Menu

Selasa, 07 Juli 2026

BERGANTUNGLAN HANYA KEPADA ALLAH SWT

SAAT SEMUA SANDARAN RUNTUH, DI MANA HATI KITA BERGANTUNG?

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Rabu 23 Muharam 1448 H /8 Juli 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Saat semua sandaran duniawi runtuh, hati manusia harus bergantung sepenuhnya kepada Allah SWT. Menggantungkan harapan pada selain-Nya—seperti manusia, harta, atau jabatan—seringkali berujung pada kekecewaan karena sifatnya yang fana. Menyerahkan segalanya kepada Sang Pencipta membawa ketenangan sejati

Banyak manusia—tanpa sadar—mengukur kasih sayang Allah Ta’ala dengan kenyamanan hidup. Selama rumah utuh dan rezeki lancar, mereka merasa Allah sedang meridai. Namun ketika banjir datang, harta lenyap, dan hidup terasa sempit, muncul bisikan: “Mengapa Allah melakukan ini?” Padahal, ukuran rida Allah Ta’ala bukanlah banyak atau sedikitnya dunia, melainkan keteguhan iman saat ujian datang.

Maka, hal perlu kita tanamkan dalam diri kita adalah bahwa kehilangan—baik harta maupun nyawa—adalah cermin keimanan. Musibah yang menimpa telah menyingkap siapa yang benar-benar bersandar kepada Allah, dan siapa yang selama ini hanya bergantung kepada dunia.

Musibah dan sunnatullah

Allah Ta’ala telah menegaskan sejak awal bahwa kehidupan dunia ini tidak pernah lepas dari ujian. Allah berfirman,

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya : “Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Ayat ini terasa begitu dekat dengan realitas musibah banjir yang terjadi. Kekurangan harta, hilangnya jiwa, rasa takut, dan ketidakpastian—semuanya nyata di hadapan mata. Namun, Al-Qur’an mengajarkan bahwa semua itu bukan tanda kebencian Allah, melainkan bagian dari sunnatullah.

Orang beriman tidak dijanjikan hidup tanpa bencana. Yang dijanjikan adalah pertolongan, pahala, dan pengangkatan derajat bagi mereka yang bersabar. Bahkan sering kali, musibah adalah bentuk kasih sayang Allah agar seorang hamba kembali sadar, kembali lurus, dan kembali menggantungkan hatinya kepada Rabb semesta alam.

Jika seseorang tertimpa musibah lalu menjauh dari Allah Ta’ala, maka ia rugi dua kali: dunia hilang dan akhirat terancam. Namun, jika musibah membuatnya semakin tunduk, maka sesungguhnya ia sedang diselamatkan—meskipun secara lahir tampak kehilangan segalanya.

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏


Sumber : https://muslim.or.id/
Editing: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar