BERSIAPLAH DARI SEKARANG, BUKAN DI UJUNG KEHIDUPAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Rabu 19 Dzulqaidah 1447 H /6 Mei 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Pernyataan Anda sangat kuat dan reflektif. Prinsip untuk bersiap dari sekarang adalah inti dari kebijaksanaan hidup agar kita tidak terjebak dalam penyesalan di masa tua atau saat waktu kita sudah hampir habis.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
وَقَالُوْا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَٓا إِلَّا الدَّهْرُ، وَمَا لَهُم بِذٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّوْنَ
Artinya : "Dan mereka berkata : Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan hidup, dan tdak ada yang membinasakan kita selain masa, tetapi mereka tdak mempunyai ilmu tentang itu, mereka hanyalah menduga-duga saja". (QS. Al Jatsiyah : 24)
Hidup ini seperti naik taksi, argonya jalan terus, kita dikejar oleh waktu yang begitu cepat. Pergantian masa dari Hari ke Hari, Minggu ke Minggu, dari Bulan ke Bulan terasa begitu cepat. Jika kita sadari maka umur kita terus mengalami peningkatan angka, tapi hakekatnya jatah usia kita semakin berkurang. Karenanya selama masih sehat, manusia masih bisa bersiap siaga tentang hal-hal apa saja yang akan didapatkan di akhirat nanti.
Sudah siapkah kita bertemu dengan Sang Pemutus segala Kelezatan, yaitu Maut?.
Tempat kita di akhirat nanti masih bisa dipersiapkan saat masih di dunia, bukan ketika jasad telah berpisah dengan ruh. Cara mati yang bagaimana yang kita inginkan? Mau kasar atau mau lembut? Mau cara baik-baik atau aneh?.
Renungkanlah sebuah Syair Arab Bahar Kamil :
يَامَنْ بِاالدُّنْيَا حُسْتَغَلْ قَدْغَرَّهُ طُوْلُ الْعَمَلْ، اَوْلَمْ يَزَلْ فِيْ غَفْلَةٍ حَتّٰی دَنٰی مِنْهُ الْاَجَلْ، اَلْمَوْتُ يَاْتِيْ بَغْتَتًا وَالْقَبْرُ سُنْدُوْقُ الْعَمَلْ، اِصْبِرْ عَلٰی اِحْوَالِهَا لَامَوْتَ بِاالْاَجَلْ
Artinya : "Wahai orang yang sibuk di dunia, sungguh ia telah tertipu oleh banyaknya lamunan. Atau ia tidak pernah berhenti dalam kelalaian, hingga ajal ditentukan mendekatinya. Mati itu datang tanpa pemberitahuan, sedangkan kubur itu peti amalan. Bersabarlah menghadapi kesusahan, tiada mati tanpa ajal yang menentukan".
Persiapan bisa kita lakukan pada saat ini, dimana ada waktu, ada tenaga, dan ada pikiran yang masih dapat kita gunakan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jangan sampai, saat masih bisa berpikir kita tak pernah memanfaatkan waktu-waktu untuk kebaikan, sedang ketika maut di depan mata, kita baru berpikir tentang amal baik.
Sesekali berpikir dan merenunglah dari ujung kehidupan, bukan dari awal kehidupan. Kita biasanya lebih sering berpikir tentang kehidupan dari bayi hingga menjadi dewasa, bahkan lalu menjadi tua renta. Sejak sekolah SD, STLP, dst, lalu punya posisi, dan punya kedudukan, punya rumah, kendaraan, dihormati di masyarakat, lalu di masa tua menjalani pensiun dengan tenang, sampai akhirnya meninggal dunia. Tapi jarang diantara kita berpikir terbalik, bagaimana bila sudah di masa tua dan bagaimana ia mengakhiri hidupnya?. Karena ketika seorang mengetahui bahwa akhir hidupnya seperti apa, maka ia akan mengetahui aktivitas apa yang semestinya dilakukan untuk masa depan yang teramat panjang, yaitu di Kampung Akhirat nanti.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَٓا إِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ، وَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ أَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Artinya : "Dan kehidupan dunia ini tiada lain hanyalah main-main dan senda gurau belaka, dan sungguh Kampung Akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, maka tidakkah kamu memahaminya?" (QS. Al An'aam : 32)
Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan diusahakannya besok, dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati, sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar