بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Rabu 10 Jumadil-Ula 1448 H /21 Oktober 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Ada dua hal yang bisa kita lakukan ketika pertama kali mendapati adanya bisikan setan di dalam diri kita. Yang pertama, segera berlindung kepada Allah dari godaan dan tipudaya mereka.
Allah
berfirman dalam QS. Fushilat ayat 36,
وَإِمَّا
يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ
“Dan apabila setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah...........” (QS. Fushilat ayat 36,)
(Karena seluruh manusia yang beriman tidak akan lepas dari bisikan-bisikan mereka. Termasuk para Nabi sekalipun. Allah berfirman tentang para Nabi, sekaligus Khalil-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam surah Al-Hajj ayat 52,
وَمَا أَرْسَلْنَا
مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّى أَلْقَى الشَّيْطَانُ
فِي أُمْنِيَّتِهِ فَيَنسَخُ اللَّهُ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللَّهُ
آيَاتِهِ
“Dan
Kami tidak mengutus seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi pun sebelum
engkau, melainkan jika ia memiliki suatu keinginan, setan pun memasukkan
godaan-godaan ke dalam keinginnya tersebut. Namun Allah menghilangkan apa yang
disusupkan setan tersebut dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya.”
Sebagian
ahli tafsir menyebutkan, ayat ini Allah turunkan berkenaan dengan Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam, yaitu apabila beliau membaca suatu ayat yang isinya
memberi peringatan kepada orang-orang kafir, mereka segera mengikuti bacaan
beliau dengan tambahan kata-kata yang membenarkan keyakinan mereka (untuk
menyelewengkan makna ayat). Maka Allah mengokohkan Nabi-Nya dengan
ayat-ayat-Nya.
Dalam
kitab Ighotsatul Lahfan karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah disebutkan, bahwa
musuh ada dua jenis. Yang pertama, setan-setan dari kalangan manusia.
Untuk jenis pertama, mereka memiliki fitrah mencintai kebaikan yang mungkin
telah tertutup oleh perilaku syaithoni, namun fitrah itu tidak hilang.
Ketika kita berbuat baik kepada mereka, dan terus berbuat baik, masih bisa
diharapkan mereka akan bertobat atau setidaknya berhenti mengganggu kita.
Namun,
jika setan yang dihadapi adalah setan dari bangsa jin, maka mereka
adalah anak keturunan iblis. Secara penciptaan, setan dari bangsa jin
diciptakan dari api yang karakteristiknya merusak. Mereka suka melakukan
kerusakan. Semakin kita berbuat baik, semakin bertambah kebencian mereka kepada
kita.
Mengapa?
Karena mereka tahu bahwa kebaikan akan menghasilkan pahala. Mereka tidak akan
berhenti sehingga kita bisa terjerumus pada salah satu atau banyak dari
tipudaya mereka. Kita juga tidak diberi kuasa untuk memberantas mereka
seakar-akarnya, sebagai ketetapan Allah Yang Maha Bijaksana. Jadi hanya satu
hal yang bisa kita lakukan dalam menghadapi setan jenis ini; meminta
perlindungan kepada Pencipta dan Penguasa mereka, yaitu Allah ‘Azza wa
Jalla.
Cara
kedua yang bisa kita lakukan untuk menghadapi bisikan mereka adalah segera
membuangnya jauh-jauh dan menepisnya. Selain itu, kita wajib menyibukkan
pikiran kita dengan apa yang benar-benar bermanfaat bagi dunia dan akhirat
kita, semisal mempelajari tauhid, fikih ibadah sehari-hari, dan hal-hal yang
wajib kita pelajari. Kita wajib mempelajari syarat-syarat diterimanya amal,
bagaimana mengkokohkan keikhlasan di dalam hati, dan berbagai hal yang kita
yakini manfaatnya nyata bagi kehidupan di dunia dan akhirat.
Jangan
beri setan kesempatan sedikitpun dalam usahanya menguasai ruang pikiran kita.
Jika pikiran telah sibuk dengan hal-hal yang bermanfaat, maka celah masuk bagi
mereka akan semakin mengecil. Ingat, apapun yang kita pikirkan itu akan
diproses untuk membentuk kepribadian dan akhlak kita. Ibarat seorang penggiling
tepung, jika ia jeli dan meneliti apa saja yang masuk ke dalam penggilingannya,
maka tepung yang dihasilkan adalah tepung kualitas istimewa. Namun, jika ia
tidak jeli dan lengah, maka bisa saja tepung itu tercampur dengan berbagai
kotoran, kerikil, serangga, yang merusak kualitas tepung secara keseluruhan.
Ini
jika pikiran itu baru berupa lintasan yang dibisikkan setan pertama kali. Namun
bagaimana jika bisikan itu telah mengerak di hatinya dan telah mengubah fitrah
hamba tersebut menjadi berpaling dari tauhid dan memurnikan kecintaan kepada
Allah dan berbagai kebaikan? Bagaimana jika ia telah menjadi tawanan setan?
Semoga
yang sedikit ini bermanfaat bagi kami dan pembaca seluruhnya. Billahit
taufiq wal hidayah.
Wallahu Ta’ala a’lam.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Muraja’ah: Ustadz Sa’id Abu Ukasyah
Artikel www.muslimah.or.id
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar