Menu

Selasa, 20 Oktober 2026

BISIKAN SETAN

MEMBERANTAS BISIKAN SETAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Rabu 10  Jumadil-Ula 1448 H /21 Oktober 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Ada dua hal yang bisa kita lakukan ketika pertama kali mendapati adanya bisikan setan di dalam diri kita. Yang pertama, segera berlindung kepada Allah dari godaan dan tipudaya mereka.

Allah berfirman dalam QS. Fushilat ayat 36,

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ 

“Dan apabila setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah...........” (QS. Fushilat ayat 36,)

(Karena seluruh manusia yang beriman tidak akan lepas dari bisikan-bisikan mereka. Termasuk para Nabi sekalipun. Allah berfirman tentang para Nabi, sekaligus Khalil-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam surah Al-Hajj ayat 52,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّى أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ فَيَنسَخُ اللَّهُ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللَّهُ آيَاتِهِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi pun sebelum engkau, melainkan jika ia memiliki suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginnya tersebut. Namun Allah menghilangkan apa yang disusupkan setan tersebut dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya.”

Sebagian ahli tafsir menyebutkan, ayat ini Allah turunkan berkenaan dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu apabila beliau membaca suatu ayat yang isinya memberi peringatan kepada orang-orang kafir, mereka segera mengikuti bacaan beliau dengan tambahan kata-kata yang membenarkan keyakinan mereka (untuk menyelewengkan makna ayat). Maka Allah mengokohkan Nabi-Nya dengan ayat-ayat-Nya.

Dalam kitab Ighotsatul Lahfan karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah disebutkan, bahwa musuh ada dua jenis. Yang pertama, setan-setan dari kalangan manusia. Untuk jenis pertama, mereka memiliki fitrah mencintai kebaikan yang mungkin telah tertutup oleh perilaku syaithoni, namun fitrah itu tidak hilang. Ketika kita berbuat baik kepada mereka, dan terus berbuat baik, masih bisa diharapkan mereka akan bertobat atau setidaknya berhenti mengganggu kita.

Namun, jika setan yang dihadapi adalah setan dari bangsa jin, maka mereka adalah anak keturunan iblis. Secara penciptaan, setan dari bangsa jin diciptakan dari api yang karakteristiknya merusak. Mereka suka melakukan kerusakan. Semakin kita berbuat baik, semakin bertambah kebencian mereka kepada kita.

Mengapa? Karena mereka tahu bahwa kebaikan akan menghasilkan pahala. Mereka tidak akan berhenti sehingga kita bisa terjerumus pada salah satu atau banyak dari tipudaya mereka. Kita juga tidak diberi kuasa untuk memberantas mereka seakar-akarnya, sebagai ketetapan Allah Yang Maha Bijaksana. Jadi hanya satu hal yang bisa kita lakukan dalam menghadapi setan jenis ini; meminta perlindungan kepada Pencipta dan Penguasa mereka, yaitu Allah ‘Azza wa Jalla.

Cara kedua yang bisa kita lakukan untuk menghadapi bisikan mereka adalah segera membuangnya jauh-jauh dan menepisnya. Selain itu, kita wajib menyibukkan pikiran kita dengan apa yang benar-benar bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita, semisal mempelajari tauhid, fikih ibadah sehari-hari, dan hal-hal yang wajib kita pelajari. Kita wajib mempelajari syarat-syarat diterimanya amal, bagaimana mengkokohkan keikhlasan di dalam hati, dan berbagai hal yang kita yakini manfaatnya nyata bagi kehidupan di dunia dan akhirat.

Jangan beri setan kesempatan sedikitpun dalam usahanya menguasai ruang pikiran kita. Jika pikiran telah sibuk dengan hal-hal yang bermanfaat, maka celah masuk bagi mereka akan semakin mengecil. Ingat, apapun yang kita pikirkan itu akan diproses untuk membentuk kepribadian dan akhlak kita. Ibarat seorang penggiling tepung, jika ia jeli dan meneliti apa saja yang masuk ke dalam penggilingannya, maka tepung yang dihasilkan adalah tepung kualitas istimewa. Namun, jika ia tidak jeli dan lengah, maka bisa saja tepung itu tercampur dengan berbagai kotoran, kerikil, serangga, yang merusak kualitas tepung secara keseluruhan.

Ini jika pikiran itu baru berupa lintasan yang dibisikkan setan pertama kali. Namun bagaimana jika bisikan itu telah mengerak di hatinya dan telah mengubah fitrah hamba tersebut menjadi berpaling dari tauhid dan memurnikan kecintaan kepada Allah dan berbagai kebaikan? Bagaimana jika ia telah menjadi tawanan setan?

Semoga yang sedikit ini bermanfaat bagi kami dan pembaca seluruhnya. Billahit taufiq wal hidayah.

Wallahu Ta’ala a’lam.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏


Penulis: Intan M. Nurwidyani
Muraja’ah: Ustadz Sa’id Abu Ukasyah
Artikel www.muslimah.or.id
Editing: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar