KEWAJIBAN MELESTARIKAN LINGKUNGAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Ahad 20 Muharam 1448 H /5 Juli 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Jika merusak lingkungan ditegaskan sebagai keharaman dalam Islam, maka secara mafhum mukhalafah (pemahaman
terbalik) dapat dipahami bahwa menjaga dan melestarikannya merupakan sebuah
kewajiban. Manusia bukan hanya makhluk individu, melainkan juga makhluk sosial,
yang membutuhkan makhluk lain dalam kehidupannya. Disebutkan di dalam Al-Mawsū‘ah
al-Qur’āniyyah al-Mutakhaṣṣiṣah,
سُمِّيَ
الإِنْسانُ بِإِنْسانٍ؛ لِأَنَّهُ لا قِوَامَ لَهُ إِلَّا بِأُنْسِ بَعْضِهِمْ بِبَعْضٍ،
وَلِأَنَّهُ يَأْنَسُ بِكُلِّ مَا يَأْلَفُهُ، وَقِيلَ: الإِنْسانُ مَدَنِيٌّ بِالطَّبْعِ
مِنْ حَيْثُ لا يَقُومُ بَعْضُهُمْ إِلَّا بِبَعْضٍ
“Manusia
dinamakan إِنْسان (dibaca: ‘insan’) karena tidak akan bisa
berdiri sendiri kecuali بِأُنْسِ ‘dengan adanya
pertemanan’ satu sama lain. Ia juga disebut manusia karena memiliki tabiat
mudah merasa berteman dengan sesuatu yang telah ia nyaman dengannya. Juga
dikatakan, manusia itu bersifat sosial secara fitrah, karena sebagian mereka
tidak dapat hidup kecuali dengan bantuan sebagian yang lain.” [1]
Secara
fitrah, manusia bukan makhluk yang dapat hidup sendiri. Kehidupan mereka di
bumi dipengaruhi lingkungan yang Allah siapkan. Allah memberikan mereka
lingkungan yang baik di bumi agar mereka mendapatkan kehidupan yang baik dan
nyaman. Selain itu, Allah juga memerintahkan mereka untuk memakmurkannya agar
mereka tetap mendapatkan kehidupan yang baik. Allah berfirman,
هُوَ أَنْشَأَكُمْ
مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا
“Dia
telah menciptakan kalian dari bumi dan memerintahkan kalian untuk
memakmurkannya.” (QS. Hūd: 61)
Al-Qurthubi rahimahullah ketika
menafsirkan ayat tersebut menyebutkan,
قال ابن
العربي قال بعض علماء الشافعية : الاستعمار طلب العمارة والطلب المطلق من الله
تعالى على الوجوب
“Ibnu
al-‘Arabi berkata, ‘Sebagian ulama dari kalangan Syafi‘iyyah menyatakan bahwa
al-isti‘mar (memakmurkan) bermakna perintah untuk melakukan pelestarian. Setiap
perintah yang datang secara mutlak dari Allah Ta‘ala pada asalnya menunjukkan
kewajiban.’” [2]
Manusia yang telah Allah berikan lingkungan yang baik berkewajiban untuk melestarikan lingkungan, agar kebaikan itu tetap terjaga.
Melestarikan
lingkungan berarti mempedulikan sesama makhluk. Islam datang dengan ajaran
kemaslahatan bersama. Bahkan, Islam menempatkan kemaslahatan bersama sebagai
prioritas. Allah berfirman,
وَابْتَغِ
فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ
ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
“Carilah
pada apa yang Allah telah berikan kepadamu (kebahagiaan) akhirat, dan jangan
lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (di dunia) sebagaimana Allah telah
berbuat baik kepadamu. Janganlah engkau berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai para pembuat kerusakan.” (QS. al-Qasas: 77)
Ketika
menafsirkan penggalan ayat وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ “Berbuat
baiklah (di dunia) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu”, Ibnu
katsir rahimahullah menjelaskan,
أحسن
إلى خلقه كما أحسن هو إليك
“Berbuat
baiklah kepada seluruh makhluk-Nya sebagaimana ia berbuat baik kepadamu.” [3]
Ayat tersebut menunjukkan bahwa seharusnya orientasi seorang yang beriman adalah senantiasa memberikan kemaslahatan kepada sesama makhluk. Sumber Artikel Muslim.or.id
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Penulis: Muhammad
Insan Fathin
Artikel Muslim.or.id
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar