Menu

Senin, 24 Agustus 2026

CIRI ORANG YANG CELAKA

CIRI-CIRI ORANG YANG CELAKA DALAM SHOLAT (QS. Al Maun : 4 - 7)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku....!

Hari ini  Selasa 12 Rabi'ul-Awal 1448 H /25 Agustus 2026

Setelah Sholat Subuh sambil menunggu waktu pagi untuk beraktivitas, mari Kita NGOPI (Ngobrol Perkara Iman), Ungkapkan rasa Syukur Kita atas segala Nikmat yang Allah berikan, dengan memanfaatkan untuk memperbanyak Dzikir dan Sholawat sambil menikmati Santapan Rohani.

Saudaraku...!

Tulisan ini hanya sekedar berbagi atau sharing dan tidak bermaksud Menggurui, bukan berarti yang menulis lebih baik dari yang menerima atau membaca. Namun demikian saya mengajak pada diri saya pribadi dan Saudara-saudaraku Seiman, untuk sama-sama belajar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Hadirin yang dirahmati Allah....

Sholat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap umat muslim. Sholat dilakukan sebagai bentuk ketaatan, ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, serta sebagai sarana perbaikan diri dan menjaga ketaqwaan kepada-Nya. Akan tetapi, umat manusia sering kali lalai ataupun kurang berkonsentrasi ketika mengerjakan sholat.

Ketika melaksanakan ibadah sholat, hendaklah seorang muslim melaksanakannya dengan kesungguhan hati. Yang mana hanya mengharap ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala serta mengerjakannya sesuai ketentuan syariat, agar tidak menjadi orang celaka seperti tercantum dalam Surat Al-Maun.

Tepatnya pada Surat Al-Maun ayat 4-7, berikut Arab, latin, dan artinya :

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ

Artinya : "Celakalah orang-orang yang melaksanakan shalat, (yaitu) yang lalai terhadap shalatnya, yang berbuat riya, dan enggan (memberi) bantuan".

Tanda-tanda Orang yang Celaka dalam Surat Al-Maun

Quran Kementrian Agama (Kemenag) menjelaskan dalam catatan kakinya mengenai orang yang celaka, ialah orang yang lalai dalam sholat mencakup mereka yang teledor akan waktu sholat sesuai syariat yang berlaku, tak peduli dengan makna sebenarnya dari sholat, serta senantiasa bermalasan dalam melaksanakannya.

Tak hanya ceroboh, mereka juga riya dalam mengerjakan sholat, di mana hanya mencari pujian dari orang lain, bukan mengarap ridha Allah. Kemudian mereka yang seperti itu cuma memikirkan dirinya sendiri, dan enggan menolong orang yang kekurangan.

M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menegaskan bahwa orang yang acuh terhadap makna sholatnya akan merugi. Kelalaian dalam sholatnya ini sama dengan mereka ingkar terhadap agama dan perintah Allah.

Adapun Tafsir Tahlili Kemenag Jilid 10, berpandangan bila Surat Al-Maun ayat 4-7 ini merupakan ancaman Allah untuk hamba-Nya yang mendirikan sholat dengan raga dan lisannya, tetapi tidak dengan hatinya.

Apa-apa yang dibaca dalam ibadahnya itu, hanya diucapkan saja tanpa dipahami. Sehingga sholatnya cuma gerakan biasa, dan lontaran kata-kata cuma hafalan saja. Sehingga Allah mengecam mereka, yakni sebagai orang munafik yang bisa dikatakan sama dengan mendustakan agama Islam.

Mereka yang celaka lainnya adalah yang melaksanakan amal ibadah dengan riya tanpa didasari keikhlasan serta tak berharap hikmah maupun manfaat darinya, tetapi menginginkan pujian dari orang lain.

Tanda lainnya dari orang yang merugi dalam Surat Al-Maun, yaitu tidak mau mengulurkan bantuan meski sedikit kepada yang membutuhkan. Mereka yang tak peduli terhadap orang sekelilingnya ini menandakan bahwa sifat buruk melekat pada diri.

Wallahu'alam Bishshowab

Demikian sedikit tulisan yang Allah mudahkan bagi kami untuk menyusunnya, semoga Allah berikan kita taufik untuk mengamalkannya. dan bermanfaat bagi penulis dan juga segenap pembaca.

Barakallah ..... semoga bermanfaat

-----------------NB----------------

Saudaraku...!

Mari Kita tengadahkan tangan kita, memohon ampunan dan ridho Allah SWT. :

Yaa Allah... Kami Mengetuk Pintu LangitMu, dalam Kekhusyu'an do'a... Mengawali pagi ini dengan penuh harapan... Dengan sepenuh hati kami panjatkan harapan dan do'a.

Yaa Allah... Yaa Kaafii... Yaa  Ghani.., Yaa Fattah... Yaa Razzaq... Jadikanlah hari ini Pembuka Pintu Rezki dan Keberkahan, Pintu Kebaikan dan Nikmat. Pintu kesabaran dan Kekuatan, Pintu Kesehatan dan Keselamatan, dan Pintu Syurga Bagiku, Keluargaku dan Saudara-Saudaraku semuanya.

Yaa Allah... panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Yaa Allah... sehat afiatkan kami dalam kenikmatan Istiqomah dan umur yang bermanfaat. Angkatlah stiap penyakit diri kami dengan kesembuhan yang cepat... dgn tidak meninggalkan rasa sakit &  kesedihan, Sungguh hanya Engkaulah yang maha menyembuhkan.

Yaa Allah... Yaa Robbana...! Ijabahkanlah Do'a-do'a kami, Tiada daya dan upaya kecuali dengan Pertolongan-MU, karena hanya kepada-MU lah tempat Kami bergantung dan tempat Kami memohon Pertolongan.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

آمين آمين آمين يا الله يا رب العالمين

وَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهْ

🙏🙏


Penulis: Abah Luki
Editing: Ndik
#NgajiBareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar