بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Rabu 19 Rabi'ul-Akhir 1448 H /30 September 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Di antara bukti kecintaan seorang muslim
kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama adalah banyak-banyak
berselawat. Suatu ketika, ‘Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata
kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama, “Wahai Rasulullah,
aku ini ingin memperbanyak berselawat kepadamu. Kira-kira harus berapa banyak?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallama
menjawab, “Terserah engkau.”
‘Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu pun
menimpali, “Bagaimana kalau seperempat?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallama
menjawab, “Seandainya engkau tambah, niscaya lebih baik bagimu.”
Kemudian dijawab, “Bagaimana jika setengah?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallama
kembali mengatakan, “Terserah, tapi jika engkau tambah, itu lebih baik
bagimu.”
“Bagaimana jika 2/3?”, ujar ‘Ubay bin
Ka’ab radhiyallahu ‘anhu.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallama pun
menjawab, “Terserah, tapi jika kau tambah, itu lebih baik bagimu.”
“Jika demikian, aku jadikan seluruhnya
untuk berselawat untukmu’, pungkas ‘Ubay bin Ka’ab.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallama pun bersabda, “Jika demikian, kesedihanmu akan sirna dan
dosa-dosamu akan terampuni.” (HR. At-Tirmidzi
no. 2457)
Begitu pun, Allah ‘Azza Wajalla
berfirman,
اِنَّ اللّٰهَ
وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا
صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya
berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk
Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al
Ahzab: 56)
Sehingga, tidaklah layak seorang muslim
mengaku begitu cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama,
akan tetapi lisannya jarang sekali berselawat kepada beliau shallallahu
‘alaihi wasallama. Namun, bukan hanya itu. Tanda cinta seorang muslim
kepada nabinya adalah mengikuti perintah dan menjauhi larangannya. Dan hanya
mempercayai bahwa janji pahala dari ibadah yang kita kerjakan haruslah
bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama.
Termasuk ketika seseorang berselawat kepada Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallama.
Sholawat Jibril dan riwayat palsu tentangnya
Di antara yang ramai beredar di tengah kaum
muslimin adalah sholawat jibril, yakni yang (menurut mereka) sebagai
selawat yang pertama kali diucapkan Jibril ‘alaihissalam, yaitu:
صَلَّى اللّٰهُ
عَلٰى مُحَمَّدٍ
“Semoga Allah limpahkan rahmat kepada Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama.”
Secara lafaz, selawat ini sama sekali tidak
ada masalah. Al-Munawi rahimahullahu dalam Faidhul Qadiir ketika
menjelaskan hadis,
من صلى على
حين يصبح عشرا وحين يمسي عشرا أدركته شفاعتي يوم القيامة
“Barangsiapa berselawat kepadaku 10 kali
di pagi dan sore hari, maka ia mendapat syafaatku di hari kiamat.” (HR.
Ath-Thabrani dan dinilai lemah oleh para ulama seperti Syekh Al-Albani rahimahullahu)
Beliau rahimahullahu menukil ucapan,
وقضية اللفظ
حصول الصلاة بأي لفظ كان وإن كان الراجح الصفة الورادة في التشهد
“Poinnya adalah yang penting maksud
selawat atau kandungan doa dalam selawat tersampaikan dengan lafaz apapun.
Meskipun yang tepat adalah dengan lafaz sebagaimana ketika seorang duduk
tasyahhud.”
Namun, ketika mendasarkan keutamaan membacanya dengan hadis-hadis yang palsu seperti yang menceritakan bahwa selawat ini diucapkan Jibril ‘alaihissalam ketika Adam ‘alaihissalam dan ibunda Hawwa bertemu. Atau mengharuskan orang lain untuk membacanya dengan hitungan atau tatacara yang tidak diajarkan oleh Rasulullah sendiri, maka hal tersebut tidaklah dibenarkan.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Sjmber Artikel: Muslim.or.id
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar