3 JENIS UCAPAN YANG DISUKAI ALLAH
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Jum'at 14 Dzulqaidah 1447 H /1 Mei 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ
وَعَلَّمَهُ الْبَيَانَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الصَّادِقُ الْأَمِينُ،
الَّذِي بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ. اللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا
الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ
الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ
نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍ ۢ بَيْنَ
النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ
اَجْرًا عَظِيْمًا
Jamaah
shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Mengawali
khutbah Jumat pada siang hari ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur
kepada Allah swt yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan terutama
nikmat iman dan Islam yang merupakan nikmat terbesar yang kita miliki.
Tak
lupa pula shalawat beserta salam, mari kita haturkan bersama kepada Nabi
Muhammad saw, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah
kepada kita semua selaku umatnya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Khatib
juga mengajak pada jamaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu
meningkatkan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya
dan menjauhi segala larangan-Nya.
Allah
Taala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ
اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan
sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan
muslim. (Qs. Ali-Imran: 102).
Jamaah
shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt, Manusia merupakan makhluk
sosial. Melakukan interaksi dengan sesama, berbincang, berdiskusi dan membahas
suatu hal menjadi bagian dari kehidupan manusia.
Terlebih
sekarang media sosial hadir sebagai ruang tanpa sekat yang menjadi fasilitas
untuk melakukannya. Namun, kebanyakan ucapan yang dilontarkan merupakan
ucapan yang tidak mengandung manfaat di dalamnya.
Rasulullah bersabda bahwa keselamatan seseorang sangat bergantung pada kemampuannya menjaga lisan. Dari sekian banyak ucapan yang keluar dari mulut manusia, terdapat beberapa jenis ucapan yang sangat dicintai oleh Allah.
Lebih jauh, dalam Islam, terdapat 3 ucapan yang berisi ajakan yang sangat
dianjurkan dan amat disukai oleh Allah Swt. Dalam Al-Qur’an, Allah Swt
menyebutnya dengan sebutan “pembicaraan yang baik”. Ketiga hal tersebut ialah
ajakan terkait sedekah, melakukan kebaikan dan mendamaikan orang yang sedang
berkonflik.
Allah
berfirman dalam surat An-Nisa ayat 114:
لَا خَيْرَ
فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ
اِصْلَاحٍ ۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ
فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا
Artinya:
“Tidak ada kebaikan pada banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali (pada
pembicaraan rahasia) orang yang menyuruh bersedekah, (berbuat) kebaikan, atau
mengadakan perdamaian di antara manusia. Siapa yang berbuat demikian karena
mencari rida Allah kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang sangat besar”.
(An-Nisa ayat 114)
Jamaah
shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Pada
ayat di atas, Allah Swt memberikan penjelasan dengan sangat tegas bahwa tidak
ada kebaikan dalam suatu perbincangan di antara manusia kecuali di dalamnya
terdapat ajakan untuk bersedekah dengan tujuan membantu sesama, ajakan berbuat
baik serta mendamaikan orang yang sedang berkonflik.
Terkait
hal ini, Kiai Bisri Musthofa dalam Tafsir Al-Ibriz juz 5 hal 242 berkata yang
artinya: “Kebanyakan ucapan itu tidak ada kebaikannya kecuali orang yang
memerintahkan sedekah atau memerintahkan amal baik atau mendamaikan di antara
manusia. Barangsiapa yang melakukannya karena mengharap ridha Allah, Allah
Taala akan memberikan pahala yang besar”.
Jamaah
shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt, Pertama, perintah
bersedekah. Perintah bersedekah yang dimaksud ayat di atas merupakan anjuran
membantu sesama manusia terutama mereka yang sedang dalam kesulitan ekonomi
dengan tujuan berbuat baik kepada sesama.
Dalam
ayat lain, Allah berfirman:
وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا
تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ
الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya:
“Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam
kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
berbuat baik”. (Qs. Al-Baqarah: 195).
Jamaah
shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt, Kedua, perintah berbuat baik.
Ucapan yang disukai oleh Allah selanjutnya ialah ucapan yang mengajak untuk
melakukan kebaikan, yaitu setiap perbuatan baik yang Allah perintahkan untuk
dilakukan atau dianjurkan untuk dilakukan.
Sebagaimana
Ibnu Jarir At-Thabari dalam tafsir Jamiul Bayan, jilid 9 hal 201
berkata:
وَالْمَعْرُوْفُ
هُوَ كُلُّ مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ أَوْ نَدَبَ إِلَيْهِ مِنْ أَعْمَالِ البِرِّ وَالْخَيْرِ،
Artinya:
“Kebaikan ialah setiap perbuatan baik yang Allah perintahkan atau anjurkan
untuk dilakukan”.
Jamaah
shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt, Ucapan ketiga yang disukai Allah
ialah ucapan yang berisi ajakan untuk mendamaikan orang yang sedang berkonflik.
Dengan tujuan untuk mengembalikan pihak yang bertikai dalam suatu persoalan
menemukan jalan keluar terhadap masalah yang terjadi dan kembali rukun.
Imam
Ibnu Jarir berkata:
أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَهُوَ
الْإِصْلَاحُ بَيْنَ الْمُتَبَايِنَيْنِ أَوِ الْمُخْتَصِمَيْنِ، بِمَا أَبَاحَ اللهُ
الْإِصْلَاحَ بَيْنَهُمَا، لِيَتَرَاجَعَا إِلَى مَا فِيْهِ الْأُلْفَةُ وَاجْتِمَاعُ
الْكَلِمَةِ، عَلَى مَا أَذِنَ اللهُ وَأَمَرَ بِهِ
Artinya:
“Mendamaikan di antara manusia maksudnya ialah mendamaikan orang yang sedang
berkonflik dengan sesuatu yang Allah perbolehkan agar keduanya kembali dalam
balutan kasih sayang dan satu kalimat yang sama sesuai yang diperintahkan
Allah”.
Ucapan
seperti salam, doa, pujian yang tulus, serta kata-kata yang menenangkan hati
orang lain termasuk dalam kategori yang disukai Allah. Sebaliknya, ucapan yang
menyakitkan, menghina, atau memecah belah sangat dibenci oleh Allah. Betapa
banyak perselisihan yang terjadi hanya karena satu kalimat yang tidak terjaga.
Dan
betapa banyak pula hubungan yang kembali harmonis karena satu ucapan yang
lembut dan penuh keikhlasan. Maka, seorang Muslim hendaknya menimbang setiap
kata sebelum diucapkan: apakah ia akan mendatangkan kebaikan atau justru
kerusakan?
Jamaah
shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Marilah
kita merenungkan kembali bagaimana kita menggunakan lisan kita selama ini.
Apakah ia lebih sering digunakan untuk hal yang bermanfaat atau justru
sebaliknya?
Tiga
jenis ucapan tersebut adalah amalan sederhana namun memiliki nilai besar di
sisi Allah. Jika kita mampu menjaga lisan dengan tiga hal ini, maka insya Allah
kehidupan kita akan dipenuhi keberkahan, ketenangan, dan ridha Ilahi.
Semoga
Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa menjaga lisannya dan
menggunakan setiap kata untuk kebaikan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ
الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا
مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا
اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا
بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ
الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى
النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا
صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ
عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى
سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ
اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ.
وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ
وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ.
اَللّٰهُمَّ
ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ
مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ
سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا
اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ
اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ
يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
Editor: Zainuddin Lubis
Kolumnis: Alwi
Jamalulel Ubab
Sumber: https://islam.nu.or.id/
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar