Menu

Sabtu, 11 Oktober 2025

HAKIKAT NUBUWAH DALAM ISLAM

HAKIKAT NUBUWAH DALAM ISLAM :
Antara Wahyu, Tugas dan Keteladanan Nabi 


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini Ahad 20 Rabi'ul-Akhir 1447 H /112 Oktober 2025

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Dalam ajaran Islam, Nubuwah adalah konsep fundamental yang menjelaskan hubungan antara manusia pilihan dengan wahyu Ilahi. Nubuwah bukan hanya status spiritual, tapi juga amanah besar yang diberikan Allah kepada para Nabi untuk membimbing umat manusia menuju jalan yang benar. Konsep ini membentang dari sisi teologis hingga praktis dalam kehidupan umat Islam.

Pengertian Nubuwah

Secara etimologis, kata nubuwwah berasal dari bahasa Arab naba’a yang berarti “berita” atau “kabar penting”. Dalam konteks teologis, nubuwah mengacu pada kenabian, yaitu kedudukan seseorang yang dipilih oleh Allah untuk menerima wahyu dan menyampaikannya kepada umat manusia. Orang tersebut disebut Nabi, dan dalam beberapa kasus juga Rasul.

Para ulama membedakan antara Nabi dan Rasul. Rasul adalah Nabi yang menerima wahyu berupa syariat baru, sedangkan Nabi melanjutkan syariat sebelumnya. Namun, keduanya tetap membawa pesan kebenaran dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Wahyu sebagai Pilar Nubuwah

Wahyu merupakan elemen utama dari nubuwah. Tanpa wahyu, seseorang tidak bisa disebut Nabi. Wahyu menjadi sarana komunikasi antara Allah dan utusan-Nya. Proses ini bisa terjadi melalui malaikat, mimpi yang benar (ru’ya shadiqah), atau langsung dalam keadaan sadar.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّكَلِّمَهُ اللّٰهُ اِلَّا وَحْيًا اَوْ مِنْ وَّرَاۤئِ حِجَابٍ اَوْ يُرْسِلَ رَسُوْلًا فَيُوْحِيَ بِاِذْنِهٖ مَا يَشَاۤءُ ۗاِنَّهٗ عَلِيٌّ حَكِيْمٌ

Artinya : “Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana. (QS. Ash Shura : 51)

Wahyu yang diterima para Nabi bukan hasil pemikiran atau ilham biasa, melainkan murni dari kehendak Allah. Ini membedakan nubuwah dari pengalaman spiritual atau filsafat biasa.

Tugas Para Nabi

Tugas utama Nabi adalah menyampaikan Risalah (Tabligh), memberikan Kabar Gembira (Busyra) dan Peringatan (Inzar), serta menjadi Teladan Moral dan Akhlak.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Artinya : "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (QS. Al-Ahzab : 21)

Nabi juga bertugas untuk menjelaskan hukum-hukum Allah, membimbing umat dari kegelapan menuju cahaya, dan membangun masyarakat yang adil berdasarkan tauhid.

Keteladanan dalam Nubuwah

Salah satu aspek terpenting dari nubuwah adalah keteladanan. Para Nabi tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi hidup sesuai dengan ajaran yang mereka bawa. Rasulullah Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam, misalnya, dikenal sebagai “Al-Amin” (yang terpercaya) bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi.

Keteladanan ini mencakup akhlak, kesabaran, keberanian, kejujuran, dan kasih sayang kepada sesama. Ini menjadikan nubuwah bukan hanya sesuatu yang teologis, tetapi juga sangat praktis dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.

Penolakan dan Tantangan

Tidak semua orang menerima para Nabi. Banyak dari mereka mendapat penolakan, ejekan, bahkan ancaman pembunuhan. Namun, tantangan ini justru menjadi bukti keikhlasan dan kesungguhan mereka dalam menjalankan nubuwah. Dalam sejarah, Nabi Nuh Alaihi Sallam berdakwah selama ratusan tahun namun hanya sedikit yang mengikutinya.

Begitu pula Nabi Musa Alaihi Sallam menghadapi kekerasan dari Firaun, dan Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam mengalami boikot, pengasingan, hingga peperangan. Namun, para Nabi tidak pernah mundur dari tugas kenabian mereka.

Nubuwah Ditutup oleh Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam.

Islam mengajarkan bahwa Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam adalah penutup para Nabi (Khatam An-Nabiyyin). Tidak ada Nabi lagi setelah beliau, dan syariat yang dibawanya bersifat universal serta abadi hingga akhir zaman.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا

Artinya : “Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu..” (QS. Al-Ahzab : 40)

Kedudukan ini menegaskan bahwa Islam sebagai agama terakhir membawa pesan yang sempurna, dan Rasulullah sebagai teladan utama sepanjang masa.

Relevansi Nubuwah di Era Modern

Meski tidak ada Nabi lagi, umat Islam tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga ajaran para Nabi, khususnya Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Ini dilakukan melalui dakwah, pendidikan, keteladanan, dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

Nubuwah juga memberi inspirasi dalam kehidupan modern : bagaimana bersikap jujur, adil, dan memperjuangkan kebaikan meski berada dalam tekanan sosial yang tinggi.

Penutup

Hakikat Nubuwah dalam Islam adalah kombinasi antara Keistimewaan Spiritual dan Tanggung Jawab Sosial Yang Besar. Para Nabi adalah manusia terpilih yang bukan hanya menyampaikan wahyu, tapi juga menghidupkannya dalam praktik kehidupan. Mereka adalah teladan terbaik bagi umat manusia dalam menapaki jalan Kebenaran dan Keadilan.

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏



Artikel Abah Luky
Edit:  Ndik

#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar