MANFAAT BERSYUKUR KEMBALI KEPADA YANG BERSYUKUR
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Kamis 7 Rabi'ul-Awal 1448 H /20 Agustus 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Manfaat bersyukur sepenuhnya kembali kepada diri kita sendiri. Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan ibadah atau rasa syukur kita. Bersyukur membuat hidup kita lebih tenang, terhindar dari penyakit hati, dan mendapat janji penambahan nikmat dari Allah.
Dalam
ayat ke-12 dari surah Luqman disebutkan,
وَمَنْ
يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ
Artinya
: “Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia
bersyukur untuk dirinya sendiri.”
Ibnu
Katsir rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang bersyukur,
maka manfaat dan pahalanya akan kembali kepada dirinya sendiri. Sebagaimana
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَنْ
عَمِلَ صَالِحًا فَلِأَنْفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ
Artinya
: “Dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah
mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan).” (QS. Ar-Ruum: 44). (Tafsir
Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6:114).
Sebaliknya
barangsiapa yang mengingkari nikmat atau enggan bersyukur,
وَمَنْ
كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Artinya
: “dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya
lagi Maha Terpuji”. (QS. Luqman: 12).
Allah
itu Maha Kaya (Al-Ghaniy), tidak butuh pada hamba. Jika hamba tidak
bersyukur, itu pun tidak membuat Allah tersakiti. Jika seluruh penduduk di muka
bumi kufur, Allah tidak bergantung pada yang lainnya. Laa ilaha illallah, tidak ada yang berhak disembah selain
Allah (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6:114). Yahya bin Salam berkata,
“Allah itu Maha Kaya (Al-Ghaniy), tidak butuh pada selain Dia. Allah pun
Maha Terpuji (Al-Hamid) dalam segala perbuatan-Nya.” (Fath Al-Qadir, 4:312).
Dalam
hadits qudsi ditunjukkan bahwa Allah tidak butuh pada rasa syukur seorang hamba
dan jika mereka tidak bersyukur, itu pun tidaklah mengurangi kekuasaan Allah.
Hadits qudsi tersebut menyebutkan,
يَا عِبَادِى
لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى
قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِى مُلْكِى شَيْئًا يَا عِبَادِى
لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ
قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِى شَيْئًا
Artinya
: “Wahai hamba-Ku, kalau orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara
kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu bertakwa seperti orang yang paling
bertakwa di antara kalian, tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun. Jika
orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia
dan jin, mereka itu berhati jahat seperti orang yang paling jahat di antara
kalian, tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun juga.” (HR. Muslim,
no. 2577).
Ayat
dari surah Luqman di atas mengajarkan kepada kita untuk bersyukur atas berbagai
macam nikmat, lebih-lebih lagi dengan nikmat yang begitu besar yang Allah
anugerahkan. Kepahaman terhadap agama adalah suatu nikmat yang besar
dan begitu berharga. Kepahaman terhadap agama Islam pun termasuk hikmah. Jika
kita diberikan anugerah ilmu oleh Allah, rajin-rajinlah untuk selalu bersyukur
kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذْ
تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ
عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya
: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (QS.
Ibrahim: 7).
Mengenai
surah Ibrahim ayat ketujuh, Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan,
“Siapa yang bersyukur atas nikmat Allah, Allah akan menjadikannya semakin
taat.” Ar-Rabi’ berkata, “Siapa yang bersyukur atas nikmat Allah, maka Allah
akan menambahkan karunia.” Muqatil berkata, “Siapa yang bersyukur atas nikmat Allah, maka Allah akan menambahkan baginya kebaikan
di dunia.” (Lihat Zaad Al-Masiir, 4:347).
Begitu
pula terhadap nikmat yang terlihat kecil dan sepele, syukurilah. Jika nikmat
kecil saja tidak bisa disyukuri, bagaimana lagi dengan nikmat yang besar. Dalam
hadits disebutkan,
مَنْ لَمْ
يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ
Artinya
: “Barang siapa yang tidak mensyukuri sesuatu yang sedikit, maka ia tidak
akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4:278. Syaikh
Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam Silsilah
Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 667, 2:272)
Kesimpulannya, bersyukur memiliki manfaat kembali kepada diri orang yang bersyukur dan akan membuat nikmatnya akan terus ditambah oleh Allah. Syukur tentu saja dengan taat kepada Allah.
Semoga kita menjadi hamba yang bersyukur. Sumber : https://rumaysho.com/
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar