Menu

Selasa, 08 September 2026

CIRI ORANG BERTAQWA

TAQWA; ARTI DAN CIRI-CIRI ORANG YANG BERTAQWA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Rabu 27 Rabi'ul-Awal 1448 H /9 September 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Salah satu perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk berpuasa adalah "Agar Kamu Bertakwa"!... Namun terkadang kita hanya bisa mendengar dan mengatakannya. Apa Arti Takwa dan Bagaimana Ciri-ciri Orang Yang Bertakwa? 

Saudaraku... Ada baiknya kita mengingat dan mengurai kembali apa itu Takwa, berikut ini kami mencoba mengutif dan mengulas singkat dari berbagai sumber.

Arti Takwa Dalam Al-Qur'an

Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Al-Qur'an :

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ

Artinya : "Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa; (QS. Ali Imran : 133)

Ayat berikutnya :

لَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya : (yaitu); orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Itulah arti Takwa menurut Al-Qur'an.

Takwa Menurut Tafsir/Kajian

Takwa dalam tulisan bahasa Arab ditulis Taqwa (تَقْـوَى ), dalam kajian etimologi, merupakan bentuk Masdar dari kata Ittaqa–Yattaqi (اتَّقَى- يَتَّقِىْ ), yang berarti Menjaga Diri dari segala yang membahayakan atau membawa mudharat (Kebinasaan).

Takwa dalam penulisan bahasa Arab تَقْـوَى adalah istilah dalam Islam yang merujuk kepada kepercayaan akan adanya Allah, membenarkannya, dan takut akan Allah.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, arti dasar dari "Takwa" adalah Mentaati Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Senantiasa mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala serta bersyukur kepada-Nya tanpa ada Pengingkaran (Kufr) di dalamnya.

Suatu ketika, Abu Hurairah ditanya oleh seseorang, ''Wahai Abu Hurairah, apakah yang dimaksud dengan Takwa itu?'' Abu Hurairah tidak menjawab pertanyaan itu, tetapi memberikan satu ilustrasi. ''Pernahkah engkau melewati suatu jalan dan engkau melihat jalan itu penuh dengan duri? Bagaimana tindakanmu untuk melewatinya?'' Orang itu menjawab, "Apabila aku melihat duri, maka aku menghindarinya dan berjalan di tempat yang tidak ada durinya, atau aku langkahi duri-duri itu, atau aku mundur".

Abu Hurairah cepat berkata, ''Itulah dia Takwa!'' (HR Ibnu Abi Dunya).

Kata Takwa, menurut HAMKA dalam tafsirnya, Al-Azhar, diambil dari rumpun kata Wiqayah yang berarti Memelihara : 

  • Memelihara hubungan yang baik dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
  • Memelihara jangan sampai terperosok kepada perbuatan yang tidak diridhai-Nya. 
  • Memelihara segala perintah-Nya supaya dapat dijalankan. 
  • Memelihara kaki jangan terperosok ke tempat yang penuh lumpur atau duri.

Takwa, dengan demikian, tidak dapat diartikan hanya sebatas takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah bagian kecil dari Takwa.

Takwa, sebagai upaya pemeliharaan diri, harus terus-menerus terbenam dalam hati kita. Dengan bekal takwa, seseorang akan mampu mengontrol tingkah laku. Ia akan selalu menimbang apakah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasul-nya atau tidak.

Ciri-ciri Orang Bertakwa

Berdasarkan definisi takwa di atas, berikut lima ciri-ciri orang yang bertakwa sebagaimana yang disebut di dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 133-134.

1. Mohon Ampun Atas Kesalahan.

Ciri-ciri orang yang bertakwa, jika merasa bersalah cepat-cepat menyadari kesalahan yang diperbuat, lalu beristigfar, memohon ampun kepada Allah.

2. Menafkahkan Sebagian Hartanya di Jalan Allah

Orang yang bertakwa bukan saja mereka yang mengeluarkan zakat sebagai kewajiban atas harta kekayaannya, namun juga mau mengeluarkan sebagian hartanya untuk sedekah.

Dengan demikian, orang-orang yang kikir, pelit dan bakhil bukan termasuk dalam kategori orang-orang yang bertakwa, sebab mereka tidak mau mengeluarkan sebagian hartanya, baik untuk memenuhi kewajiban zakat maupun sedekah.

3. Menahan Amarah

Orang yang bertakwa adalah mereka yang sanggup menguasai diri di kala marah sedang memuncak. Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang tidak gampang dikuasai oleh amarahnya. Tingkat kesabaran mereka luar biasa, sehingga saat marah ia masih mengalahkan nafsu amarahnya. Dengan demikian, bukan termasuk dalam kategori orang bertakwa jika mereka sering emosi dan suka marah.

4. Memberi Maaf

Kesalahan seseorang kepada orang lain adalah merupakan dosa yang berhubungan langsung dengan sesama. Dosa seperti ini baru bisa dimaafkan jika seseorang yang disakiti mau memberikan kata maaf. Namun, jika tidak, maka selamanya dosa itu tidak akan terhapus, bahkan Allah pun tidak akan memberikan pengampunan terhadap dosa tersebut.

5. Senantiasa Mengerjakan Kebaikan

Orang-orang yang bertakwa itu selalu melakukan kebaikan. Mereka tidak suka dengan perbuatan kemungkaran yang bisa menimbulkan kemudaratan. Bukanlah termasuk orang-orang bertakwa jika seseorang itu selalu berbuat kerusakan.

Itulah Takwa artinya berdasarkan penjelasan Al Qur'an dan Tafsir serta ciri-ciri orang bertakwa. Semoga Bermanfaat.

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏


Penulis: Abah Luki
Editing: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar