Menu

Minggu, 03 Mei 2026

JAGALAH HATI

JAGALAH HATIMU AGAR TIDAK MERASA GELISAH

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Senin 17 Dzulqaidah 1447 H /4 Mei 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Menjaga hati agar tidak gelisah dapat dicapai dengan meningkatkan ibadah, seperti berzikir, membaca Al-Qur'an, dan bertawakkal kepada Allah SWT. Ketenangan hati juga bisa diupayakan melalui perilaku positif, seperti bersabar, bersyukur, menghindari sifat cinta dunia berlebihan, serta menjaga pola hidup sehat dan cukup istirahat.

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

لَا تُزَكُّوْا اَنْفُسَكُمُ اللهُ اَعْلَمُ بِاَهْلِ الْبِرِّ مِنْكُمْ

Artinya : "Janganlah menyatakan diri kalian suci, sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang lebih tahu manakah yang baik diantara kalian". (HR. Muslim)

Rasakan dan nikmati apa yang ada........ Segala sesuatu pasti ada tujuannya,

Itulah sikap mulia yang akan membantumu untuk mengubur kegelisahan dan meraih kesuksesan, bahkan untuk melanggengkan keharmonisan dan kebahagiaanmu dengan keluarga. Sebab, orang yang berwawasan luas seperti itu akan bisa memahami watak-watak orang lain, peka terhadap perubahan, bisa memposisikan diri dengan baik di hadapan orag lain, dan dapat membaca keadaan yang sebenarnya atau yang disembunyikan.

Terhadap kegelisahan itu sendiri, orang yang berwawasan luas akan dapat mengusirnya dengan cara memahami setiap masalah. Artinya, ketika suatu masalah muncul, atau sebuah keinginannya tidak terwujud, ia bisa menyadari bahwa itulah tabiat dari kehidupan ini, sehingga ia pun tetap tenang dalam menghadapinya. Lebih dari itu, ia akan menyadari bahwa manusia sering kali tidak menyukai sesuatu yang sebenarnya membawa kebaikan untuknya, tapi justru menyukai sesuatu yang membawa petaka untuknya. Itu, karena ia sadar bahwa kebaikan itu hanya ada pada setiap hal yang telah dipilihkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَعَسٰٓى أَنْ تَكْرَهُوْا شَيْئًا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسٰٓى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ، وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Artinya : "Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu, Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui". (QS. Al Baqarah : 216)

Orang yang berwawasan luas akan sadar bahwa dirinya adalah bagian dari alam yang sangat luas ini, sehingga ia pun sadar bahwa dirinya pasti mendapatkan "Jatah" penyakit, musibah, kesedihan, dan juga kegembiraan. Maka dari itu tidak pernah terkejut dan gelisah dengan apa pun yang menimpanya.

Singkat kata, orang yang berwawasan luas tidak akan pernah terbelenggu oleh hal-hal yang dirasakan menyiksa oleh mereka yang berwawasan sempit, orang yg merasa bahwa problem dan keburukan hanya menimpa dirinya saja, atau orang yang merasa dirinya selalu ditekan oleh nasibnya selalu sial. Orang yang berwawasan luas tidak pernah merasa seperti itu, ia sangat paham dengan tabiat kehidupan dan menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari kehidupan, ia rela dan bisa menerima apapun yang terjadi setelah ia berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan harapan cita-citanya yang lebih baik.

Berbahagialah sekarang juga, dan jangan menundanya besok.

Jangan biarkan ada tempat-tempat gelap dalam hidupmu. Sebab, cahaya telah tersedia, dan engkau tinggal memencet tombol untuk menyalakannya.

"Jika kamu tidak sanggup Menahan Lelahnya Belajar, maka kamu harus sanggup Menahan Pedihnya Kebodohan". (Imam Syafi'i)

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏


Penulis: Abah Luki
Editing: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar