بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Senin 15 Jumadil-Ula 1448 H /26 Oktober 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Kedua:
Dalil beragamnya dan berubah-ubahnya kondisi makhluk
Dalil
ini merupakan salah satu bukti bahwa ada Yang Mahamengatur alam semesta ini
dengan segala keberagaman dan berubah-ubahnya sifat dari makhluk. Salah satu
uraian yang menarik dibawakan oleh Ibnul Qayyim tentang dalil ini. Beliau rahimahullah
berkata,
“Termasuk
ayat-ayat (adanya Allah), adalah bumi ini dijadikan memiliki banyak jenis dan
beragam sifat dan manfaat, padahal tanah-tanah tersebut berdekatan dan
bersinggungan. Tanah yang ini lunak dan yang itu keras dan saling berdekatan
dan bersinggungan. Tanah ini dapat ditumbuhi tanaman dan yang itu tidak dapat
ditumbuhi tanaman juga saling berdekatan dan bersinggungan. Tanah yang ini
adalah tanah liat dan bersinggungan dengan tanah berpasir. Tanah yang ini
bersifat keras dan tanah yang itu lembek saling bersinggungan pula. … Tanah
yang ini datar dan yang itu penuh dengan perbukitan dan gunung-gunung. Tanah
yang ini tidak bisa gembur, kecuali dengan hujan. Dan ada tanah yang jika
terkena hujan malah tidak gembur. Dan ada pula tanah yang tidak akan baik,
kecuali jika diairi dengan air sungai. Maka Allah menurunkan hujan di tempat
yang jauh lalu mengalir melewati sungai-sungai sehingga dapat menjangkau tanah
tadi. Sungguh betapa indahnya dan cukup satu ayat dari ayat-ayat tadi
menunjukkan bahwa Allah itu ada, yang sifat dan perbuatan-Nya sempurna, dan
menunjukan atas kebenaran para rasul-Nya.”
Ibnu
Katsir rahimahullah juga menjelaskan tentang uraian yang semisal dengan
berkata,
“Siapa
saja yang merenungkan ciptaan yang ada di bumi maupun di langit dan perbedaan
bentuk, warna, karakter, fungsi, dan peletakannya pada ukuran dan kadar yang
pas, maka akan mengetahui kekuatan Penciptanya dan sifat bijaksana, keilmuan,
keteraturan, dan kebesaran kekuasaannya-Nya. Diceritakan dari Ar-Razi dari Imam
Malik rahimahullah bahwasanya Harun Ar-Rasyid bertanya kepada Imam Malik
tentang adanya wujud Allah. Maka, beliau menjawab dengan keberagaman bahasa,
suara, dan nada intonasi manusia.
Selain
itu, diceritakan juga dari Imam Asy-Syafii bahwa beliau ditanya tentang adanya
wujud Allah. Beliau rahimahullah menjawab, “Satu jenis daun tuut
(satu jenis pohon) memiliki satu rasa. Apabila daun ini dimakan oleh ulat, maka
akan keluar ibraisam (jenis sutra). Sedangkan jika dimakan oleh lebah,
maka akan keluar madu. Sementara apabila dimakan oleh kambing, unta, dan hewan
ternak, maka akan keluar berak dan kotoran. Kemudian, apabila dimakan oleh
rusa, maka akan menghasilkan minyak kasturi. Padahal seluruh hasil tadi berasal
dari satu jenis daun yang sama.”
Ketiga:
Dalil kefakiran makhluk
Setiap
makhluk tidak boleh tidak membutuhkan makhluk yang lain. Bahkan, layaknya
menjadi syarat kehidupan di antara mereka. Kemudian setiap makhluk juga tidak
dapat melakukan sesuatu dengan sendirinya. Melakukan sesuatu dengan sendirinya
tanpa ada bantuan pihak lain merupakan kekhususan yang dimiliki oleh Allah.
Oleh karena itu, adanya sifat butuhnya makhluk kepada sesuatu yang lain
merupakan bukti bahwa ada Yang Mahakaya di antara semua makhluk yang ada. Hal
ini dikarenakan tidak disebut fakir, kecuali ada yang Mahakaya yang menjadi
tempat bergantung seluruh yang fakir. Allah Ta’ala berfirman,
ٱللَّهُ
ٱلصَّمَدُ
“Allah
tempat meminta segala sesuatu.” (QS. Al-Ikhlas: 2)
Syaikh
Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah ketika menafsirkan ayat di atas,
beliau berkata,
اللهُ الصَّمَدُ؛
أي: المقصود في جميع الحوائج؛ فأهل العالم العلوي والسفلي مفتقرون إليه غاية الافتقار،
يسألونه حوائجهم، ويرغبون إليه في مهمَّاتهم؛ لأنه الكامل في أوصافه، العليم الذي قد
كمل في علمه، الحليم الذي قد كمل في حلمه، الرحيم الذي كمل في رحمته، الذي وسعت رحمته
كل شيء، وهكذا سائر أوصافه.
“Allah adalah tempat bergantung seluruh makhluk, maksudnya adalah tempat bergantung seluruh makhluk dalam setiap hajat-hajat mereka. Maka, seluruh makhluk yang berada di langit dan di bumi membutuhkan Allah dengan kondisi sangat membutuhkan (pertolongan-Nya). Mereka (makhluk) meminta agar dilancarkan urusan-urusan mereka dan menggantungkan harapan kepada-Nya dalam perkara-perkara yang penting dari mereka. Semua ini karena Allah Mahasempurna dalam segala sifat-sifat-Nya. Dia adalah Yang Mahamengetahui yang sempurna pengetahuan-Nya. Dia adalah Yang Mahalembut yang sempurna kelembutan-Nya. Dia adalah Yang Maha Penyayang yang sempurna kasih sayang-Nya. Dia adalah yang Mahaluas rahmat-Nya, dan begitu pula sifat-sifat Allah yang lain.” (Taisiru Al-Karim Ar-Rahman, hlm. 896-897)
Keempat:
Dalil penciptaan yang sempurna
Alam
semesta dengan kebesaran dan kebagusannya itu cocok dengan keberadaan manusia.
Alam semesta ini layaknya telah dipersiapkan untuk kelangsungan hidup dan
eksistensi seluruh makhluk dengan sangat cocok dan pas. Maka, keselarasan dan
kesesuaian dari alam semesta ini secara aksiomatis melahirkan keyakinan adanya
Sang Pencipta dan kesempurnaan-Nya. Hal ini karena tidak mungkin adanya alam
semesta yang sempurna penciptaannya ini terjadi hanya kebetulan dan tanpa
kesengajaan saja. Allah Ta’ala berfirman,
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُوا۟
رَبَّكُمُ ٱلَّذِی خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
ٱلَّذِی جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فِرَ ٰشࣰا وَٱلسَّمَاۤءَ بِنَاۤءࣰ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَاۤءِ
مَاۤءࣰ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَ ٰتِ رِزۡقࣰا لَّكُمۡۖ فَلَا تَجۡعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادࣰا
وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
“Wahai
manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang
sebelum kamu, agar kamu bertakwa. (Dialah) yang menjadikan bumi sebagai
hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan)
dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki
untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah,
padahal kamu mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 21-22)
Allah
Ta’ala juga berfirman pada ayat lain,
ٱلَّذِیۤ
أَحۡسَنَ كُلَّ شَیۡءٍ خَلَقَهُۥۖ وَبَدَأَ خَلۡقَ ٱلۡإِنسَـٰنِ مِن طِینࣲ
“Yang
memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan
manusia dari tanah.” (QS. As-Sajdah: 7)
Itulah beberapa hal yang terkait dengan dalil-dalil yang paling terlihat dalam kehidupan kita terkait adanya wujud Allah. Oleh karena itu, semoga dari berbagai pelajaran di atas akan semakin menguatkan dan mengingatkan kita semuanya terkait pentingnya mengimani wujud Allah, berikut juga dengan seluruh sifat-sifat-Nya yang sempurna. Mengingat sangat penting pada hari ini dan zaman ini, banyak dari kalangan-kalangan yang memusuhi Islam mencoba untuk memasukkan karaguan ke dalam umat Islam mengenai kebenaran agama ini, bahkan membuat bingung tentang eksistensi wujud Allah sebagai Tuhan semesta alam. Wallahu Ta’ala a’lam.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Artikel: www.muslim.or.id
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar