Anehnya, sekarang ini kita menyaksikan sebagian pemuda yang begitu tunduk kepada isteri mereka, sementara mereka durhaka kepada ibu mereka. Dan mereka tidak menyadari bahwasanya akan datang suatu hari dimana mereka akan membutuhkan bakti anak-anak mereka, sebagaimana orang tua mereka sekarang membutuhkan bakti mereka kepadanya. Dan balasan itu akan didapat seperti apa yang dikerjakan.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
[Disalin dari buku Al-Intishaar
li Huquuqil Mu’minaat, Edisi Indonesia Dapatkan Hak-Hakmu Wahai
Muslimah, Penulis Ummu Salamah As-Salafiyyah, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir,
Penerjemah Abdul Ghoffar EM]
Sumber : https://almanhaj.or.id/
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Editing: Ndik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar