Menu

Senin, 25 Mei 2026

SESUAI KEHENDAK-NYA

ALLAH AKAN MEMBERIKAN KEBAIKAN SESUAI KEHENDAK-NYA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Selasa 9 Dzulhijah 1447 H /26 Mei 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Di antara kebaikan terbesar yang Allah berikan kepada hamba-Nya adalah dijadikan paham (faqih) dalam urusan agama, diberikan hidayah iman, disegerakan hukuman dosa di dunia agar bersih di akhirat, serta diberikan kesabaran dan keridaan atas cobaan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَإِنْ يُّرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَٓادَّ لِفَضْلِهٖ يُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَٓاءُ مِنْ عِبَادِهٖ، وَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Artinya : "Dan, jika Allah Subhanahu Wa Ta'ala menghendaki kebaikan bagimu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya, Dia memberikan kebaikan kepada siapa yang Dia kehendaki diantara hamba-hamba-hamba Nya, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Yunus 107)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'di dalam Tafsirnya menyebutkan : Bahwa hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala lah yang berhak untuk disembah karena Dia yang mendatangkan manfaat dan mudarat, yang memberi dan yang tidak memberi, yang jika ada kesulitan menimpa seperti kemiskinan, penyakit dll, "Maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia", karena jika seluruh makhluk berkumpul untuk memberi manfaat, maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat kecuali apa yang telah ditulis oleh-Nya. Jika mereka hendak memudaratkan seseorang maka mereka tidak akan mampu melakukannya jika Dia tidak berkehendak. Dan sesuai dengan ayat tersebut diatas. Dan jika Dia menghendaki kebaikan bagimu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya, apa yang Dia anugerahkan berupa rahmat, maka tak seorang pun yang dapat menahannya, dan jika Dia menahannya maka tidak ada seorang pun yang bisa melepaskannya, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Orang yang tidak sabar menunggu datangnya rizki dan selalu gundah karena kesenangannya tidak kunjung tiba adalah seperti makmum yg mendahului imam, padahal tahu bahwa ia hanya boleh salam setelah imam melakukannya.

Segala permasalahan manusia dan rizki itu sdah ditentukan oleh-Nya,

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

اَتٰی اَمْرُاللهِ فَلاَ تَسْتَعْجِلُوْهُ

Artinya : "Telah pasti datangnya Ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka jqnganlah kamu meminta-minta agar disegerakan". (QS. An Nahl : 1)

Sayyidina Umar bin Khattab Rodhiyallahu 'Qnhu pernah berdo'a : "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekejaman orang-orang yang durjana". Doa ini merupakan ungkapan yang agung dan tulus. Ia telah mencermati perjalanan sejarah dan mendapatkan kesimpulan bahwa rata-rata musuh-musuh Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu memiliki kesungguhan, keras, tekad dan ambisi. Aneh bin ajaib, memang ironisnya kaum muslimin sendiri bermalas-malasan, loyo, bergantung kepada yang lain dan tidak semangat. Hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang tahu, tapi setidaknya ungkapan beliau tersebut benar-benar dapat dipahami kedalaman makna tersebut.

Seandainya kalian betul-betul percaya, tawakkal kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, "Sungguh Dia akan memberikan kalian rizki, sebgimana burung mendapatkan rizki, burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, dan kembali pada sore harinya dalam keadaan kenyang". (HR. At Tirmidzi)

Doa memohon rizki yang halal :

اَللّٰهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَكَ وَاَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Artinya : "Yaa Allah cukupkanlah aku dengan rizki-Mu yang halal, hingga aku terhindar dr pada yang haram, kayakanlah aku dengan anugerah-Mu, hingga aku tidak meminta kepada selain-Mu".

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏


Penulis: Abah Luki
Editing: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar