Menu

Tampilkan postingan dengan label BERGEMBIRALAH WAHAI SAUDARAKU YANG SAKIT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERGEMBIRALAH WAHAI SAUDARAKU YANG SAKIT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 September 2026

BAGIAN KEEMPAT

BERGEMBIRALAH WAHAI SAUDARAKU YANG SAKIT
(Renungan Yang Menggembirakan Bagi Orang Yang Sakit )
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Kamis 13  Rabi'ul-Akhir 1448 H /24 September 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Selasa, 22 September 2026

BAGIAN KETIGA

BERGEMBIRALAH WAHAI SAUDARAKU YANG SAKIT
(Renungan Yang Menggembirakan Bagi Orang Yang Sakit)



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Rabu 12  Rabi'ul-Akhir 1448 H /23 September 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Senin, 21 September 2026

BAGIAN KE DUA

BERGEMBIRALAH WAHAI SAUDARAKU YANG SAKIT
(Pertolongan Allah Di Ujung Harapan dan Persimpangan)
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Selasa 11  Rabi'ul-Akhir 1448 H /22 September 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Minggu, 20 September 2026

BAGIAN KE SATU

BERGEMBIRALAH WAHAI SAUDARAKU YANG SAKIT
(Pertolongan Allah Di Ujung Harapan dan Persimpangan)
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Senin 10  Rabi'ul-Akhir 1448 H /21 September 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Selasa, 10 September 2024

SUNATULLAH (bagian kelima)

BERGEMBIRALAH WAHAI SAUDARAKU YANG SAKIT
(Renungan Yang Menggembirakan Bagi Orang Yang Sakit)
--- Bagian Kelima---

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Rabu 7 Rabi'ul-Awal 1446 H /11 September 2024

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.

Saudaraku...!

Kemarin Selasa, 6 Rabi'ul-Awal 1446 H /10 September 2024, kkita baru sampai pada Renungan Kedelapan (Bagian 1). Hari ini kita lanjutkan beberapa renungan yang saya coba rangkum dari berbagai sumber ketika kita sedang diberi Nikmat Sakit :

Renungan Kedelapan

"SETIAP PENYAKIT ADA OBATNYA (bagian 2)"

Saudaraku...!

Di antara Dzikir dan Do'a mat'sur, adalah apa yang diriwayatkan oleh 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, apabila ada orang yang mengeluhkan sesuatu darinya, atau tubuhnya bernanah atau terluka, maka Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam mengisyaratkan dengan jarinya demikian --Sufyan bin Uyainah, salah satu perawi, meletakkan jari telunjuknya pada tanah-- seraya berucap :

بِسْمِ اللهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا، بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا، يُشْفَى سَقِيْمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

Artinya : “Dengan menyebut Nama Allah, (debu) tanah bumi ini dengan air ludah sebagian di antara kami dapat menyembuhkan penyakit di antara kami dengan seizing Robb kami.” (HR. Bukhari)

Dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwa Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam menjenguk salah satu keluarganya dengan mengusap tangan kanannya seraya mengucap :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Artinya : Yaa Allah, Tuhan manusia, hilangkan lah penyakit ini, sembuhkan lah, hanya Engkau lah yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit." (HR.Bikhori dan Muslim)

Dari 'Ustman bin Abi Al-'Ash bahwa ia mengeluhkan sakit yang dirasakan pada tubuhnya, maka Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : Letakkanlah tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit, dan ucapkanlah :

بِسْمِ اللَّهِ

أَعُوذُ بِاَللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Artinya : "Letakkanlah tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit, dan ucapkanlah "Bismillah" 3 (tiga) kali, dan ucapkan sebanyak 7 (tujuh) kali : 'Aku berlindung dengan Keperkasaan Allah dan Kekuasaan-Nya dari keburukan yang aku rasakan dan aku khawatirkan." (HR. Muslim).

Dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'Anhu bahwa Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ عنده سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ الا عافاه اللَّهُ من ذالك المرض

Artinya : "Barangsiapa menjenguk orang sakit yang belum tiba ajalnya, lalu ia berucap di sisinya sebanyak 7 (tujuh) kali, 'Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Rabb 'Arsy yang Agung semoga Dia menyembuhkanmu, melainkan Allah menyembuhkannya dari sakit itu." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Dari Abu Sa'id Al Khudri Radhiyallahu 'Anhu :

أن جِبريلَ أتَى النَّبيَّ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، اشْتَكَيْتَ؟ قَالَ: «نَعَمْ» قَالَ: بِسْمِ الله أرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيكَ، بِسمِ اللهِ أُرقِيكَ

Artinya : Bahwa Jibril datang kepada Nabi seraya bertanya : 'Apakah engkau sakit?" Beliau menjawab : "Ya." Jibril pun berucap, "Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang mengganggumu, dari keburukan setiap jiwa atau mata yang hasad. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu." (HR. Muslim)

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam berucap pada saat kesusahan:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيممِ

Artinya : "Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Rabb 'Arsy yang Maha Agung. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, Rabb Langi, Rabb Bumi dan Rabb 'Arsy Yang Maha Pemurah." (HR. Bukhori dan Muslim)

Dari Abu Sa'id Al Khudri Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam :

دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

Artinya : "Do'a Dzun Nuun (Nabi Yunus 'Alaihis Sallam), ketika berdo'a di dalam perut ikan, 'Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dzalim.' Tidaklah seorang Muslim berdo'a dengannya dalam suatu perkara pun melainkan Allah mengabulkan permohonannya." (HR. At Tirmidzi)

Do'a do'a dan ruqyah ruqyah ini dibaca dengan hati yang Khusyu, ketundukkan yang jujur, dan keyakinan yang kuat dan tulus. Bukan dilantunkan sebagai bentuk percobaan.

Disamping do'a do'a dan ruqyah ruqyah yang telah disebutkan, maka berdo'a kepada Allah dan berlindung kepada-Nya merupakan perkara bermanfaat yang terbesar. Bahkan, mungkin itu adalah sasaran kesusahan dan tujuannya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

...فَاَخَذْنٰهُمْ بِالْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُوْنَ 

Artinya : "... Kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati." (QS. Al An'aam : 42)

Tidakkah terlintas di benakmu bahwa Dia mengujimu dengan sakit ini agar Dia mendengar suaramu, saat engkau berdo'a kepada-Nya, dan Dia melihatmu merendah pada saat engkau berharap kepada-Nya.

Angkatlah kedua tanganmu, kucurkanlah air matamu, tampakkanlah kefakiran dan kelemahanmu, akuilah hal itu berikut kelemahanmu, niscaya engkau mendapatkan keridhoan Rabb-mu dan dilapangkan kesusahanmu.

Diantaranya, ialah memohon pertolongan dengan Shalat.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ

Artinya : "Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan Sabar dan Shalat..." (QS. Al Baqarah : 45)

Dari sahabat Hudzaifah Radhiyallahu anhu, ia berkata :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى

Artinya : "Apabila Rasulullah disusahkan oleh suatu urusan, maka beliau mengerjakan shalat." (HR. Ahmad)

Dari Abu Umamah bahwa Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

وَدَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةَ

Artinya : "Obatilah orang yang sakit diantara kalian dengan sedekah." (HR. Abu Daud dalam kitab Marasil Abi Daud No. 105 - Shahiih Al-Jaami'; No. 3358)

Bersambung..... (ke bagian ke enam)

Wallahu'alam Bishshowab
Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏

Sumber : Aplikasi kumpulan tausiah Islam
Penulis : Abah Luki & Ndik
#NgajiBareng

Senin, 09 September 2024

SUNNATULLAH (Bagian ke empat.)

BERGEMBIRALAH WAHAI SAUDARAKU YANG SAKIT
(Renungan Yang Menggembirakan Bagi Orang Yang Sakit)
--- Bagian Keempat ---

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Selasa 6 Rabi'ul-Awal 1446 H /10 September 2024

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.

Saudaraku...!

Kemarin Senin 5 Rabi'ul-Awal 1446 H /9 September 2024, kita baru sampai pada Renungan Keeempat dan Kelima. Hari ini kita lanjutkan beberapa renungan yang saya coba rangkum dari berbagai sumber ketika kita sedang diberi Nikmat Sakit :

Renungan Keenam

YANG DIPEROLEH KARENA SAKIT (bagian 1)"

Abdi kata orang yang sakit dapat memperhatikan faidah sakitnya dan kebajikannya, niscaya Dia tidak akan mengharapkan lenyapnya penyakit itu.

Minggu, 08 September 2024

SUNATULLAH (Bagian ketiga)

BERGEMBIRALAH WAHAI SAUDARAKU YANG SAKIT
(Renungan Yang Menggembirakan Bagi Orang Yang Sakit)
--- Bagian Ketiga ---

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Senin 5 Rabi'ul-Awal 1446 H /9 September 2024

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.

Saudaraku...!

Kemarin Ahad 4 Rabi'ul-Awal 1446 H /8 September 2024, kita baru sampai pada Renungan Kedua. Hari ini kita lanjutkan beberapa renungan yang saya coba rangkum dari berbagai sumber ketika kita sedang diberi Nikmat Sakit :

Renungan Ketiga :

UJIAN ADALAH JALAN MENUJU SURGA

Penyakit merupakan di antara ujian yang ditimpakan kepada para hamba-Nya untuk menguji kesabaran mereka dan mensucikan keimanan mereka. Bahkan itu -bagi siapa yang diberi Taufik untuk memperhatikan dan merenungkan dengan baik- adalah nik'mat besar yang wajib disyukuri.

Sabtu, 07 September 2024

SUNATULLAH (Bagian kedua)

BERGEMBIRALAH WAHAI SAUDARAKU YANG SAKIT
(Renungan Yang Menggembirakan Bagi Orang Yang Sakit)
--- Bagian Kedua ---

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Ahad 4 Rabi'ul-Awal 1446 H /8 September 2024

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Mohon ridho dan ikhlasnya, bila dalam penulisannya ada yang terlupakan tolong ditambahkan dan bila ada yang salah tolong dibetulkan.

Saudaraku...!

Bila ada Saudaraku yang sedang sakit, semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyembuhkan dan menyehatkannya kembali serta melindungi mu dari segala penyakit dan ujian...

Mari kita tatapkan mata kita pada pembahasan ringkas ini, dan bukalah pandangan kita pada ungkapan dan pernyataan yang terkandung di dalamnya. Ini adalah beberapa renungan yang dibumbui dengan Cahaya Wahyu serta dengan Keharuman Risalah.

Saya memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala semoga Dia menjadikan sebagai Hiburan dalam mengingat-Nya, do'a-Nya sebagai Kesembuhan dan hukum-hukum-Nya sebagai Kecukupan.

Inilah beberapa renungan yang saya coba rangkum dari berbagai sumber ketika kita sedang diberi Nikmat Sakit :

Renungan Pertama :

"KENIKMATAN YANG AKAN LENYAP"

Inilah dunia yang banyak orang terperdaya dengannya lalu menjadikannya sebagai puncak angan dan hasratnya yang terbesar.

Allah Ta'ala menyifatinya dengan firman-Nya :

وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌۗ...

Artinya : "Dan kehidupan dunia ini hanyalah senda gurau dan permainan......." (QS. Al Ankabuut [29] : 64)

Selanjutnya : 

...وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

Artinya : "... Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu". (QS. Al Hadiid [57] : 20)

Khaliil (Kekasih) Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menjelaskan perihal bersama dunia melalui sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, yang Artinya : "Tidaklah aku di dunia melainkan seperti pengendara yang bernaung dibawah pohon, kemudian ia pergi meninggalkannya." (HR. At Tirmidzi)

Hal itu karena beliau mengetahui kedudukan dunia, dan mengetahui dengan jelas kerendahan dan kehinaannya. Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda kembali :

لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَزِنُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ، مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ.

Artinya : "Andaikata dunia itu setara di sisi Allah dengan sayap nyamuk, niscaya Dia tidak akan memberikan kepada orang Kafir seteguk air pun darinya." (HR. At Tirmidzi)

Disamping itu dunia tidak langgeng keadaannya. Jika ia tertawa sedikit, maka ia banyak menangis. Jika ia bergembira satu hari, maka ia bersedih berhari-hari.

Hamba tidak selamat di dalamnya dari penderitaan yang mengeruhkan kejernihan kehidupannya, atau penyakit penyakit yang melemahkan kekuatannya.

Barang siapa memuji dunia untuk kemudahan kehidupannya, maka kelak sungguh ia akan mencela karena sedikit.

Karena itu orang yang mengetahui nilai dunia, yakni Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, adalah :

كُنْ في الدُّنْيَا كَأنَّكَ غَرِيبٌ ، أَو عَابِرُ سَبيلٍ

Artinya : "Jadilah di dunia ini seakan-akan kamu sebagai orang asing atau sebagai seorang musafir." (HR. Al Bukhari)

Demikianlah... siapa yang mengetahui hakikat dunia, maka ia berzuhud di dalamnya... dan siapa yang berzuhud di dalamnya, maka kekeruhan dunia dan musibahnya mudah baginya.

Renungan Kedua :

UJIAN ADALAH TANDA KECINTAAN

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

إنَّ عِظَمَ الجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلاَءِ ، وَإنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَحَبَّ قَوْماً ابْتَلاَهُمْ ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا ، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

Artinya : "Sesungguhnya besarnya pahala itu menyertai besarnya ujian. Jika Allah mencintai suatu Kaum, maka Dia menguji mereka. Barang siapa yang Ridho dengan ujian itu, maka ia akan mendapatkan keridhoan, dan barang siapa yang murka, maka ia akan mendapatkan kemurkaan." (HR. At Tarmidzi)

Ujian dan penyakit, apabila itu menimpa orang yang berbuat baik dalam hubungannya dengan Rabb-nya dan ia diberi kesabaran dalam menghadapnya, maka itu adalah tanda Kebaikan dan Kecintaan.

Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا

Artinya : "Jika Allah Subhanahu Wa Ta'ala menghendaki kebaikan terhadap hambanya, maka Dia menyegerakan hukuman baginya di dunia."

Barang siapa memperhatikan biografi para Nabi dan Rasul -padahal mereka itu adalah orang-orang yang dicintai Allah Ta'ala- maka ia mendapatkan ujian pada jalan mereka, kesusahan dan sakit menjadi langganan mereka.

Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu menemui Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam saat beliau sakit, dan beliau Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam mengalami penderitaan yang parah, maka ia berkata yang artinya :

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau benar-benar menderita sekali." Beliau menimpali, "Benar, Aku sungguh menderita sebagaimana penderitaan yang dialami dua orang diantara kalian." (Muttafaqun 'Alaih)

Beliau Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam ketika ditanya oleh Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu 'Anhu : 

"Siapakah orang yang paling berat ujiannya?" Beliau menjawab, "orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian orang yang lebih menyerupainya, dan seterusnya. Seseorang diberi ujian sesuai dengan kadar agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya berat. Jika agamanya lunak, maka diuji sesuai dengan kadar agamanya. Ujian tidak henti-hentinya hamba hingga meninggalkannya berjalan di muka bumi dengan tidak memiliki dosa". (HR. At Tarmidzi)

Sungguh kaum salaf telah memperhatikan ungkapan ini, dan mengetahui isyarat yang terdapat di dalamnya.

Mereka menggolongkan Ujian sebagai Nik'mat, sedangkan Sakit dan kesusahan sebagai Kabar Gembira. 

Karena itu, tatkala Wahb melewati orang yang diberi ujian, buta, terkena kusta, lumpuh, tidak berpakaian, sudah beruban, orang itu berucap "Segala puji bagi Allah ata segala nik'mat-nik'mat-Nya". Mendengar hal itu, seseorang yang bersama Wahb bertanya, "Masih adakah padamu suatu nikmat sehingga engkau memuji Allah atas hal ini?. Orang yang diberi ujian itu berkata padanya, "Tatapkanlah pandanganmu kepada penduduk Madinah, lalu lihatlah mayoritas penduduknya, maka apakah aku tidak memuji Allah bahwa tidak ada seorang pun di dalamnya yang mengenal-Nya selain aku".

Bersambung...... ke bagian ketiga

Wallahu'alam Bishshowab
Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏

Sumber : Aplikasi kumpulan tausiah Islam
Penulis : Abah Luki & Ndik
#NgajiBareng