بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Sabtu 15 Rabi'ul-Akhir 1448 H /26 September 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Asal
makna tobat dan istigfar
Menurut
Ibnu Faris dan Mu’jam Maqayis Lughah (1: 357), setiap kata yang tersusun
dari huruf ت – و – ب, seperti tobat, maknanya selalu seputar rujuk atau kembali
(الرجوع). Kata yang semisal adalah:
- العودة
(pulang)
- الإنابة
(kembali)
- الندم
(menyesal)
Semuanya
kembali kepada makna rujuk atau kembali.
Adapun Ibnul
Qayyim rahimahullah dalam Madarij (1: 198) menjelaskan,
فحقيقة
التوبة هي الندم على ما سلف منه في الماضي، والإقلاع عنه في الحال، والعزم على ألا
يعاوده في المستقبل
“Hakikat
tobat adalah penyesalan atas dosa-dosa masa lalu, penghentian segera dosa-dosa
tersebut, dan tekad yang teguh untuk tidak mengulanginya di masa depan.”
Artinya,
tobat lebih luas dari sekadar menyesal atas dosa masa lalu, tetapi juga ada
upaya menghentikannya langsung sekarang, dan bertekad untuk tidak mengulanginya
di masa yang akan datang.
Sedangkan
makna istigfar ialah,
طلب
المغفرة وهي وقاية شر الذنوب مع سترها
“Upaya
untuk mencari ampunan, yakni perlindungan dari keburukan dosa serta berharap
agar dosanya ditutupi.” (Musthalahat fi Kutubil Aqaid, hal. 187)
Perbedaan
tobat dan istigfar
Terdapat
beberapa perbedaan tobat dan istigfar yang kami nukil dari kitab Musthalahat
fi Kutubil Aqaid karya Syekh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd sebagai berikut:
1)
Asal katanya berbeda, yakni: kata tobat berasal dari kata طوب (kembali) dan
istigfar berasal dari kata غفر (ampunan).
2)
Tobat bermakna usaha meliputi penyesalan atas masa lalu, menghentikannya
sekarang, dan upaya tidak mengulanginya di masa depan. Sedangkan istigfar
bermakna memohon ampunan dan penutupan dosa.
3)
Istigfar bisa dilakukan meski dosanya terus berlangsung. Sedangkan tobat
menuntut orangnya untuk berhenti dari perbuatannya.
4)
Tobat yang memenuhi syarat pasti diterima, dan dengan itu akan menghapuskan
dosa dan menambahkan kebaikan jika tobatnya baik dan tulus (tobat nasuha).
Sedangkan istigfar, sebagaimana doa lainnya, bisa diterima maupun ditolak.
5)
Istigfar bisa dimohonkan untuk diri sendiri, maupun untuk orang lain.
Sebagaimana Allah ﷻ berfirman,
وَاسْتَغْفِرْ
لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
“Dan
memohon ampunlah untuk dosa kalian dan bagi orang beriman laki-laki maupun
perempuan.” (QS. Muhammad: 19)
Seseorang
mendapatkan pahala dengan memohonkan istigfar bagi orang lain. Sedangkan
pertobatan hanya bisa dilakukan oleh diri sendiri dan bahkan dilarang untuk
dilakukannya atas nama orang lain.
6)
Malaikat bisa beristigfar untuk orang beriman; sedangkan untuk bertobat atas
nama orang beriman, tidak bisa.
7)
Tobat berlaku sampai sebelum nafas mencapai kerongkongan (ghargarah)
ketika sekarat atau sebelum matahari terbit dari barat. Sedangkan istigfar bisa
berlaku, baik masih hidup, saat sekarat, maupun setelah meninggal.
7)
Istigfar boleh dilakukan kapan saja, dan dianjurkan pada waktu tertentu,
seperti saat duduk di antara dua sujud, setelah salam salat, setelah melakukan ifadhah
saat haji, dan di waktu sahur. Adapun tobat disyariatkan sesegera mungkin.
8)
Istigfar adalah dengan ucapan lisan, sedangkan tobat adalah meninggalkan dengan
hati dan anggota badan.
9)
Tobat diwajibkan bagi muslim maupun kafir, sedangkan istigfar hanya kaum
muslimin saja.
10)
Tobat mesti disebabkan kembali dari dosa dan maksiat maupun kemakruhan, serta
meninggalkan kewajiban maupun kesunahan. Adapun istigfar bisa oleh sebab
tersebut, ataupun hanya sekadar bentuk mengingat saja dan bernilai pahala.
Semoga dengan membaca keterangan ini, kita bisa menjadi semakin bersemangat dalam bertobat dan beristigfar kepada Allah ﷻ. Karena banyaknya dosa dan ketidaksempurnaan dalam amalan kita, sangat pantas bagi kita untuk menjadi hamba yang istikamah dalam tobat dan permohonan ampunan.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Sumber Artikel Muslim.or.id
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar