بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku....!
Hari ini Ahad 2 Rabi'ul-Akhir 1448 H /13 September 2026
Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.
Saudaraku...!
Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Hadirin yang dirahmati Allah....
Dalam pandangan Islam, pemilik mutlak dari seluruh alam semesta adalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sementara manusia hanyalah sebagai pengemban amanah dari-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan alam semesta bukan untuk diri-Nya sendiri, melainkan untuk kepentingan sarana hidup (Aasilah Al-Hayah) agar tercapai kemakmuran dan kesejahteraan bagi manusia.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِير
Artinya : “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu menampakkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah : 284)
Manusia diberikan hak untuk memiliki dan menguasai alam semesta sepanjang sesuai cara perolehan dan penggunaannya yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam syari’at-Nya. Dengan demikian, adanya hak milik membawa konsekuensi adanya kewajiban pemanfaatannya. Pada akhirnya, hak milik ini harus dipertanggung jawabkan di hadapan pengadilan Allah Subhanahu Wa Ta'ala di hari akhirat kelak.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ ۖ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ
Artinya : “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang menafkahkan (sebagian) dari hartanya akan memperoleh pahala yang besar.” (Q.S. Al-Hadid : 7)
Allah telah menghalalkan hak milik dalam batas-batas manusia sebagai khalifah, yang berfungsi sebagai pengatur dan pengelola alam, agar dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat manusia pada umumnya.
Al-Quran sebagai sumber hukum Islam secara tegas mengatur ketentuan tentang kepemilikan dalam Islam, baik kepemilikan umum, individu maupun negara.
Secara hukum, hak milik individu adalah hak untuk memiliki, menikmati, dan memindahtangankan kekayaan yang diakui dan dipelihara dalam Islam. Akan tetapi individu juga memiliki kewajiban moral untuk menyedekahkan hartanya, karena sebagian kekayaannya juga merupakan hak orang lain.
Dalam ajaran Islam, hak kepemilikan dikategorikan menjadi 3 (tiga), yaitu :
- Kepemilikan Individu (Milkiyah Fardhiyah)
- Kepemilikan Umum (Milkiyah ‘Ammah)
- Kepemilikan Negara (Milkiyah Daulah)
Dalam artikel ini penulis akan mengajak pembaca sekalian untuk mengkaji secara padat dan jelas tentang konsep pembagian kepemilikan dalam Islam.
1. Kepemilikan Individu (Milkiyah Fardhiyah)
Kepemilikan individu menurut salah seorang ulama, Muhammad Rawwas Qal’ahji adalah :
Artinya : “Kepemilikan yang khusus diberikan kepada seseorang atas sesuatu benda sehingga memungkinkan baginya untuk menggunakannya dan menghalangi orang lain untuk menggunakannya”.
Kepemilikan individu adalah harta yang pengelolaannya diserahkan kepada individu, pada selain harta milik umum dengan beberapa ketentuan.
Dengan demikian, dapat simpulkan bahwa individu diberi hak khusus untuk memiliki, menggunakan, dan mengelola harta yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh syari’at Islam.
Pada dasarnya, kepemilikan individu atas sumber daya alam merupakan fitrah manusia karena ajaran Islam mengakuinya sebagai sesuatu yang harus dihormati dan dijaga. Kepemilikan individu merupakan persyaratan yang mendasar untuk tercapainya tujuan kesejahteraan masyarakat, sebab ia akan menciptakan ruang bagi seorang insan untuk memanfaatkan sumber daya alam secara optimal.
Seorang insan memiliki kebebasan yang tinggi dalam kepemilikan dan memanfaatkan sumber daya alam sepanjang memenuhi ketentuan sebagai berikut :
- Cara pemanfaatannya sesuai Syari’at Islam
- Tidak menimbulkan kerugian/ kezaliman bagi diri sendiri maupun orang lain.
Wallahu'alam Bishshowab
Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.
Barakallah ..... semoga bermanfaat
-----------------NB----------------
Saudaraku...!
Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :
Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.
Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.
Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit & kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين
وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ
🙏🙏
Editing: Ndik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar