Menu

Senin, 21 September 2026

BAGIAN KE DUA

BERGEMBIRALAH WAHAI SAUDARAKU YANG SAKIT
(Pertolongan Allah Di Ujung Harapan dan Persimpangan)
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Selasa 11  Rabi'ul-Akhir 1448 H /22 September 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Kemarin Kamis, 10  Rabi'ul-Akhir 1448 H /21 September 2026, kita sudah sampai pada (Pertolongan Allah Di Ujung Harapan dan Persimpangan - Bagian 1). Hari ini kita lanjutkan tulisan ini sebagai bagian terakhir dari judul Bergembiralah Wahai Saudaraku Yang Sakit :

Saudaraku...!

Pertanyaan berikutnya adalah "Apa Hikmah Ketika Allah Ta’ala Tidak Menurunkan Pertolongan-Nya Di Awal Usaha? Ada beberapa penjelasan mengapa Allah datangkan pertolongan-Nya di titik akhir ketika mereka mulai putus asa.

Pertama; Kalau datang di awal, maka sangat rentan menimbulkan kesombongan. Bisa jadi dia menyandarkan keberhasilan itu pada dirinya sendiri, “Ini karena usaha saya sendiri.” Padahal, syiar orang-orang yang beriman adalah :

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

Artinya : "Tidak ada daya dan tidak pula kekuatan kecuali karena Allah.

Allah tidak ingin muncul kesombongan dari diri kita, ketika kita melakukan suatu usaha yang kecil, lalu muncul pencapaian yang luar biasa.

Kedua; Supaya kita mengerti bahwa tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan. Meskipun para Nabi dan Rasul, mereka harus capek terlebih dahulu, mendekati keputusasaan, barulah pertolongan Allah itu datang. Dengan kata lain, supaya kita berjuang semaksimal mungkin, mengeluarkan semua potensi terbaik yang kita miliki, sampai di titik darah penghabisan.

Ketiga; Supaya kita tidak pernah berhenti berjuang. Ketika pertolongan Allah belum datang, maka kita tidak boleh berhenti berjuang. Sehingga kita tidak boleh kehilangan harapan, tetap harus optimis.

Kemudian di antara syarat agar Allah Ta’ala menjaga kita dan memberikan pertolongan kepada kita adalah kita senantiasa “Menjaga” Allah Ta’ala. Yaitu kita berusaha bertakwa, melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik dalam kondisi lapang maupun saat terkena musibah. Sebagaimana wasiat Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam kepada Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma :

احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ

Artinya : “Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah. Dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi no. 2516 dan Ahmad 1 : 307)

Itulah syarat agar harapan kita kepada Allah tidak pernah membuat kita kecewa.

Tetap berjuang sampai di titik darah penghabisan dengan tetap bertawakal kepada-Nya.

Oleh karena itu, saat terkena musibah, kita tetap berjuang dan berikhtiar sampai di titik darah penghabisan, selama itu adalah jalan atau sarana yang halal menurut syariat. Kita berusaha lakukan apa yang kita bisa lakukan. Walaupun secara hitung-hitungan duniawi atau prediksi manusia tidak akan mengubah hasil (outcome) apapun. Karena yang menentukan semua itu bukan manusia, tapi Allah Ta’ala. Dan lihatlah bagaimana nanti Allah Ta’ala menolong kita, membantu kita, dan memberikan keberkahan kepada kita. Syaratnya, saat kita berjuang dan berusaha, harus tetap Sabar dan Tawakal kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ


Artinya : “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq : 3)


Rasulullah Shallallahu 'Alaihi‘alaihi Wa Sallam bersabda :


لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَ كَّلُوْنَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرُزِقْتُم كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا


Artinya : “Sungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung-burung (diberi rezeki). Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi n3o. 2344, 2447, Ibnu Majah No. 4216, dan lain-lain. Dinilai sahih oleh Al-Albani.)

 Wallahu'alam Bishshawab


Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏


Penulis: Abah Luki
Editing: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar