(Pengertian, Jenis, dan Perbedaannya Dengan Ibadah)
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Ahad 7 Jumadil-Ula 1448 H /18 Oktober 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Ubudiyah dalam segi bahasa diambil dari kata 'Abada yang berarti mengabdikan diri. Sedang menurut syara’ berarti menunaikan perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam kehidupan sehari-hari dengan melaksanakan tanggung jawab sebagai hamba-Nya.
Ayat ini menegaskan bahwa orientasi dan poros utama kehidupan seluruh makhluk adalah untuk menghambakan diri sepenuhnya (ubudiyah) kepada Sang Pencipta
Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam Kitab Al-Hikam menerangkan bahwa, Ubudiyah merupakan sifat manusia sebagai hamba Allah. Sifat yang dimaksud yakni patuh dan taat terhadap semua perintah dan larangan, dan melaksanakan perintah serta meninggalkan larangan tanpa membantah atau merasa keberatan.
Mengutip buku Menyelami Spiritualitas Islam : Jalan Menemukan Jati Diri oleh Syamsuddin Ar-Razi, ubudiyah hakikatnya adalah memenuhi janji, menjaga batasan-batasan, kerelaan atas apa yang ada, serta kesabaran atas kehilangan. Untuk memahami lebih dalam apa itu ubudiyah, simak selengkapnya di bawah ini.
Jenis-Jenis Ubudiyah
Mengutif buku Pendidikan Agama Islam oleh Muhammad Daud, Ubudiyah dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
1. Berdasarkan segi bentuk dan sifatnya.
Untuk jenis ini, ubudiyah dibagi lagi ke dalam lima kategori, yaitu :
- Ubudiyah dalam bentuk perkataan atau lisan, seperti: berdzikir, berdoa, memuji Allah dengan mengucapkan Alhamdulillah, dan membaca Alquran.
- Ubudiyah dalam bentuk perbuatan yang tidak ditentukan bentuknya, seperti: membantu atau menolong orang lain, mengurus jenazah.
- Ubudiyah dalam bentuk pekerjaan yang telah ditentukan wujudnya, seperti: sholat, puasa, zakat, dan haji.
- Ubudiyah yang cara pelaksanaannya berbentuk menahan diri, seperti: puasa, itikaf (berada di dalam masjid dengan niat melakukan ibadah), ihram (siap, dalam keadaan suci untuk melakukan ibadah haji atau umrah).
- Ubudiyah yang sifatnya menggugurkan hak, seperti: memaafkan orang lain yang telah melakukan keasalahan atau membebaskan orang-orang yang berhutang dari kewajiban membayar.
2. Berdasarkan Pelaksanaanya
Bentuk Ubudiyah ini juga dapat dibagi menjadi tiga kategori, yakni :
- Ubudiyah jasmaniah-rohaniah, berarti perpaduan antara jasmani dan rohani. Misalnya sholat dan puasa.
- Ubudiyah rohaniah-amaliyah, berarti perpaduan rohani dan harta. Misalnya : Zakat.
- Ubudiyah jasmaniah, rohaniah, dan amaliyah sekaligus, misalnya adalah ibadah haji.
Perbedaan Ubudiyah dan Ibadah
M. Fethullah Gulen menjelaskan dalam bukunya Tasawuf untuk Kita Semua bahwa, ibadah dan ubudiyah sering diartikan sebagai melaksanakan perintah-perintah Allah dan merasa hina serta tunduk di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Meski keduanya memiliki pengertian yang sama oleh beberapa orang, namun sebagian besar menyatakan bahwa kedua kata ini berbeda artinya.
Ibadah memiliki makna menghabiskan hidup dengan melaksanakan perintah-perintah dan taklif dari Allah. Sedangkan ubudiyah bermakna selalu memiliki kesadaran sebagai hamba dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Perbedaan lainnya adalah jika seseorang yang selalu melaksanakan ibadah akan disebut dengan julukan Al-'Abid (ahli ibadah). Sementara orang yang melaksanakan ubudiyah disebut dengan julukan "Al-'Abd" (hamba).
Di sisi lain, ada sebagian sufi yang mendefinisikan ibadah sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban untuk menghambakan diri kepada Allah (Al-Riqq Lillahi). Sementara ubudiyah adalah kewajiban yang ditunaikan oleh para pemiliki perasaan (Al-Syu'ur) dan mata batin (Al-Bashirah).
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar