NABI ISHAQ : KETELADANAN SEORANG NABI DALAM MENERUSKAN RISALAH TAUHID
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Rabu 29 Jumadil-Ula 1447 H /19 November 2025
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Nabi Ishaq Alaihi Sallam merupakan salah satu nabi penting dalam garis keturunan para nabi besar. Ia adalah putra dari Nabi Ibrahim Alaihi Sallam dan Sarah, serta ayah dari Nabi Ya’qub Alaihi Sallam. Dalam Islam, Nabi Ishaq dikenal sebagai pribadi yang lembut, bijaksana, dan teguh dalam menegakkan ajaran tauhid.
Lahir dari pasangan lanjut usia, kehadiran Ishaq merupakan jawaban atas doa panjang Nabi Ibrahim. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengabadikan kelahiran Ishaq sebagai salah satu mukjizat. Meskipun sedikit riwayat langsung yang mengisahkan kehidupannya, namun keteladanan beliau dalam menjaga ajaran tauhid sangat penting.
Nabi Ishaq melanjutkan dakwah ayahnya di wilayah Syam. Ia menjaga ajaran tauhid agar tidak terkontaminasi oleh penyembahan berhala yang kembali merebak. Dalam catatan sejarah Islam, ia dikenal sebagai sosok yang penuh kasih dan tidak pernah lelah membimbing umatnya.
Keteladanan beliau tidak hanya dalam berdakwah, tapi juga dalam kehidupan rumah tangga. Ia mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai kenabian, hingga akhirnya salah satu putranya, Nabi Ya’qub Alaihi Sallam, diangkat menjadi nabi dan melanjutkan dakwah.
- Penyambung Risalah Penting: Nabi Ishaq AS berperan sebagai penghubung krusial antara Nabi Ibrahim AS dan keturunan para nabi dari Bani Israil. Beliau memastikan ajaran tauhid (mengesakan Allah SWT) tetap hidup dan tersebar luas setelah wafatnya sang ayah.
- Arif dan Bijaksana: Dalam Al-Qur'an, beliau digambarkan sebagai sosok yang arif dan bijaksana, dianugerahi ilmu dan akhlak yang mulia oleh Allah SWT. Kebijaksanaan ini menjadi modal utama dalam memimpin umatnya dan menyelesaikan perselisihan, termasuk mendamaikan kedua putranya di akhir hayatnya.
- Lemah Lembut dalam Berdakwah: Salah satu ciri khas dakwah Nabi Ishaq AS adalah pendekatannya yang lemah lembut. Cara ini membuatnya disukai banyak orang dan efektif dalam menyeru kaumnya di wilayah Palestina yang saat itu belum mengenal tauhid.
- Sabar Menghadapi Ujian: Beliau menunjukkan kesabaran yang tinggi, mirip dengan ayahnya, dalam menghadapi berbagai cobaan, termasuk menanti keturunan dalam waktu yang lama karena istrinya mandul.
- Membesarkan Keturunan dengan Ilmu Agama: Nabi Ishaq AS mendidik anak-anaknya, Is dan Yakub (yang kelak juga menjadi nabi), dengan ilmu agama yang baik, memastikan keberlanjutan risalah tauhid kepada generasi berikutnya.
- Menempatkan Allah di Atas Segalanya: Seluruh kehidupannya didedikasikan untuk mengabdi di jalan kebenaran, menempatkan keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT di atas kepentingan pribadi..
Salah satu pelajaran besar dari Nabi Ishaq adalah kesabarannya dalam menghadapi ujian, ketaatannya kepada Allah, dan kesungguhan dalam melestarikan warisan spiritual ayahnya. Warisan inilah yang menjadi pondasi peradaban Bani Israil.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar