Menu

Kamis, 24 September 2026

KHOTBAH JUMAT

SIKAP SEORANG MUSLIM DI TENGAH FITNAH

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Jum'at 14  Rabi'ul-Akhir 1448 H /25 September 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Hadirin yang dirahmati Allah.... 

Khotbah pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

أَمَّا بَعْدُ

فَيَا مَعْشَرَ الْمُؤْمِنِينَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَإِنَّ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرُ الزَّادِ، وَهِيَ وَصِيَّةُ اللَّهِ لِلْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ

Kaum Muslimin rahimakumullah, kami wasiatkan kepada diri kami dan kepada kalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah. Takwa adalah sebaik-baik bekal, dan ia adalah wasiat Allah untuk seluruh hamba-Nya.

Jamaah Jum`at yang dimuliakan Allah, fitnah adalah ujian yang mengguncang iman, cobaan yang menguji seberapa teguh kita berdiri di atas kebenaran, dan segala sesuatu yang menarik kita menjauh dari jalan Allah. Allah Ta’ala berfirman,

الم * أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ * وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Alif Lam Mim. Apakah manusia mengira mereka cukup berkata ‘Kami beriman’ lalu tidak diuji? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Allah pasti mengetahui siapa yang jujur dan siapa yang dusta.” (QS. Al-Ankabut: 1-3)

Saudara-saudaraku seiman, kita hidup di zaman yang penuh fitnah. Berita datang bertubi-tubi, informasi beredar tanpa batas, dan semua orang seolah merasa paling benar. Yang benar malah tenggelam, yang salah justru ramai dibagikan. Nabi ﷺ bersabda,

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah beramal sebelum datang fitnah yang bagaikan potongan malam yang gelap gulita. Seseorang di pagi hari beriman, di sore hari sudah kafir. Atau di sore hari beriman, di pagi hari sudah kafir. Dia menjual agamanya dengan sedikit keuntungan dunia.” (HR. Muslim no. 118)

Beginilah fitnah bekerja. Iman bisa goyah karena satu berita, keyakinan bisa runtuh karena satu video, dan prinsip bisa terjual karena satu tawaran dunia yang menggiurkan.

Jamaah yang dirahmati Allah, di tengah semua ini kita perlu memiliki sikap yang jelas. Bukan ikut-ikutan arus, bukan mudah panik. Rasulullah ﷺ sudah memberikan kita panduan yang sangat jelas. Nabi ﷺ bersabda,

تَكُونُ فِتْنَةٌ، الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ، وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي، مَنْ تَشَرَّفَ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ، وَمَنْ وَجَدَ فِيهَا مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ

“Akan ada fitnah. Yang diam di dalamnya lebih baik dari yang berdiri, yang berdiri lebih baik dari yang berjalan, yang berjalan lebih baik dari yang berlari menuju fitnah. Siapa yang menyongsongnya maka fitnah akan menyeretnya. Siapa yang menemukan tempat berlindung, manfaatkanlah.” (HR. Bukhari no. 7081 dan Muslim no. 2886)

Jauhilah fitnah, jangan dekati, jangan cari, dan jangan jadikan diri kita bagian darinya. Berlindunglah kepada Allah dari segala fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi.

Kaum Muslimin, lantas bagaimana seharusnya kita bersikap di tengah zaman fitnah ini?

Pertama, jangan menelan berita begitu saja.

Periksalah terlebih dahulu setiap berita yang datang. Jangan terburu-buru percaya, apalagi langsung menyebarkannya. Allah Berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian seorang fasik membawa berita, periksalah terlebih dahulu. Jangan sampai kalian menzalimi suatu kaum karena kebodohan, lalu kalian menyesal atas apa yang telah kalian perbuat.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Betapa banyak berita yang ramai diperbincangkan ternyata bohong belaka. Betapa banyak yang kita bagikan ternyata hanyalah hoaks. Maka tahanlah jari sebelum menekan tombol bagikan, dan tahanlah lisan sebelum menceritakan kepada orang lain.

Kedua, jangan mudah goyah imannya.

Teguhkanlah keimanan kita di atas Al-Qur’an dan Sunnah. Berpeganglah pada apa yang dibawa Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya. Nabi ﷺ bersabda,

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا، كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّه

“Aku tinggalkan dua hal untuk kalian. Selama kalian berpegang pada keduanya, kalian tidak akan pernah tersesat. Yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik dalam Al-Muwaththa’ dan Al-Hakim)

Jangan mudah terpesona dengan kata-kata yang terdengar indah namun menyesatkan. Kembalikan semua persoalan kepada Al-Qur’an dan Sunnah, itulah pegangan yang kokoh.

Ketiga, serahkan setiap urusan kepada ahlinya.

Masalah agama, bertanyalah kepada ulama. Masalah kesehatan, berkonsultasilah dengan dokter. Janganlah setiap orang merasa berhak berbicara tentang segala hal hanya karena memiliki akun media sosial. Allah berfirman,

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Bertanyalah kepada ahli ilmu jika kalian tidak mengetahuinya.” (QS. An-Nahl: 43)

Setiap urusan ada ahlinya. Kita tidak harus mengetahui segalanya, namun kita harus tahu kepada siapa kita harus bertanya.

Keempat, fokuslah pada tugas kita sendiri.

Tugas kita bukanlah membereskan seluruh dunia. Tugas kita adalah memperbaiki diri, menjaga keluarga, dan beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya. Nabi ﷺ bersabda,

“إِذَا رَأَيْتُمُ النَّاسَ قَدْ مَرِجَتْ عُهُودُهُمْ، وَخَفَّتْ أَمَانَاتُهُمْ، وَكَانُوا هَكَذَ” وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ أَفْعَلُ عِنْدَ ذَلِكَ؟ قَالَ: “الْزَمْ بَيْتَكَ، وَامْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ، وَخُذْ بِمَا تَعْرِفُ، وَدَعْ مَا تُنْكِرُ، وَعَلَيْكَ بِأَمْرِ خَاصَّةِ نَفْسِكَ، وَدَعْ عَنْكَ أَمْرَ الْعَامَّةِ”

“Jika kalian melihat manusia sudah rusak janji dan amanahnya,” lalu beliau mengaitkan jari-jarinya. Abdullah bin Amr bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang harus kulakukan?” Beliau menjawab, “Jagalah dirimu, tahanlah lisanmu, ambillah yang kamu kenal sebagai kebenaran, tinggalkanlah yang munkar, urusilah dirimu sendiri, dan tinggalkanlah urusan orang banyak.” (HR. Abu Dawud no. 4343, dishahihkan Al-Albani)

Perbaikilah shalat kita, perbaikilah akhlak kita, didiklah anak-anak kita dengan ilmu agama, dan carilah nafkah yang halal. Itulah tugas utama kita yang sudah lebih dari cukup untuk dikerjakan.

Kelima, jangan terbawa arus fitnah.

Jadilah bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Jadilah pemadam api fitnah, bukan malah kayu bakar yang memperbesarnya.

Kaum Muslimin, tugas kita sebenarnya sederhana. Jaga iman, perbaiki amal, dan tingkatkan ibadah kepada Allah. Jangan sampai kita terlalu sibuk mengurusi hal-hal di luar sana, sementara urusan akhirat kita sendiri masih terlupakan. Nabi ﷺ bersabda,

الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ

“Beribadah di tengah kekacauan pahalanya seperti berhijrah kepadaku.” (HR. Muslim no. 2948)

Di tengah fitnah yang riuh ini, banyak orang melupakan ibadahnya. Maka siapa yang tetap menjaga ibadahnya di tengah semua kekacauan ini, Allah janjikan pahala yang luar biasa besar untuknya.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَخَطِيئَةٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khotbah kedua

 الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ, فَاتَّقُوا اللَّهَ عِبَادَ اللَّهِ

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِ الْمُسْلِمِينَ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وَاهْدِهِمْ سُبُلَ السَّلَامِ

اللَّهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا وَبِلَادَ الْمُسْلِمِينَ مِنَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ

اللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَاجْعَلْهُمْ رَحْمَةً لِلرَّعِيَّةِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ, إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

أَقِيمُوا الصَّلَاةَ

***

Penulis: Muhammad Insan Fathin
Artikel Muslim.or.id


Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏


Penulis: Muhammad Insan Fathin
Artikel Muslim.or.id
Editing: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar