KESABARAN ABU BAKAR SAAT DIFITNAH DALAM PERISTIWA IFK
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Kamis 24 Sya'ban 1447 H /12 Februari 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Kesabaran Abu Bakar saat difitnah dalam Peristiwa IFK (fitnah terhadap Aisyah) ditunjukkan dengan ketenangannya, keikhlasannya, serta ketaatannya pada wahyu, di mana ia sempat menghentikan nafkah kepada kerabat yang terlibat (Misthah) karena sakit hati, namun akhirnya kembali memberi setelah ditegur oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, menunjukkan bahwa ia memilih kesabaran dan memaafkan, tidak membalas dendam, serta menyerahkan urusan kepada Allah.
Peristiwa IFK adalah salah satu ujian berat dalam sejarah Islam. Aisyah, putri Abu Bakar sekaligus istri Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam, difitnah melakukan perbuatan tercela dengan seorang sahabat bernama Shafwan bin Mu’attal. Fitnah ini menyebar di Madinah dan membuat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam, Aisyah, serta keluarganya, termasuk Abu Bakar, berada dalam tekanan luar biasa.
Abu Bakar, sebagai seorang ayah, sangat terluka mendengar fitnah ini, tetapi ia tetap sabar dan menunggu keputusan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Di antara orang yang ikut menyebarkan fitnah itu adalah Mistah bin Utsatsah, seorang kerabat Abu Bakar yang sering menerima bantuan darinya.
Ketika akhirnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menurunkan wahyu yang membersihkan Aisyah dari tuduhan tersebut (QS. An-Nur : 11-26), Abu Bakar menghadapi ujian besar dalam sikapnya terhadap Mistah. Dalam kondisi manusiawi, Abu Bakar sempat bersumpah untuk tidak lagi membantu Mistah karena perbuatannya. Namun, Allah menurunkan ayat :
وَلَا يَأْتَلِ اُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ اَنْ يُّؤْتُوْٓا اُولِى الْقُرْبٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۖ وَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٢٢
Artinya : "Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabatnya, orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nur : 22)
Setelah mendengar ayat ini, Abu Bakar segera mencabut sumpahnya dan kembali memberikan bantuan kepada Mistah. Ia berkata, “Demi Allah, aku ingin Allah mengampuniku.”
Hikmah Dari Kisah Ini :
- Kesabaran dalam Fitnah : Abu Bakar menunjukkan teladan kesabaran dan keimanan meskipun keluarganya menjadi korban fitnah yang sangat menyakitkan.
- Keikhlasan dalam Berbuat Baik : Ia mengajarkan bahwa kebaikan tidak boleh dihentikan meskipun orang yang dibantu berbuat salah kepada kita.
- Ketaatan Pada Wahyu Allah : Sebagai seorang sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah, Abu Bakar segera melaksanakan perintah Allah tanpa menunda.
Kisah ini diriwayatkan dalam beberapa Hadits Sahih, di antaranya dalam Sahih Al-Bukhari dan Sahih Muslim, serta didukung oleh tafsir para ulama terhadap ayat-ayat dalam Surah An-Nur.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel Abah Luky
Edit: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar