BERBAKTI KEPADA ORANG TUA SEBELUM TERLAMBAT
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Jum'at 29 Syawal 1447 H /17 April 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Khutbah I
الْحَمْدُ للهِ. الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ حَمْدًا
يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ, يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ
لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ سُبْحَانَكَ اَللّٰهُمَّ لَا أُحْصِيْ
ثَنَاءَكَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ, وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ
إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ, خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللهُ
إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا
مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ
اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قَالَ اللهُ
تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ
اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ
اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Jamaah
shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Segala
puji bagi Allah yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan sehingga
kita dapat memenuhi panggilan-Nya untuk menunaikan shalat Jumat. Nikmat yang
harus digunakan dalam rangka memenuhi syariat yang telah ditetapkan-Nya.
Shalawat beserta salam, mari kita haturkan bersama kepada Nabi Muhammad, juga
kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua
selaku umatnya. Aamiiin ya Rabbal ‘alamin.
Jamaah
shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Berbakti
kepada orang tua adalah bagian dari perintah agama dan merupakan kewajiban bagi
umat Islam. Islam sangat mewajibkan bagi seorang anak untuk berbakti kepada
kedua orang tua dengan menyayangi dan menghormati mereka.
Sebab
kedua orang tua merupakan sebab seorang anak ada di dunia dan mereka pula yang
merawat, mendidik dan membesarkan anak hingga dewasa.
Dalam
salah satu riwayat hadits, Nabi Muhammad Saw menyamakan derajat berbakti kepada
kedua orang tua dengan berjihad.
عَنْ عَبْدِ
اللهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
يَسْتَأْذِنُهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ: أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ:
فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ
Artinya:
“Dari Abdullah bin Amr, berkata: Seorang laki-laki mendatangi Nabi Muhammad
Saw meminta izin untuk mengikuti perang. Nabi Muhammad SAW bertanya: “Apakah
kedua orang tuamu masih hidup?”. “Masih Nabi”, jawab laki-laki tersebut.
Nabi Muhammad bersabda: “Maka berjihadlah dengan berbakti kepada kedua orang
tuamu.” (HR. Muslim).
Jamaah
shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Orang
tua memiliki derajat yang tinggi di dalam Islam, dalam Al-Qur’an
Allah menempatkan perintah bersyukur kepada orang tua setelah perintah
bersyukur kepada-Nya.
Allah
Ta’ala berfirman dalam surat Luqman ayat 14:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ
اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ
اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Artinya:
“'Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang
tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah
dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan
kepada kedua orang tuamu.' Hanya kepada-Ku (kamu) kembali.” (Qs.
Luqman: 14).
Ayat
di atas merupakan perintah Allah kepada umat Islam agar selalu berbakti kepada
orang tua. Kedua orang tua terutama ibu yang mengandung dalam selama sembilan
bulan dalam kepayahan, melahirkan dengan mempertaruhkan nyawa dan setelahnya
dengan kasih sayang menyusui anaknya selama 2 tahun lamanya.
Dalam
ayat ini, Allah menempatkan posisi bersyukur kepada kedua orang tua
setelah bersyukur kepada-Nya yang menjadikan kedua orang tua memiliki derajat
yang tinggi di sisi-Nya.
Syekh
Nawawi Al-Bantani dalam tafsirnya Marah Labid juz II hal 237 menjelaskan bahwa
maksud dari perintah bersyukur kepada Allah pada ayat di atas ialah dengan
menaati perintah-Nya sebab pada hakikatnya Allah yang memberikan nikmat,
sedangkan perintah bersyukur kepada kedua orang tua dengan berbakti, sebab
keduanya merupakan sebab adanya anak.
أَنِ اشْكُرْ لِي بِالطَّاعَةِ لِأَنِّيْ الْمُنْعِمُ
فِيْ الْحَقِيْقَةِ وَلِوَالِدَيْكَ بِالتَّرْبِيَّةِ، لِأَنَّهُمَا سَبَبٌ لِوُجُوْدِكَ
Artinya:
“Bersyukurlah kepada-Ku sebab Aku yang memberikan nikmat, dan kepada orang
tuamu dengan berbakti, sebab keduanya merupakan sebab adanya dirimu”.
Jamaah
shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Dalam
ayat setelahnya, bahkan Allah memerintahkan untuk tetap berbakti kepada orang
tua meski berbeda keyakinan. Allah memerintahkan untuk membersamai keduanya
dengan baik di dunia dengan menaati perintah keduanya selagi tidak bertentangan
dengan perintah-Nya. Allah Ta’ala berfirman:
وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا
لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًاۖ
وَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ
بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Artinya:
“Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau
tidak punya ilmu tentang itu, janganlah patuhi keduanya, (tetapi) pergaulilah
keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku.
Kemudian, hanya kepada-Ku kamu kembali, lalu Aku beri tahukan kepadamu apa yang
biasa kamu kerjakan.” (Qs. Luqman: 15).
Jamaah
shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Ayat
15 surat Luqman di atas mempertegas posisi kedua orang tua yang memiliki
kedudukan tinggi di sisi Allah. Allah tetap memerintahkan untuk berbakti kepada
orang tua dan menemaninya dengan baik meski orang tua mengajak bermaksiat
kepada-Nya.
Syekh
Nawawi Al-Bantani dalam tafsirnya juz II hal 237 berkata:
أَنَّ خِدْمَتَهُمَا وَاجِبَةٌ وَطَاعَتَهُمَا لَازِمَةٌ
مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهَا تَرْكُ طَاعَةِ اللهِ، أَمَّا إِذَا أَفْضَى إِلَيْهِ فَلَا
تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُما فِي الدُّنْيا مَعْرُوفاً، أي صَحَابًا مَعْرُوْفًا يَرْتَضِيْهِ
الشَّرْعُ وَتَقْتَضِيْهِ الْمُرُوْءَةُ
Artinya:
“Berbakti dan menaati kedua orang tua dihukumi wajib selagi tidak ada unsur
meninggalkan perintah taat kepada Allah. Adapun jika sampai menghantarkan
kepada maksiat maka jangan mengikutinya. Namun tetaplah pergauli keduanya di
dunia dengan baik yang sesuai dengan tuntunan syariat”.
Jamaah
shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Dari
uraian khutbah Jumat di atas, khatib mengajak kepada jamaah yang masih memiliki
kedua orang tua agar memanfaatkannya dengan baik yaitu dengan berbakti kepada
keduanya.
Hal
tersebut bisa dilakukan dengan beberapa hal berikut sebagai anjuran dan penutup
khutbah: Menjaga hubungan baik dengan orang tua dengan terus menyambung
silaturahmi dan membersamai keduanya selagi masih diberikan kesempatan, Menjaga
komunikasi yang baik dengan kedua orang tua Memperhatikan nafkahnya
Selalu mendoakan yang terbaik untuk keduanya sebagaimana mereka selalu
mendoakan yang terbaik untuk kita.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ
وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ
مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا
فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ
أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰ لِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Sumber: https://nu.or.id/
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Sumber: https://nu.or.id/
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar