BAKTIMU, KEPADA ORANG TUA !
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Sabtu 1 Dzulqaidah 1447 H /18 April 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Tauhid
dan Bakti Kepada Kedua Orang Tua, Dua Sayap yang Harus Saling Bersanding
Hak kedua orang tua atas anak-anak mereka sangat agung. Karena itu, Allah
menyandingkan perintah untuk beribadah kepadaNya dengan keharusan berbakti
kepada mereka berdua.
Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَقَضَى
رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلآ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Dan
Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan
hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu. [Al Isra/17`: 23].
Lantaran
begitu tingginya hak mereka, Allah memerintahkan kita untuk selalu menyuguhkan
kebaikan kepada mereka dan berinteraksi dengan mereka dengan sikap yang ma’ruf
(pantas). Kendatipun mereka dalam kungkungan kekafiran. Sekalipun mereka
memaksamu, wahai sang anak, untuk menyekutukan Allah dengan obyek yang tidak
jelas kedudukannya.
Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِن جَاهَدَاكَ
عَلَى أَن تُشْرِكَ بِي مَالَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا
فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا
Dan
jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada
pengetahuanmu tentangnya, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergauilah
kedunya dengan baik”.
[Luqman/31: 15].
Saking
besarnya martabat mereka dipandang dari kacamata syari’at, Nabi mengutamakan
bakti kepada mereka atas jihad fi sabilillah. Ibnu Mas’ud berkata:
سَأَلْتُ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ
قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ
ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Aku
pernah bertanya kepada Rasulullah,”Amalan apakah yang paling dicintai Allah?”
Beliau menjawab,”Mendirikan shalat pada waktunya.” Aku bertanya
kembali,”Kemudian apa?” Jawab Beliau,”Berbakti kepada ke orang tua,” lanjut
Beliau. Aku bertanya lagi,”Kemudian?” Beliau menjawab,”Jihad di jalan Allah.” [HR Bukhari no. 5.970].
Perlu
dipahami, perintah berbakti kepada Allah merupakan titah ilahi yang sudah
berlaku pada umat sebelumnya.
AllahSubhanahu
wa Ta’ala berfirman:
وَإِذْ
أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِى إِسْرَاءِيلَ لاَ تَعْبُدُونَ إِلاَّ اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ
إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ
Dan
(ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): “Janganlah
kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum
kerabat, anak-anak yatim dan orang miskin… [Al Baqarah/2:83].
Demikian
juga Allah menyanjung para nabi karena telah berbuat baik dengan baktinya
kepada orang tua. Secara khusus, Allah menyebut nama Nabi Yahya atas baktinya
kepada kedua orang tuanya yang telah tua renta. Dan bakti akan bernilai lebih
tinggi, tatkala dilaksanakan dalam waktu yang dibutuhkan. Masa tua dengan
segala problematikanya adalah masa yang sangat membutuhkan perhatian ekstra,
terutama dari orang terdekat, anak-anaknya.
Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَبَرَّا
بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا
Dan
banyak berbakti kepada kedua orang tuanya dan bukanlah ia orang yang sombong
lagi durhaka.
[Maryam/19:14].
Begitu
pula Allah memuji Nabi Isa, lantaran beliau telah melayani sang ibu dengan
sepenuh hati, dan bahkan merasa mendapat kehormatan dengan sikapnya itu.
Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَبَرًّا
بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا
Dan
berbakti kepada ibuku dan Dia (Allah) tidak menjadikan aku seorang yang sombong
lagi celaka. [Maryam/19:32].
Nilai
Positif Bakti Kepada Orang Tua
Berbakti
kepada orang tua, akan melahirkan banyak kebaikan ; terangkatnya musibah,
lenyapnya masalah dan kesedihan. Sebagai bukti konkretnya, yaitu kisah tiga
orang yang terperangkap di sebuah goa sempit karena sebongkah batu besar
menutupi mulut goa. Mereka berdo’a dan bertawasul dengan amal shalih yang
pernah mereka kerjakan. Salah seorang di antara tiga orang itu, bertawassul
dengan baktinya kepada kedua orang tua. Dia memanjatkan do’a kepada Allah,
dengan lantaran baktinya tersebut, hingga akhirnya menjadi sebab sirnanya
kesengsaraan yang menghimpit. Dalam kisah nyata ini, seorang mukmin meyakini
bahwa bakti kepada orang tua, menjadi salah satu faktor hilangnya musibah.
Berbakti
kepada orang tua juga akan menggoreskan kenangan kebaikan di benak
anak-anaknya. Sehingga anak-anak juga akan menjadi insan-insan yang berbakti
kepadanya, sebagai balasan baik dari budinya kepada ayah bundanya dahulu.
Sebab, al jaza` min jinsil ‘amal, balasan yang diterima oleh
seseorang sejenis dengan apa yang dahulu pernah ia kerjakan.
Sedangkan
balasan akhiratnya, ialah syurga, yang luasnya seluas langit dan bumi.
عَنْ مُعَاوِيَةَ
بْنِ جَاهِمَةَ السَّلَمِيِّ ، أَنَّ جَاهِمَةَ رضي الله عنه جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ
وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ . فَقَالَ : هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ ؟ قَالَ نَعَمْ . قَالَ:
فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا
Dari
Mua’wiyah bin Jahimah, ia bercerita: Aku bersama Nabi untuk meminta
pertimbangan dalam berjihad. Maka Beliau bertanya,”Apakah kedua orang tuamu
masih hidup?” Aku jawab,”Ya (masih hidup)!” Beliau berkata,”Temanilah mereka
berdua. Sesungguhnya syurga berada di bawah telapak kaki keduanya.” [Shahih At Targhib Wat Tarhib].
Bersambungan ke Bagian ke Dua……
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar