MENANAM POHON, MEMANEN PAHALA
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Ahad 4 Jumadil-Ula 1447 H /26 Oktober 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Menanam
pohon adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, karena
menanam bukan hanya sekadar kegiatan fisik, tetapi juga memiliki dimensi
spiritual yang mendalam. Aktivitas ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan,
tetapi juga memberikan ganjaran pahala yang besar bagi siapa saja yang
melakukannya, bahkan bisa menjadi ladang amal jariyah yang pahalanya akan terus
mengalir walaupun penanamnya telah wafat.
Hal
ini karena banyak sekali manfaat dari pohon atau tanaman bagi kehidupan di
sekitarnya. Jika pohon itu berbuah, maka manusia dan hewan yang makan dan
menikmatinya terhitung sedekah. Jika ia digunakan untuk berteduh manusia
ataupun binatang, maka bisa bernilai pahala untuk penanamnya. Adakalanya pohon
tersebut juga dimanfaatkan burung untuk membuat sarang, diambil bunga dan
daunnya oleh manusia untuk dimasak, dipungut batang atau rantingnya untuk kayu
bakar, dan manfaat lainnya.
Berikut
hadis-hadis terkait dengan keutamaan menanam pohon:
Pertama,
berpahala sedekah
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
مَا مِنْ
مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ
أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
“Tidaklah
seorang muslim pun yang bercocok tanam atau menanam satu tanaman, lalu tanaman
itu dimakan oleh burung, atau manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi
sedekah baginya.” (HR.
Bukhari)
Dalam
riwayat yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَا مِنْ
مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلَّا كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَمَا سُرِقَ
مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَتْ
الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَلَا يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ
“Tidaklah
seorang muslim yang bercocok tanam, kecuali setiap tanamannya yang dimakannya
bernilai sedekah baginya, apa yang dicuri orang darinya menjadi sedekah
baginya, apa yang dimakan binatang liar menjadi sedekah baginya, apa yang
dimakan burung menjadi sedekah baginya, dan tidaklah seseorang mengambil
darinya, melainkan ia menjadi sedekah baginya.” (HR. Muslim)
Kedua,
mendapat pahala jariyah
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ بَنَى
بُنْيَانًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ وَلَا اعْتِدَاءٍ أَوْ غَرَسَ غَرْسًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ
وَلَا اعْتِدَاءٍ كَانَ لَهُ أَجْرٌ جَارِيًا مَا انْتَفَعَ بِهِ مِنْ خَلْقِ الرَّحْمَنِ
عَزَّ وَجَلَّ
“Siapa
saja yang mendirikan bangunan atau menanam pohon tanpa kezaliman dan melewati
batas, niscaya itu akan bernilai pahala yang mengalir selama bermanfaat bagi
makhluk Allah yang Maha Pengasih.” (HR. Ahmad, no. 4739)
Dalam
sabda beliau yang lain,
سَبْعٌ
يَجْرِى لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ أَوْ غَرَسَ نَخْلاً:
“Ada
tujuh yang pahalanya mengalir terus kepada seseorang di alam kuburnya: (salah
satunya) orang yang menanam pohon kurma…” (HR. Al-Bazzar no. 7289; Ibnu Hibban
dalam Al-Majruhin 2: 181; dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab
Al- Iman no. 3449. Lihat Sahih Al-Targhib no. 73)
Hadis
di atas menunjukkan bahwa setiap tanaman yang kita tanam dan hasilnya
dimanfaatkan oleh makhluk hidup akan menjadi amal jariyah bagi kita. Pahalanya
terus mengalir, meskipun kita sudah meninggal, asalkan tanaman itu tetap
memberi manfaat.
Ketiga,
jumlah pahala seukuran jumlah buah di pohon
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
مَا مِنْ
رَجُلٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ
قَدْرَ مَا يَخْرُجُ مِنْ ثَمَرِ ذَلِكَ الْغَرْسِ
“Tidaklah
seseorang menanam tanaman, kecuali Allah ‘Azza Wajalla mencatat pahala untuknya
seukuran buah yang dikeluarkan oleh tanaman itu.” (HR. Ahmad no. 22420 dan 22424.
Hadis dha’if. Lihat Al-Jami’ Al-Saghir no.
8016)
Anjuran
Nabi untuk merawat bumi dengan menanam
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
إن قَامَتِ
السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى
يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا
“Jika
terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah
tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya, maka
tanamlah.” (HR.
Bukhari dan Ahmad)
Senada
dengan hadis Nabi di atas, Umar bin Khattab pernah berkata kepada seseorang tua
renta dalam riwayat berikut,
عن عمارة
بن خزيمة بن ثابت قال : سمعت عمر بن الخطاب يقول لأبي : ما يمنعك أن تغرس أرضك ؟ فقال
له أبي : أنا شيخ كبير أموت غدا ، فقال له عمر : أعزم عليك لتغرسنها. فلقد رأيت عمر
بن الخطاب يغرسها بيده مع أبي
Dari
Amarah bin Khuzaimah berkata, “Aku mendengar Umar bin Khattab berkata
kepada bapakku, ‘Apa yang menghalangimu untuk menanami lahanmu?’ Bapakku
berkata, ‘Aku tua renta yang akan mati besok.’ Umar berkata, ‘Kuyakinkan kau
harus menanamnya.’ Maka, sungguh aku melihat Umar bin Khattab menanaminya
bersama bapakku.” (Lihat Al-Jami’ Al-Kabir karya
As-Suyuthi dan As-Silsilah As-Shahihah)
Berdasarkan
hadis tersebut serta riwayat dari Umar bin Khattab, menunjukkan bahwa
sesungguhnya Islam mengajarkan kepada umatnya agar menjaga kelestarian alam dan
merawat bumi.
Pohon
memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan alam, terutama
dalam penyediaan oksigen, penyerapan karbon dioksida, serta dapat mencegah
banjir, longsor, dan erosi tanah. Oleh karena itu, menanam pohon adalah bentuk
tanggung jawab kita terhadap kelestarian bumi dan lingkungan sekitar serta
upaya kita dalam menjaga keseimbangan ekosistem yang akan memberi manfaat tidak
hanya kepada diri kita, tetapi juga kepada generasi mendatang.
Semoga
Allah Ta’ala memberikan taufik kepada kita untuk menanam pohon
sebagai wujud mengamalkan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam, kecintaan kita terhadap lingkungan, dan untuk mendapatkan
pahala yang berkelanjutan. Dengan menanam pohon, kita tidak hanya memberikan
kehidupan bagi bumi, tetapi juga memberikan kehidupan bagi amal kita setelah
mati.
***
Penulis: Arif
Muhammad N.
Artikel: Muslim.or.id
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel: Muslim.or.id
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar